Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 101 ~ Berjuang Demi Cinta ~


__ADS_3

Ezra memuji bayi yang dilahirkan Leana sekaligus memuji wanita itu. Seperti tak rela jika laki-laki itu memuji, Monica mengucapkan kata-kata yang mengingatkan masa lalu. Membuat Ezra kesal hingga akhirnya menyindir Monica.


Sikap Ezra yang berubah akhirnya menyadarkan Monica. Gadis itu menyesal dengan sikapnya yang tak pernah bisa dewasa. Begitu menyesal hingga menangis tersedu-sedu. Melihat itu Ezra datang memeluk gadis yang menyesal itu. 


Dalam hati Ezra sendiri merasa sulit untuk bisa melupakan cintanya pada Leana. Dia butuh seseorang yang bisa membantunya melupakan Leana. Namun, sikap Monica yang sinis terhadap Leana justru membuat Ezra membelanya.


Bagaimana ini, apa ini akan berhasil? Jika aku selalu berada di dekat Livia, aku takut tak bisa menghilangkan perasaanku padanya. Apa ini baik memilih Monica? Jika kami berkumpul, aku tak akan bisa mengatasi perasaanku, batin Ezra.


Sambil menatap Monica yang menangis di hadapannya. Monica merasa sangat takut Ezra tak akan memaafkannya dan memutuskan untuk menyerah. Tak berusaha lagi untuk bisa hidup bersamanya.

__ADS_1


"Maafkan aku. Aku akan belajar melepaskan masa lalu bersamamu. Aku akan berusaha meredam rasa cemburuku," janji Monica.


"Aku … jujur menyatakan isi hatiku, agar kamu tidak merasa aku bohongi. Bukan untuk membuat kamu meraba-raba perasaanku pada Livia. Semua terserah padamu, kamu sanggup menjalaninya, maka kita akan terus bersama tapi jika tidak, sebaiknya kita berpisah saja. Aku tak ingin membuat kamu membenci Livia. Sikap kamu tadi … aku yakin kamu tidak seperti itu lagi terhadap Livia sebelum bertemu denganku," jelas Ezra yang dibalas dengan anggukan oleh Monica.


"Ya, aku telah menganggapnya Kakak iparku. Dia baik padaku. Mau menerima kami sekeluarga lagi padahal kami telah berbuat jahat padanya. Dia tidak pantas disakiti, dia tidak pantas mendapat ucapan seperti itu dariku. Aku sungguh bodoh, aku cemburu buta. Tega melupakan kebaikannya pada kami karena cemburu. Aku bodoh, maafkan aku. Maafkan aku. Aku ingin tetap mencoba bersamamu. Tolong jangan putus asa. Ayo kita coba lagi bersama ya?" pinta Monica.


Ezra tersenyum lalu mengangguk. Laki-laki itu tak punya pilihan lain. Mencoba untuk menjalani hubungan dengan Monica. Ezra tak memiliki wanita mana pun untuk dicintainya. Mencoba mengisi kekosongan hatinya dengan menjalin hubungan serius dengan Camelia.


"Aku ingin mencari sosok yang bisa membuat aku melupakan Livia, aku menemukanmu tapi … kalian justru satu keluarga …."

__ADS_1


Mendengar itu air mata Monica langsung mengalir. Monica merasa tak punya harapan hidup bersama cinta pertamanya itu. Dari ucapannya, Ezra seperti menyesali hubungan keluarganya dengan Livia.


"Jika bukan kamu, mungkin aku sudah menyerah dan langsung meninggalkanmu–"


"Apa … maksudmu?" tanya Monica tak mengerti.


"Jika bukan seorang Monica yang telah mencintai aku sejak dulu, mungkin aku tak akan peduli dan langsung memutuskan hubungan kita. Karena tak ada gunanya berusaha melupakan Livia jika aku sendiri justru masuk ke dalam keluarganya. Tapi karena orangnya adalah kamu, maka aku … juga ingin berusaha, tetap berjuang demi cinta. Seperti kamu yang berjuang demi cintamu padaku. Aku juga akan berjuang dan bertahan demi kamu," jelas Ezra sambil tersenyum.


Tangis Monica semakin menjadi tetapi kali ini karena bahagia karena Ezra mau berjuang demi pertahankan hubungan mereka. Dalam hati Monica berjanji akan berusaha bersikap dewasa. Berusaha sekuat tenaga membuat Ezra bahagia di tengah rasa sedihnya tak mendapatkan cinta Livia.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2