
Saat berkumpul di beranda belakang, Leana mengingatkan tentang konsep pernikahan yang diinginkan Monica. Mengingat itu, dengan semangat Monica, menyampaikan rencana konsep pernikahannya. Leana pun mendukung dalam segala hal, termasuk dukungan finansial. Monica melompat bahagia mendapat dukungan sepenuhnya oleh Leana.
Kegembiraan kembali terasa di keluarga itu. Leana tak bosan-bosannya mencium bayi yang duduk di pangkuannya itu sementara Radian sebentar-sebentar mencium pipinya. Leana selalu tersenyum setiap kali Radian melakukan itu. Seakan-akan begitu merindukan istrinya. Sama seperti Leana yang merindukan bayinya.
Hanya Rica, Bu Ratih dan Pak Ridwan Putra yang hanya tersenyum-senyum melihat kemesraan suami istri itu. Merasa diperhatikan Leana akhirnya tertunduk malu. Wanita itu tiba-tiba teringat dan heran bagaimana ayah mertuanya itu bisa berada di rumah susun tepat saat Leana terancam bahaya.
"Papa, aku penasaran kenapa papa bisa berada di rumah susun itu? Papa seperti malaikat pelindungku, di saat aku panik dan ketakutan, papa datang dan menolongku. Benarkah papa malaikat pelindungku?" tanya Leana penuh semangat.
"Kamu ini ada-ada saja, mana ada malaikat pelindung tampang tua seperti aku?" tanya Ridwan Putra sambil tersipu.
"Lalu kenapa bisa tiba-tiba muncul di hadapanku?" tanya Leana masih penasaran begitu juga dengan Radian yang menunggu jawaban dari ayahnya.
"Malam itu, papa nggak bisa tidur. Ikut kepikiran cucu yang masih belum ketemu. Diam-diam papa merokok di dekat taman biar nggak ketahuan. Tiba-tiba kamu keluar menggunakan mobil dan hanya sendiri. Papa heran bercampur penasaran. Papa berlari mengikuti. Tentu saja ketinggalan, tapi untungnya ada tukang ojek lewat, langsung saja papa minta tolong tukang ojek itu ikuti kamu. Papa segera menyusul kamu dan mendapati kamu dalam situasi seperti itu. Melihat itu tentu papa langsung panik, maka terjadilah peristiwa itu," jelas Ridwan Putra.
"Terima kasih ya pa. Terima kasih untuk segalanya," ucap Leana dengan air mata haru yang mengalir di pipinya.
__ADS_1
"Jangan berkata seperti itu. Kita ini keluarga. Kamu juga telah banyak menolong papa dan keluarga. Justru papa yang tidak tahu bagaimana cara membalasnya," ucap Ridwan Putra.
"Tidak perlu balas apa-apa. Kita ini keluarga kan pa?" tanya Leana masih dengan air mata yang menitik.
Radian memeluk istrinya yang sedang terharu. Laki-laki itu juga berterima kasih atas pertolongan ayahnya terhadap istri dan anaknya. Mereka kembali melanjutkan pembicaraan tentang pernikahan Monica. Pak Ridwan Putra pun kembali terharu karena kali ini bisa menghadiri pernikahan putrinya.
Dua bulan kemudian pesta pernikahan Monica dan Ezra pun digelar. Pernikahan itu dilaksanakan dengan mewah. Seluruh keluarga menghadiri pesta itu dengan sangat gembira. Begitu juga dengan Camelia dan keluarganya. Meski Shanty tak begitu senang dengan kehadiran mantan menantunya itu tetapi melihat Leana yang menyambut semua tamu dengan ramah dan tanpa pandang bulu, mertua Leana itu tak bisa berbuat apa-apa.
Leana pendukung dana terbesar untuk pesta yang megah itu. Ini adalah pesta adik iparnya dengan seorang CEO perusahaan besar, Leana inginkan pesta yang terbaik dan berkesan untuk adik iparnya itu. Revano begitu bahagia karena bisa bertemu dengan teman-temannya yang juga diundang oleh ibunya. Juga guru-guru dan wali murid dari sekolah Revano.
Camelia yang masih mengenakan gips di kakinya itu melangkah tertatih mendekati Revano. Lalu menggendong anak laki-laki tampan itu agar Revano bisa memilih sendiri hidangan yang diinginkannya. Revano menoleh pada kaki Camelia dan bertanya karena heran.
"Tante kenapa kakinya?" tanya Revano.
"Tulangnya ada yang patah karena jatuh dari tangga," jawab Camelia.
__ADS_1
"Sakit ya tante?" tanya Revano.
"Ya, sakit," jawab Camelia.
"Kalau gitu jangan gendong Reno," ucap Revano tak enak hati.
"Baiklah kalau begitu cepat ambil kue yang kamu inginkan," ucap Camelia.
Revano pun segera memilih kue yang diinginkannya. Terlebih lagi melihat teman-temannya yang datang sambil berlari ke arahnya. Revano segera memilih kue yang diinginkan. Revano minta diturunkan dengan cepat karena teman-teman yang datang berlari ke arahnya.
Salah seorang anak berlari terlalu kencang hingga menabrak meja hidangan. Patung angsa ukiran es dengan ukuran yang sangat besar itu akhirnya goyang dan hendak jatuh. Melihat itu Camelia segera mendorong Revano yang berdiri tepat di bawah patung es ukuran besar itu.
Revano terjatuh dan langsung menangis tetapi berhasil terhindar dari patung es raksasa termegah yang pernah ada di pesta pernikahan itu. Namun, naas Camelia tak sempat menghindar hingga menimpa kepala hingga punggung wanita itu. Patung es itu pecah di lantai dan Camelia pun jatuh pingsan.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1