Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 81 ~ Sakit tapi Bahagia ~


__ADS_3

Leana tertidur di samping ranjang rumah sakit sambil menggenggam erat tangan suaminya. Sekian lama tertidur, Radian justru membuka kelopak matanya. Perlahan-lahan menatap ruangan yang masih asing baginya. Namun, laki-laki itu segera menyadari di mana dia berada saat ini.


Akhirnya Radian menyadari kehadiran Leana di sisinya. Radian tersenyum menatap wanita yang dicintainya tengah tertidur sambil menggenggam erat tangannya. Ada keraguan muncul di hatinya apakah yang dilihatnya sungguh-sungguh istrinya. 


Sekuat tenaga, Radian ingin menyentuh wajah Leana.


Radian merasakan sakit yang luar biasa di tangannya tapi tetap ingin membuktikan kalau yang dilihatnya sungguh-sungguh istri yang sangat dicintainya. Radian berharap apa yang dilihatnya adalah kenyataan.


Apa dia sungguh-sungguh Livia? Terakhir kali bertemu dengannya dia menolakku. Bagaimana jika ternyata dia adalah Camelia? Karena terlalu menginginkan Livia, aku mengira Cemelia adalah Livia. Tidak! Jangan sampai terjadi seperti itu lagi, batin Radian yang akhirnya mengurungkan diri menyentuh wanita di hadapannya itu.


Radian menangis teringat terakhir kali bertemu dengan Leana, wanita itu menolaknya karena tak sanggup berbagi cinta.


"Aku tak berbagi cinta Livia, cintaku hanya untukmu," ucap Radian pelan.


Radian pasrah, takdir membuatnya tak bisa hidup bahagia bersama istri yang dicintainya. Setiap saat Radian hanya bisa membayangkan saat-saat bahagia bersama Leana. Saat-saat bahagia yang begitu singkat. Mengenang itu tanpa terasa air mata mengalir kedua samping matanya.

__ADS_1


Laki-laki itu menangis terisak dengan sebelah tangannya yang sakit menutupi matanya. Leana merasakan gerakan hingga membuatnya terbangun. Melihat Radian yang menangis Leana langsung tersentak bangun.


"Kakak kenapa?Kakak sudah bangun? Apa terasa sakit? Aku panggilkan dokter ya?" tanya Leana bertubi-tubi.


"Livia! Benarkah ini Livia?" tanya Radian tak yakin.


"Benar Kak! Ini aku Livia!" jawab Leana menyakinkan suaminya.


"Aku tidak berhalusinasi? Aku masih ingat Livia menolak kembali padaku. Dia tak menginginkan aku lagi," ucap Radian.


Radian menatap Livia sambil tersenyum. Terlihat Radian yang masih ragu-ragu. Radian merasa takut, untuk mempercayai wanita di hadapannya adalah Livia karena halusinasinya membuat dia terjerat pernikahan dengan Camelia.


"Bagaimana jika aku berhalusinasi seperti dulu. Mengira Camelia adalah Livia-ku. Aku terjebak oleh pikiranku yang terlalu merindukan Livia. Maafkan aku, tapi aku merasa pandanganku tak jelas, kepalaku sakit. Aku tak ingin salah mengenali orang lagi," ucap Radian memohon maaf.


Leana tersenyum, wanita itu akhirnya mengerti penyesalan yang dirasakan Radian akibat salah mengenali orang. Tapi semua itu juga tak sepenuhnya kesalahan Radian, laki-laki itu terlalu bersedih karena kehilangan Leana hingga ingin menghibur diri tapi justru dimanfaatkan wanita yang mengincarnya.

__ADS_1


"Aku panggil dokter ya Kak," ucap Leana yang ingin suaminya mendapatkan pemeriksaan dari dokter.


Leana tahu suaminya masih ragu padanya karena itu Leana mengambil kesempatan itu untuk keluar memanggil dokter jaga. Leana ingin Radian diperiksa kondisinya. Dokter pun segera memeriksa keadaan Radian. Pemeriksaan tanda vital Radian tercatat normal. Dokter menyatakan kondisi Radian telah membaik. Namun, Radian masih harus tetap dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Selama dokter memeriksakan kesehatannya, Radian selalu menatap Leana. Laki-laki itu sepertinya telah yakin kalau wanita yang dihadapannya itu adalah istri yang dicintainya. Begitu dokter minta diri, Leana langsung menghampiri suaminya.


"Ternyata kamu benar-benar Livia-ku. Apa kamu akan kembali padaku sayang? Aku mohon jangan menjauh dariku," ucap Radian memohon.


"Aku tidak akan menjauh dari Kakak lagi. Aku ingin bersama Kakak," ungkap Leana dan langsung memeluk suaminya.


"Tubuhku yang sakit ini telah membawamu kembali padaku. Aku bahagia sayang meski aku harus merasakan semua rasa sakit ini," ucap Radian.


Laki-laki itu langsung menangkup wajah istrinya dan menyatukan bibir mereka. Leana segera membalasnya. Radian tersenyum bahagia dan semakin erat memeluk Leana dan kembali membenamkan bibirnya di bibir wanita yang sangat dicintainya itu.


...~  Bersambung  ~...

__ADS_1


__ADS_2