Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 131 ~ Merebut Revani ~


__ADS_3

Saat termenung sendiri di balkon kamarnya, Leana mendapat panggilan telepon dari Salsa. Tentu saja Leana mengharapkan baby sitter itu menghubunginya. Begitu mendapat perintah untuk mendatangi sebuah rumah susun lengkap dengan lantai dan nomor rumahnya.


Tanpa pikir panjang, wanita itu segera mengambil kunci mobil. Leana tak peduli apa pun bahaya yang akan menimpanya. Leana akan menerima jika dijadikan pelampiasan dendam oleh baby sitter itu asalkan bisa segera melihat keadaan putrinya dan memeluknya.


Begitu sampai di rumah susun yang disebutkan Leana segera menaiki tangga menuju lantai empat sesuai yang diperintahkan Salsa. Tak sampai pada nomor rumah yang dituju Leana telah melihat Salsa sambil menggendong Revani.


"Ini Bu, bawa pergi segera," ucap Salsa dengan ekspresi ketakutan.


"Apa?" Leana tidak menyangka Salsa justru menyerahkan putrinya begitu saja.


"Besok dia akan membawa pergi Reva jauh-jauh, ibu tidak akan bisa bertemu dengan Reva lagi. Aku tidak tega bu, pisahkan Reva dari orang tuanya. Aku sayang Reva, sekarang ibu cepat pergi. Aku juga akan segera pergi dari sini," ucap Salsa.


Banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan Leana, tetapi melihat ekspresi ketakutan Salsa membuat Leana hanya patuh mengikuti keinginan gadis itu. Karena putrinya telah berada di tangannya Leana sudah sangat bersyukur. 


Namun, terpikirkan olehnya untuk mengajak Salsa bersama karena melihat ekspresi gadis itu yang begitu ketakutan. Leana yakin ada seseorang yang jahat yang merintahnya. Selain itu sebagai rasa terima kasih Leana karena telah mengembalikan Revani.


"Kamu ikut denganku saja, jika tahu kamu menyerahkan bayi ini, kamu bisa dapat masalah," ucap Leana mengajak.


Salsa tertegun melihat kepedulian Leana terhadap nasibnya tetapi Salsa memilih untuk menghadapinya sendiri. Karena dia juga berencana menghilang dari orang yang ditakutinya. Salsa berterima kasih pada Leana dan segera menyuruhnya untuk pergi.

__ADS_1


"Terima kasih bu, tapi biarlah aku ambil jalanku sendiri. Aku sangat terharu dengan kepedulian ibu tapi tidak apa-apa jika ibu pergi sekarang, aku juga punya waktu untuk pergi," jelas Salsa.


Leana mengangguk lalu melangkah menuju anak tangga. Namun wanita itu terkejut karena melihat Camelia yang juga sedang menaiki tangga. Segera Leana menghindar. Namun, Camelia terlanjur melihatnya. Leana tak tahu apa hubungan dari penculikan ini tetapi Leana hanya tak ingin bertemu dengan Camelia.


"Salsa! Apa-apaan kamu!" bentak Camelia hingga membuat Salsa terlonjak. Camelia melihat Leana menggendong bayi dan ekspresi Cemelia semakin murka.


"Beraninya kamu serahkan bayi itu padanya!" jerit Camelia lalu memukuli Salsa.


Leana kaget, tak menyangka ternyata keberadaan Camelia di rumah susun itu ada hubungannya dengan penculikan bayinya. Leana menoleh arah lain hendak mencari jalan lain untuk pergi. Camelia hendak mengejar tetapi segera ditahan oleh Salsa.


"Cepat pergi bu! Di sebelah sana juga ada tangga!" teriak Salsa sambil memeluk pinggang Camelia.


Dengan sadis Camelia memukul kepala Salsa hingga membuat Salsa jatuh terduduk. Leana kaget melihat kekejaman Camelia. Leana segera pergi, sambil menggendong bayinya, Leana berlari.


Namun, salah memilih jalan. Leana terpaksa mencari jalan lain dan melihat sebuah tangga lain. Terlihat Camelia yang juga berlari mengejar ke arahnya. Tepat di saat itu muncul Pak Ridwan Putra. Leana terkejut dan segera menyerahkan putrinya ke dalam gendongan bapak mertuanya itu.


Berharap Camelia tak akan berani merebutnya dari bapak itu. Namun, Camelia sepertinya tak peduli, segera beralih mendekati Pak Ridwan Putra. Leana pun berusaha menghalangi Camelia mendekati Pak Ridwan Putra.


"Pa, cepat bawa pergi Reva!" seru Leana yang coba memegang tangan Camelia yang coba meraih bayinya.

__ADS_1


Leana meminta ayah mertuanya itu membawa pergi putrinya. sementara dia sendiri ingin menghalangi Camelia. Pak Ridwan Putra terlihat ragu-ragu meninggalkan menantunya. Benar saja, Camelia yang begitu kesal karena dihalangi, dengan beringas Camelia mendorong Leana ke arah tangga.


Melihat itu Pak Ridwan Putra kembali dan justru mendorong Camelia. Wanita itu terdorong begitu juga dengan Leana. Namun, Pak Ridwan Putra segera meraih tangan menantunya hingga masih sempat berpegangan. 


"Kakak!" jerit Salsa melihat Camelia jatuh berguling di tangga.


Camelia jatuh pingsan. Leana terkejut mendengar panggilan itu. Sekarang bisa mengerti alasan kenapa mereka bisa bersama. Segera mereka menghubungi ambulance dan membawa Camelia ke rumah sakit. Saat menunggu di rumah sakit, Leana memutuskan untuk menelepon suaminya.


"Apa? Di rumah sakit?" tanya Radian kaget dan langsung menoleh ke arah ranjang di sampingnya.


Radian tak mendapati istrinya di ranjang. Begitu terkejut laki-laki itu terlebih lagi mengetahui Leana sedang berada di rumah sakit di malam yang selarut itu. Begitu khawatir Radian hingga segera menyusul istrinya ke rumah sakit.


"Papa? Ada apa ini?" tanya Radian saat melihat ayahnya juga berada di rumah sakit.


"Kakak!" panggil Leana dengan air mata yang mengalir.


"Sayang? Reva? Bagaimana bisa?" tanya Radian yang langsung memeluk keduanya.


Begitu banyak pertanyaan yang ingin ditanyakannya tetapi memeluk kedua perempuan yang paling berarti dalam hidupnya itu adalah yang terpenting baginya. Radian segera mengambil alih menggendong Revani. 

__ADS_1


Setelah puas menciumi bayinya itu lalu segera meraih tubuh istrinya dan kembali memeluknya. Radian mencium puncak rambut istrinya dengan rasa penuh syukur karena mereka berdua baik-baik saja. Leana pun memeluk suaminya dengan air mata yang masih mengalir, merasa bersyukur karena masih bisa bertemu dengan suaminya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2