
Leana akhirnya menyadari niat Salsa. Leana sangat beruntung Radian tidak terpengaruh oleh hasutan secara tak langsung dari Salsa. Wanita itu akhirnya mengerti sikap Radian yang sempat aneh dirasakannya karena Radian yang merasa ragu akan kesetiaannya.
Namun, beruntung Radian bertahan, tak lagi cemburu buta. Berusaha menyelidiki apa yang terjadi dan memilih untuk percaya pada istrinya. Menyaksikan sendiri seperti apa hubungan Leana dan Dean.
"Terus terang awalnya aku ragu sayang, karena itu aku sangat ingin mengenalnya. Ingin tahu seperti apa hubungan kalian. Melihat sikapmu yang begitu wajar, tenang, tak terlihat seperti seorang yang menutupi sesuatu. Membuat hatiku jadi sedikit tenang meski rasa ragu itu masih ada. Maafkan aku yang sempat meragukanmu. Maafkan aku ya sayang," ucap Radian dengan wajah rasa yang bersalah.
"Nggak apa-apa Kak, yang penting sekarang kita sudah bisa mengendalikan emosi. Kakak bertahan dan tidak cemburu buta itu sudah sangat bagus," jawab Leana.
"Aku tidak mau kehilanganmu. Aku takut emosi justru memisahkan kita. Lebih aku menutup mata dan telinga jika kamu berselingkuh daripada akhirnya kita bertengkar lalu berpisah," ucap Radian.
"Kakak tutup mata dan telinga?" tanya Leana.
"Sepertinya tidak bisa," jawab Radian yang membuat Leana langsung tertawa.
"Lalu bagaimana dengan baby sitter itu, jelas-jelas dia ingin mengadu domba kita. Apa kamu ingin pecat dia?" sambung Radian bertanya.
"Biarkan saja Kak, aku ingin dia sadar. Aku ingin dia kesal sendiri karena tak berhasil mengacaukan rumah tangga kita," jawab Leana.
"Tapi kita harus hati-hati mulai sekarang. Ada musuh dalam selimut," ucap Radian.
"Ya, kita matikan AC nya agar musuh keluar sendiri dan menyerahkan diri karena kepanasan di dalam selimut," jawab Leana.
Sekarang giliran Radian yang tertawa terbahak-bahak. Membuat Salsa yang menguping di belakang pintu itu merasa heran mendengar tawa Radian yang begitu keras. Berupaya sekuat tenaga mendengar pembicaraan kedua majikannya itu tetapi tak bisa. Salsa hanya bisa mendengar tawa Radian yang begitu lepas sehingga membuatnya semakin penasaran.
Tanpa disadarinya, Rica menatapnya penuh curiga. Rica yang tak begitu suka pada Salsa karena sikapnya yang merendahkan ibunya semakin curiga pada tingkah laku Salsa. Rica tak ingin tinggal diam. Mulai saat ini, dia ingin mengawasi Salsa. Rica ingin mengawasi seluruh tindak tanduknya.
"Rica, aku ingin memberimu hadiah," ucap Leana saat sarapan pagi bersama.
__ADS_1
Leana menyerahkan shopping bag ukuran kecil dengan logo counter ponsel terkenal. Bisa ditebak apa isinya. Gadis itu bahkan ternganga mendapatkan hadiah itu sementara Salsa yang menyaksikan itu tumbuh rasa iri dihatinya.
"Apa ini Kak?" tanya Rica heran tapi tetap saja tangan gadis itu menerima hadiah yang disodorkan Leana.
"Itu hadiah untuk gadis pekerja keras, yang menjalani hidup dengan jujur, bersemangat untuk hidup lebih maju dan mandiri," jawab Leana.
"Wah, makasih banyak Kak. Ini benar-benar di luar dugaan. Makasih banyak Kak Leana, makasih banyak Kak Radian," ucap Rica dengan wajah yang berbinar.
"Jangan berterima kasih padaku, ini murni keinginan istriku sendiri," ucap Radian tak enak hati karena tak merasa ikut campur dalam pemberian hadiah itu.
"Ya, Kak Radian, tapi aku tetap ingin berterima kasih karena Kak Radian punya istri yang begitu baik," ucap Rica begitu polos. Semua tertawa mendengar ucapan Rica.
"Aku punya istri yang baik itu adalah sebuah anugerah untukku. Aku justru berterima kasih karena dia bersedia jadi istriku," ucap Radian.
"Ya, kalian pasangan yang serasi. Saling melengkapi dan bersyukur bisa saling memiliki. Aku belum pernah melihat pasangan sebaik kalian. Saling mendukung untuk berbuat baik. Aku doakan semoga pernikahan kalian langgeng. Tak ada yang bisa memisahkan kalian. Semua yang berniat jahat pada kalian, yang ingin mengganggu rumah tangga kalian akan tersingkir dalam keadaan yang mengenaskan–"
"Mengerikan sekali doamu. Aku jadi bergidik," ucap Leana.
"Wah pemikiranmu luar biasa. Jauh ke depan, Papa tidak menyangka, ini adalah anak yang Papa besarkan," ucap Ridwan Putra.
"Ya ya Pa, pemikiran Rica sudah dewasa sekarang," ucap Ratih.
"Itu berkat bekerja sambil belajar sifat orang lain dan yang menjadi guruku adalah Kak Livia. Aku belajar banyak dari kebaikannya karena itu aku ingin Kak Livia selalu bahagia, agar bisa selalu berbuat baik. Doaku semoga yang berniat jahat akan mendapat ganjaran yang setimpal. Jangankan telah melakukan perbuatan jahat. Berniat saja, semoga langsung dapat ganjaran," ucap Rica lagi.
Mendengar itu Salsa langsung tertunduk. Gadis itu sama sekali tak menduga kalau ucapan-ucapan itu, sengaja diucapkan Rica untuk menyindir dirinya. Karena hingga saat ini, Salsa tidak sadar kalau Rica dan pasangan suami istri itu telah tahu niat buruknya. Menurutnya apa yang diucapkan Rica seperti untuk orang lain yang berniat jahat pada Radian dan Leana tetapi Salsa merasa menjadi bagian dari orang-orang yang berniat jahat itu.
Sejak itu Salsa terlihat murung, tak ada satupun yang niat atau rencana yang ingin dilakukannya untuk mengganggu keutuhan rumah tangga Leana dan Radian. Hanya melakukan tugas sehari-hari sebagai baby sitter.
__ADS_1
"Aku penasaran Kak, apa yang akan dilakukan Salsa sekarang," ucap Leana.
"Sepertinya nggak ada. Apa lagi sekarang kamu tidak temani Reno lagi. Kalian cuma di rumah, apa rencana yang bisa dilakukannya untuk mengganggu kita?" tanya Radian.
"Aku penasaran, apa dia benar-benar sadar atau sekedar tak menemukan ide untuk mengganggu kita?" tanya Leana.
"Kalau itu aku tidak tahu sayang," jawab Radian.
"Bagaimana kalau kita tes dia," ucap Leana.
"Tes bagaimana?" tanya Radian.
"Apa yang akan dilakukannya jika menghadapi situasi di mana cuma ada kalian berdua di rumah–"
"Apa?" tanya Radian kaget.
"Ya, apa dia akan merayu Kakak atau tidak," ucap Leana.
"Nggak ah, nekat sekali punya rencana seperti itu, kalau memang dia berniat jahat lalu menggodaku bagaimana? Nggak ah, beresiko terhadap rumah tangga kita. Aku tidak setuju," tegas Radian.
"Kakak takut tergoda oleh dia ya?" tanya Leana dengan tatapan penuh selidik.
"Aku tergoda dia? Nggak mungkin," jawab Radian.
"Oh ya? Lalu kenapa takut?" tanya Leana.
"Oh jadi ini sekalian tes untuk aku? Untuk menilai kesetiaanku?" tanya Radian.
__ADS_1
Leana tertawa. Dalam hatinya tak meragukan kesetiaan Radian lagi tetapi melihat laki-laki itu yang cukup panik mendapat tantangan seperti itu, menjadi hal yang menarik bagi Leana.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...