
Shanty menatap perhiasannya yang tinggal tak seberapa. Shanty telah jarang pergi ke acara launching perhiasan-perhiasan mewah. Ada trauma di hatinya karena merasa tak mampu mendapatkan perhiasan-perhiasan mewah itu. Perhiasan koleksi lamanya bahkan dijual untuk membayar cicilan hutang namun tetap tak mampu menutupi pembayaran cicilan hutang itu.
Bahkan rumah atas nama dirinya telah berpindah tangan menjadi milik Leana. Shanty menatap perhiasan mewah kebanggaannya itu. Hatinya risau karena seorang kenalan mengajaknya untuk berinvestasi. Kemampuannya mempengaruhi orang sangat luar biasa membuat Shanty tergoda untuk ikut serta dalam berinvestasi.
20% setahun dari 111,311 Milyar, aku bisa mendapatkan 1,9 Milyar perbulannya. Wah, jika segitu aku tak butuh uang bulanan lagi dari Radian. Aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Keliling dunia dengan kapal pesiar super mewah, membeli barang mewah di pusat-pusat mode dunia. Mendapatkan keuntungan 1,9 Milyar sebulan, sementara perhiasanku tetap tersimpan aman di perusahaan investasi itu. Aku beruntung memiliki perhiasan ini, ini benar-benar menjadi investasi yang menguntungkan. Aku tidak sabar lagi untuk ikut serta. Jeng Ani, benar-benar beruntung telah ikut berinvestasi sejak lama tapi dia memang memiliki barang-barang mewah. Jika dibandingkan dengan milikku, koleksiku ini belum seberapa. Beruntung aku memiliki perhiasan ini, jika bukan karena Leana, aku tidak akan bisa memilikinya untuk di jadikan investasi, batin Shanty sambil tersenyum.
"Tiga bulan pertama aku belum mendapatkan keuntungan tapi di bulan keempat aku sudah bisa mendapatkan keuntungan. Haaah, rasanya tak sabar memiliki penghasilan sendiri. Sebulan 1,9 Milyar? Menjadi sekretaris puluhan tahun aku belum tentu bisa mengumpulkan uang sebanyak itu. Bertahun-tahun menjadi istri Kak Robert aku belum pernah punya tabungan sebanyak itu. Ini kesempatanku, aku ingin sukses seperti Jeng Ani. Punya penghasilan sendiri tanpa perlu capek-capek bekerja. Radian pasti akan bangga padaku," ucap Shanty berbicara sendiri.
Wanita itu keluar rumah dengan mobil mewahnya. Tekadnya telah kuat untuk menginvestasikan perhiasan termahalnya itu.
Aku masih punya perhiasan yang lain meski tak banyak dan tak terlalu mahal. Keuntungan investasi yang satu ini saja bisa untuk membeli perhiasan yang cukup baik setiap bulannya. Toh nanti perhiasan ini tetap akan kembali padaku, batin Shanty.
Shanty benar-benar menginvestasikan satu set perhiasan itu tanpa diketahui oleh siapa pun kecuali teman yang mengajaknya ke perusahaan investasi ternama itu.
Setelah itu mereka duduk di cafe sambil tertawa memandangi foto-foto pria muda yang memamerkan perut sixpack yang tampil di layar ponsel mereka.
Sementara itu di ruang kerja Leana, Nesya datang mengabarkan berita penting.
"Seperti yang telah Nona perkiraan, Nyonya Shanty telah menginvestasikan satu set perhiasannya di perusahaan investasi itu," ucap Nesya.
"Lalu apa informasi apa yang bisa kamu dapatkan dari perusahaan itu. Apakah investasi di situ aman?" tanya Leana.
__ADS_1
"Perusahaan itu sangat besar Nona, nasabahnya juga sudah jutaan tapi menurut perhitunganku. Tak lama lagi mereka tak akan sanggup lagi membayar keuntungan para nasabah," jelas Nesya.
"Kenapa?" tanya Leana.
"Perusahaan itu sendiri telah berinvestasi di beberapa perusahaan. Tak semuanya berjalan lancar, di samping itu pemilik perusahaan terlalu royal dalam menarik orang-orang terkenal hingga pengeluaran untuk itu terbilang sangat besar, ditambah lagi gaya hidup crazy rich yang mereka jalani itu, menguras keuntungan dari para nasabah. Aku rasa tak lama lagi perusahaan itu akan gagal bayar," jelas Nesya.
"Kalau begitu apa kita bisa menebus satu set perhiasan itu sebelum mereka bangkrut?" tanya Leana.
"Tentu bisa Nona, aku akan mendapatkan perhiasan itu tanpa menembusnya," ucap Nesya.
"Apa kamu bisa?" tanya Leana.
"Tentu Nona jangan khawatir," jawab Nesya.
"Jangan sungkan Nona, apa yang Nona lakukan untukku, melebihi apa yang bisa kulakukan untuk Nona seumur hidupku karena aku tidak akan seperti sekarang ini jika bukan karena kebaikan hati Nona," jelas Nesya sambil tersenyum.
Leana pun ikut tersenyum, Nesya minta diri untuk kembali ke meja kerjanya. Gadis yang telah menjadi sahabat Leana sejak masa kuliah itu sangat berterima kasih atas bantuan Leana hingga dia dapat menamatkan kuliahnya.
Kini gadis itu sedang mencari bukti-bukti bahwa perusahaan investasi itu sebentar lagi akan menjadi perusahaan yang bermasalah. Dengan ancaman membeberkan keadaan perusahaan itu pada publik Nesya dapat memiliki apa yang menjadi incarannya yaitu satu set perhiasan yang diinvestasikan Shanty di perusahaan itu.
Tanpa disadari Shanty perhiasan itu akhirnya jatuh ke tangan Leana. Dan benar prediksi Nesya, tak lama setelah itu pemilik perusahaan investasi itu dinyatakan sebagai tersangka dalam usaha investasi bodong.
__ADS_1
Seluruh aset pemilik usaha investasi itu dijadikan barang bukti. Tidak hanya Shanty, puluhan bahkan ratusan ribu nasabah kehilangan barang yang menjadi jaminan investasi mereka.
Shanty stress hingga jatuh pingsan dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Monica sedang menunggui ibunya saat Radian dan Leana datang. Radian membelai rambut ibunya saat mereka tiba di ruang rawat inap itu. Leana menanyakan apa yang terjadi. Monica menceritakan ibunya jatuh pingsan saat para nasabah perusahaan investasi itu melakukan demo menuntut pengembalian dana simpanan mereka.
Leana merasa bersalah hingga dalam satu kesempatan bertanya pada Nesya.
"Itu bukan kesalahan Nona, seperti yang pernah saya ceritakan bagaimana pun perusahaan itu akan segera gagal bayar. Semua bukti juga akan di sita. Kita hanya mengambil milik kita sebelum barang itu lenyap," ucap Nesya.
"Apa tidak sebaiknya kita kembalikan pada Mommy?" tanya Leana yang masih merasa bersalah.
"Barang itu tetap tidak akan bisa kembali ke tangan Ny. Shanty karena akan dijadikan dana untuk pembayaran keuntungan nasabah-nasabah lama yang sudah harus dibayarkan. Kita hanya mengambil sebelum perhiasan itu dijadikan alat bayar bagi mereka. Itu yang dilakukan perusahaan itu. Mengambil barang nasabah baru untuk membayar nasabah lama. Kita hanya beruntung mengambilnya lebih cepat sebelum digunakan perusahaan itu sebagai pembayaran nasabah lama. Tidak hanya milik Ny Shanty, puluhan ribu nasabah kehilangan barang investasinya. Jika satu set perhiasan itu tidak kita ambil tetap tidak akan kembali pada Ny. Shanty, itu kesimpulannya," jelas Nesya.
Leana mengangguk mengerti, meski itu bukan kesalahannya tapi karena perhiasan itu berada ditangannya maka Leana tetap merasa bersalah. Nesya menjual perhiasan itu dan mengembalikannya dalam bentuk uang tabungan dalam rekening Leana.
"Itu adalah uang yang Nona keluarkan untuk mendapatkan rumah milik ayah Nona sendiri. Itu adalah hak Nona," ucap Nesya berupaya menghilangkan rasa bersalah atasannya.
Mendapatkan situasi seperti itu hati Leana sedikit lega. Leana pun merawat dan menghibur mertuanya. Meski merasa begitu sedih, Shanty tak dapat menceritakan apa-apa tentang musibah yang menimpanya. Dia tidak ingin cerita, dia tidak ingin anak-anaknya tahu bahwa perhiasan itu didapatnya dengan menjaminkan rumah yang mereka tempati.
Karena saling menutupi, tanpa di sadari oleh Radian, sebagian besar harta mereka yang telah di bagikan pada Shanty dan Monica telah jatuh ke tangan Leana.
Leana hidup bahagia menjadi menantu yang menjadi harapan mertua dan iparnya. Bersama mereka saling menutupi keputusan mereka yang telah menyerahkan harta atas nama mereka menjadi milik Leana.
__ADS_1
Leana mempertahankan kebahagiaannya itu dengan menjadi istri yang baik bagi keluarga itu. Hingga satu saat Monica mendapati Leana yang sedang menangisi foto ayah dan ibu kandungnya yang tergeletak begitu saja di gudang yang tak terurus di rumah itu.
...~ Bersambung ~...