
Ricky datang ke rumah atas undangan Leana. Mereka asyik berbincang hingga akhirnya sampai pada pembicaraan tentang bayi yang dikandung Camelia. Ricky mendapat konfirmasi bahwa bayi yang dikandung Camelia bukankah bayinya. Itu pun langsung dari Camelia sendiri.
"Entah dia berbohong demi tujuan sesuatu atau karena dia tidak ingin aku yang menjadi ayah dari anak yang dikandungnya. Entahlah yang pasti dia menyatakan kalau bayi yang dikandungnya bukan bayiku," ujar Ricky.
Mereka akhirnya penasaran bayi siapa yang dikandung Camelia. Leana bahkan sempat mencurigai suaminya. Namun setelah mendapat penjelasan akhirnya mereka pun mencari terduga yang lain. Dugaan pun jatuh pada Ezra karena menurut Ricky sempat akrab dengan Camelia.
"Tentu saja mereka akrab. Mereka bahkan hampir menikah, hanya tinggal menunggu hari," jelas Leana.
Ricky mengangguk. Tetap di saat membicarakan Ezra, tiba-tiba Monica datang dan mendengarkan pembicaraan mereka. Monica langsung panik, Leana sangat takut Monica salah paham apalagi sampai membatalkan pernikahan.
"Tenang Monic, kami cuma asal menduga-duga. Lagi pula jika dia ayah dari bayi itu nggak mungkin membatalkan pernikahan. Justru dia akan bertanggung jawab," jelas Radian.
"Wah baru kali ini Kak Radian membela Kak Ezra," ucap Leana sambil tertawa.
"Ya, aku berkata bukan untuk membela tetapi hasil pemikiranku saja. Sama seperti aku dulu, jika dikatakan sebagai ayah dari bayi, bagaimana mungkin kita bisa menghindar?" jawab Radian.
"Tapi Ezra bukan Kakak yang mau bertanggung jawab. Bisa jadi justru karena Camelia telah hamil makanya pernikahan si batalkan," ucap Monica tertunduk.
"Nggak mungkin juga Kak Monic. Kak Ezra itu sepertinya sangat sayang anak-anak. Jadi jika mengetahui ada bayinya di rahim Camelia, dia pasti akan menikahinya. Minimal untuk mengakui anak itu sebagai darah dagingnya. Lagi pula dia sangat terkejut saat mendengarkan Camelia hamil," jelas Leana.
"Sekarang bukan hanya sekedar minta pertanggungjawaban dia sebagai ayah dari bayi tapi … ini menunjukkan hubungan mereka yang sudah terlalu jauh. Kak Ezra bisa jadi memang telah pernah tidur dengannya," ucap Monica lalu tertunduk.
"Siapa yang meniduri siapa?" tanya Ezra tiba-tiba datang ke rumah itu.
Ezra menatap satu persatu orang-orang yang sedang berbincang. Monica langsung menghampiri calon suaminya yang baru datang. Mereka berkumpul di beranda belakang sambil menatap taman asri di belakang rumah hingga tak menyadari kedatangan laki-laki itu.
"Kami sedang membicarakan Camelia. Kami semua heran bayi siapa sebenarnya yang dikandungnya," jawab Monica sambil mengapit calon suaminya itu.
__ADS_1
"Jadi mencurigai itu bayiku?" tanya Ezra.
Leana tertawa tertahan, Ezra langsung menoleh. Melihat wanita itu tak bisa menahan tawanya, laki-laki itu pun tersenyum. Ezra mengucek rambut model cantik calon istrinya itu. Monica cemberut manja.
"Kalau aku sempat tidur dengannya? Dia pasti manfaatkan kehamilannya itu untuk menjebak aku. Dia justru kebingungan saat aku menanyakan kehamilannya karena pasti aku tidak pernah menidurinya, mengerti?" tanya Ezra.
"Mengerti," jawab Monica juga Leana.
Mereka semua tertawa. Leana baru teringat kalau niatnya mengundang Ricky datang ke rumah karena ingin mengenalkannya pada adik tiri Radian itu. Leana pun meminta pelayan memanggil Rica untuk bergabung dengan mereka.
"Jadi para laki-laki yang berkumpul malam ini adalah korban cinta palsunya Camelia?" tanya Leana sambil menunggu Rica datang.
Semua laki-laki itu saling pandang lalu tertawa. Bisa dikatakan semua memang merasakan penipuan dari Camelia. Ezra hampir terjebak menikah oleh Camelia. Radian bahkan sempat menikah wanita.
"Cuma Ricky yang agak beruntung dan tidak terkena tipuan," ucap Radian sambil tertawa.
"Ternoda yang menguntungkan ya kan? Bukannya dia jadi bayar kamu?" tanya Radian.
"Ya bayar tapi nggak sesuai iming-iming. Jantungan mendengar mendadak punya bayi lebih mengerikan daripada nikmatnya tidur dengan dia," ucap Ricky.
"Bohong!" ucap Leana langsung.
"Benar Bu, penuh rasa ragu dan ketakutan. Kalau tiba-tiba dia ngamuk trus bunuh aku bagaimana?" tanya Ricky sambil tersenyum.
"Tubuhmu besar seperti masa takut dengan Camelia," ucap Radian.
"Dia itu nenek sihir Bang, licik masalahnya. Kalau ajak berantem aku nggak takut tapi adu kelicikan aku angkat tangan," jawab Ricky lalu tertawa.
__ADS_1
Semua ikut tertawa. Tak lama kemudian, Rica datang. Gadis itu menyalami semua tamu. Leana memperkenalkan Rica pada Ezra yang belum sempat bertemu dengannya juga pada Ricky.
"Ricky, ini Rica, adik tirinya Kak Radian. Saat ini sedang belajar bertanggung jawab dan serius ingin menjadi orang yang sukses. Aku berharap kamu bersedia menuntunnya, membimbingnya hingga menjadi seorang wanita yang bertanggung jawab dan sukses dalam hidupnya–"
"A-apa? Aku? Apa Bu Leana tidak salah? Di sini berkumpul orang-orang sukses semua. Kenapa memilih aku untuk menjadi pembimbingnya? Aku ini siapalah Bu? Sukses juga belum tentu?" tanya Ricky malu-malu.
"Kami ini hanya pendukung dan hanya bisa sebagai contoh yang pasif. Berbeda denganmu yang bisa memberinya contoh secara aktif. Saat ini, Rica merintis persis seperti kamu. Menjadi seorang office girl dan berencana bekerja sambil kuliah. Di antara kami hanya kamu yang memiliki pengalaman berharga itu. Menjadi orang yang sukses seperti kami mungkin bisa kamu capai tapi apa yang kamu alami, pengalaman yang kamu dapatkan tidak akan pernah kami dapatkan. Jangan bimbang akan masa depanmu. Kak Radian sudah melihat potensimu, tinggal kesempatan dari siapa yang akan kamu pilih. Dari perusahaan yang dipimpin olehku atau perusahaan yang dipimpin oleh Kak Radian?" tanya Leana.
"Atau perusahaanku? Kalau tidak salah kamu office boy di perusahaanku?" tanya Ezra.
"Wah, tiga perusahaan besar menawarkan kesempatan untukmu. Suatu prestasi yang luar biasa," ucap Radian.
"Kehormatan besar untukku Bang," ucap Ricky bersemangat. Semua mengangguk setuju.
"Jadi bukankah kamu yang paling tepat untuk membimbing Rica?" tanya Leana.
Ricky langsung menoleh ke arah Rica. Meski masih tak mengerti tujuan Leana sebenarnya memintanya untuk membimbing Rica tetapi akhirnya, Ricky bersedia menerima permintaan Leana. Saat ditanyakan pada Rica, gadis itu pun setuju. Semuanya merasa lega dan kembali berbincang-bincang santai.
Leana bersyukur Ricky bersedia membimbing Rica. Bisa dikatakan mereka bisa memulai dari berteman. Leana berharap mereka memiliki kecocokan dan bisa menjalin hubungan yang lebih serius. Wanita itu pun meminta pendapat Pak Ridwan Putra dan Bu Ratih sebagai orang tua dari Rica.
Mendengar niat Leana yang mendekatkan Rica pada seorang office boy tadinya membuat Bu Ratih merasa tersinggung tetapi saat menceritakan potensi Ricky, ibu itu akhirnya berpikir serius.
"Sangat disayangkan laki-laki baik yang memiliki rasa tanggung jawab dan semangat untuk sukses seperti itu dilewatkan begitu saja. Saat ini tiga perusahaan besar sudah siap menampungnya. Tinggal di wisuda, dia akan segera menjadi orang sukses," jelas Leana.
"Benarkah? Dia sudah mau tamat?" tanya Ratih.
Leana mengangguk. Mendengar ucapan Leana, Bu Ratih akhirnya bersedia merestui putrinya dekat dengan Ricky. Sementara Rica sendiri telah berharap pada mahasiswa itu karena telah terlanjur kagum padanya.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...