
Takdir tak pernah bertanya sedalam apa kau mencinta seseorang. Maka jika dia milikmu, Ia tak akan memilih orang lain selain dirimu.
Beberapa saat kemudian, mereka segera menyelesaikan shalatnya. Seana kembali merapikan kembali perlengkapan shalatnya ke dalam lemari.
"Abang kalau mau nyalain tv silahkan, saya mau ke dapur dulu untuk masak makanan," ucapnya yang meminta izin kepada suaminya.
Sam hanya tersenyum tipis seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ya Allah… jadikanlah pernikahanku ini sebagai ladang pahala untukku kelak dikemudian hari," Sam membatin.
Sam hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan segera meraih remote tv tersebut. Dia kemudian menyalakan tv. Dan betapa terkejutnya melihat siaran TV tersebut. Ia meremas remot tv dengan kuatnya. Matanya memerah menahan amarahnya. Hidungnya kembang kempis serasa dadanya bergejolak.
"Dasar wanita ular, wanita lucknut loh, tunggu kedatanganku, aku akan mengucurkan kehidupanmu dengan kekasihmu itu hingga kalian tidak sanggup untuk melihat hari esok lagi," Umpatnya Samudera Dirgantara Mandala Renon dengan penuh amarah yang sudah membuncah di dalam hati dan pikirannya.
Di dalam siaran tv, dia melihat Selena yang sedang berbadan besar dan menangis tersedu-sedu dengan wajahnya yang memelas sendu di depan kamera para wartawan yang mencari informasi dan berita. Selena dengan segala aktingnya dalam kepura-puraan.
Selena dalam wawancara itu mengatakan jika dia sangat sedih karena calon tunangannya mengalami kecelakaan dan belum ditemukan keberadaannya hingga detik ini sedangkan dirinya sudah hamil.
"Sepertinya, aku harus segera mengakhiri dramaku di sini dan segera kembali ke ibukota, jika tidak mereka akan semakin bahagia dan terus menikmati kekayaanku, kelicikan mereka harus segera dihentikan juga." Geramnya Samudera.
Sam menggenggam remot itu hingga berbunyi seperti benda yang retak. Saking kuatnya ia memegang remote kontrol itu.
"Kalian nikmatilah masa kebebasan kalian sebelum aku datang di hadapan kalian," ancamnya Sam.
Sedangkan Sea yang baru mengambil beberapa bahan makanan di dalam lemari pendingin gerakannya terhenti karena dia mendengar ada seseorang yang mengetuk pintunya.
Sea menatap ke arah pintu, "Siapa yah malam-malam begini datang bertamu?" gumamnya dengan melap tangannya yang sedikit basah terkena air.
__ADS_1
Sam sama sekali tidak mendengar jika mereka kedatangan tamu. Dia fokus dan serius melihat tayangan televisi. Wajahnya memerah menahan amarahnya saat melihat Marcel dan Selena yang sudah dua bulan lebih tidak bertemu dengannya sejak kecelakaan pesawat terbang disengaja disabotase oleh mereka berdua.
"Tunggulah kepulanganku, aku akan segera membalas perbuatan kalian padaku!!" Geram Samudera yang tidak main-main dengan perkataannya.
"Siapa yah, yang datang dan tidak sabaran sekali, kalau aku tahu siapa orangnya yang sangat tidak bisa menunggu aku getok kepalanya pakai gayung dah!" Makinya Seana.
Seana berjalan tergesa-gesa ke arah depan pintunya. Dia masih tidak percaya jika ada yang datang bertamu ke rumahnya malam-malam padahal selama ini hanya dua orang yang sering datang berkunjung dan melakukan hal itu. Hanya Ibu Mirna dan Pamannya Pak Heru saja yang lain sangatlah jarang mendatangi rumahnya di tengah malam.
"Tunggu, sabar kenapa," ketusnya yang sudah mempercepat langkahnya agar orang tersebut berhenti untuk mengetuk pintu rumahnya.
"Dimana sih gadis kampung dekil dan tengik itu? Sedari tadi aku mengetuk pintunya tapi belum nongol juga, dimana tanganku sudah kotor terkena debu lagi," sarkasnya dengan mendumel kesalnya.
Sea tanpa pikir panjang segera memutar knop pintunya dengan cepat. Dia juga sedikit jengkel dengan sikap dari tamunya itu yang tidak ada hentinya terus mengetuk pintu. Ia tersenyum kearah orang yang berada di balik pintu dengan terpaksa padahal dalam hatinya sangat jengkel dan ingin sekali mencubit lengan orang tersebut.
"Eeehh Mbak Dokter, maaf ada apa yah Mbak Dokter? Malam-malam datang bertamu ke rumahku yang kumuh ini?" Cibir Seana dengan senyum khasnya itu.
Tanpa basa-basi Wina to the points, "Ada Abang Sam gak Ada? Aku bawain makanan soalnya untuk Abang,"tuturnya yang menenteng dua buah kantong kresek di depan matanya Sea.
Sea menatap jengah kearah Wina, setelah berbicara dengan Ibu Mirna sore tadi, dia sudah siap untuk mengantisipasi pergerakan dari Dokter Wina untuk berjaga-jaga agar tidak menggoda dan memiliki kesempatan untuk merebut suaminya yang belum dia cintai tapi, tidak mungkin ia ikhlaskan.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1