
Leana menyerah cincin pernikahannya dengan Radian. Laki-laki itu termangu menatap cincin itu berada di telapak tangannya.
"Livia!"
Hanya itu yang terlontar dari mulutnya. Dengan mata yang berkaca-kaca, laki-laki itu seperti tak rela dengan keputusan Leana mengembalikan cincin itu tapi tak bisa berbuat apa-apa. Livia berbalik ingin meninggalkan lokasi pernikahan namun Radian menahan tangannya.
"Kamu istriku, selamanya istriku. Aku tahu, aku tak pantas untukmu tapi … aku akan selalu menganggap kamu istriku. Bagiku, selamanya kamu adalah istriku," ujar Radian dengan air mata yang mengalir.
Leana sedikit pun tak menoleh pada Radian. Wanita itu tak akan sanggup menahan air matanya jika memandang wajah laki-laki yang dicintainya itu. Leana tak habis pikir dengan ucapan Radian yang tak mau melepaskan statusnya sebagai istri padahal laki-laki itu sedang melakukan prosesi pernikahannya.
Radian telah mengungkapkan isi hatinya. Laki-laki itu melepaskan tangan wanita yang dicintainya itu dengan berat hati. Menatap kepergian Leana yang perutnya telah membesar.
Sekali lagi, aku terpisah dengan anakku, tapi ini salahku. Aku tahu, bertahan bersamaku hanya akan membuatmu menderita. Aku relakan kamu menjauh dariku, dari laki-laki yang hanya bisa membuatmu menderita, batin Radian sambil terus menatap kepergian Leana.
__ADS_1
Sejak tadi Camelia menarik sebelah tangan Radian untuk mengajaknya kembali ke lokasi akad nikah mereka. Namun, tak itu sama sekali tidak membuat perhatian Radian terpecah dari Leana. Orang tua Camelia mulai kesal melihatnya, sementara Shanty dan Monica hanya membiarkan laki-laki itu berbuat apa yang dia mau. Sedikit pun tak ingin menegur sikap Radian yang mengabaikan prosesi pernikahannya.
Setelah wanita yang dicintainya itu tak terlihat lagi, baru Radian melangkah ke hadapan penghulu. Semua tamu yang melihat kejadian bertanya-tanya apa yang terjadi. Merasa heran hingga berasumsi sendiri. Namun, tentu saja tak ada yang mengetahui keadaan yang sesungguhnya. Hanya Shanty dan Monica yang merasa telinganya terasa panas mendengar berbagai asumsi itu.
Radian meninggalkan istrinya yang sedang hamil dan berkhianat dengan Camelia. Radian yang tak bertanggung jawab setelah menghamili Leana, hingga Radian yang ingin menikahi gadis muda namun tak direstui istri pertama dan bermacam-macam asumsi dari para tamu yang menyaksikan kejadian itu.
Sedikit pun Radian tak pedul, laki-kaki itu masih sibuk menata hatinya yang hancur melihat kepergian Leana. Dengan cincin pernikahan yang digenggamnya erat, Radian melanjutkan prosesi pernikahannya. Di lanjutkan dengan resepsi pernikahannya yang dilakukan setelah akad nikah.
Setahu Pak Arif, Radian sangat mencintai istrinya. Tak yakin dia bisa berpaling. Meski tak terlalu menyukai Leana yang tiba-tiba datang dalam kehidupan Radian hingga mengobrak-abrik manajemen perusahaan yang Pak Arif tahu itu adalah perusahaan milik keluarga Radian.
Tapi Radian sendiri yang justru menyerahkan perusahaan itu pada Leana. Lalu pergi meninggalkan perusahaan yang telah dibesarkannya bersama crew setianya yang kini justru dipecat oleh manajemen baru.
Prosesi pernikahan selesai. Dengan bahagia Camelia mengajak suaminya pulang ke rumah kontrakan Radian. Wanita itu berencana akan mencari apartemen atau rumah kontrakan baru untuk mereka berdua saja.
__ADS_1
"Terserah kemauannya saja, tapi awas kalau itu membuat Radian stress mengikuti kemauannya," ucap Shanty yang melihat Camelia mengajak Radian ke kamarnya.
"Ya Mommy, biar saja dia ingin tinggal di mana. Aku juga tak betah melihatnya. Tapi kasihan Kak Radian, usahanya baru merintis, sekarang sudah harus memenuhi kebutuhan si Camel yang macam-macam itu. Tempat tidur barulah, lemari barulah. Nggak tahu kamar Kak Radian itu sempit? Mau ditaruh di mana semua itu," jelas Monica.
"Makanya Mommy nggak setuju nanti kalau mereka sudah punya rumah sendiri, terserah lah mereka isi dengan barang apa saja. Kita tak usah peduli lagi," jawab Shanty.
"Kak Radian sih, sudah tahu nggak kuat minum. Malah coba-coba, jadi mabuk kan? Sekarang baru menyesal," ungkap Monica.
"Radian juga kasihan Monica. Malam itu dia sangat sedih karena Livia yang pergi ke luar negeri. Radian pasti merasa Livia tak akan kembali lagi karena itu Radian merasa frustasi," jelas Shanty.
Monica pun mengangguk-angguk. Sementara itu Camelia berusaha merayu Radian agar laki-laki itu mau menoleh ke arahnya. Radian yang selalu memalingkan wajahnya dari wanita itu tak mau sedikit pun menatap wajah Camelia yang sekarang menjadi sangat di bencinya.
__ADS_1