Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 130 ~ Semua Menderita ~


__ADS_3

Radian menegur istrinya yang begitu sibuk mencari Revani hingga melupakan tanggung jawabnya sebagai ibu dari Revano. Semua itu diungkapkan Radian bukan karena kesal Leana yang tak peduli lagi pada keluarganya tetapi lebih karena rasa khawatir Radian terhadap istrinya.


Bagaimanapun juga, Leana perempuan. Pergi seharian seorang diri tentu membuat Radian sangat khawatir. Sementara melarangnya pun Radian tak tega. Mendengar ucapan Revano, Radian mendapat kesempatan untuk menyatakan keberatannya.


Diungkit seperti itu Leana tak sanggup menahan kesedihannya. Wanita itu jatuh terduduk di lantai, menangis sesenggukan. Leana bahkan tak berani mendekati suaminya untuk mendapatkan sebuah pelukan menenangkan. Radian mendekat dan langsung memeluk tubuh istrinya. Tak tega membiarkan wanita itu menanggung kesedihan seorang diri.


"Aku bersalah Kak. Aku yang menghilangkannya. Malam itu aku ingin membawanya tidur di kamar kita, tapi tidak aku lakukan. Aku sangat menyesal Kak. Tolong jangan benci aku," ucap Leana menangis dalam pelukan Radian.


"Tak ada yang menyangka akan terjadi hal seperti ini sayang. Tak ada yang menyalahkanmu. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri lagi. Apa yang terjadi pada kita ini menjadi kesedihan kita semua. Tak ada yang membebankan semua ini padamu. Percayalah, kami semua juga mencarinya. Tak peduli siapa yang akan menemukannya lebih dulu. Kami juga sedih dan berusaha juga semampu kami Livia. Jadi jangan paksakan dirimu. Aku tidak mau kamu jatuh sakit atau mendapat kesulitan nanti. Aku khawatir padamu sayang," ungkap Radian sambil membelai rambut istrinya.


Tak terkira bagaimana sedihnya laki-laki itu karena hingga kini putri kesayangannya tak tentu rimbanya. Tak ada yang tahu di saat jam kerja, Radian juga dihabiskannya untuk mencari-cari putri tercintanya itu. Tak jarang laki-laki itu menangis seorang diri di parkiran mobil, di kamar mandi atau pun di ruang kerjanya. 


Begitu lelah hati dan pikirannya hingga laki-laki itu bahkan menghentikan laju mobilnya karena tak mampu lagi mengemudi tanpa genangan air di pelupuk matanya. Namun, saat tiba di rumah, Radian tak ingin terlihat terlihat lemah. Sebagai kepala keluarga, Radian harus kuat di mata seluruh keluarganya.


Melihat Leana yang begitu lelah. Radian menggendong istrinya dan membaringkannya perlahan di atas ranjang. Mengecup kening wanita itu lalu turun ke bibirnya. Leana merasa tak sanggup membalas ciuman itu karena suasana hatinya yang masih risau. Wanita itu hanya diam membisu.

__ADS_1


"Aku siapkan makan malam untukmu ya sayang," bisik Radian yang tak yakin wanita itu memperhatikan gizinya lagi.


Merenggangkan pelukannya hendak beranjak dari kamarnya. Leana menahan tangan laki-laki itu. Lalu melingkarkan tangannya di leher laki-laki itu. Leana tahu apa yang Radian inginkan. Sejak Revani hilang, wanita itu tak pernah lagi melayani suaminya.


"Jangan sayang, kamu pasti sudah lelah," bisik Radian.


Leana tak peduli. Wanita itu ingin menghilangkan rasa bersalahnya pada Radian karena telah mengabaikan laki-laki itu selama beberapa hari. Radian menolak karena tak ingin membuat wanita itu merasa terpaksa melayaninya. Leana tetap menginginkannya dan Radian pun tak bisa menolak lagi.


Leana melayani suaminya dengan sungguh-sungguh. Menikmati aksi bercinta suaminya yang telah cukup lama diabaikannya. Dengan air mata yang mengalir karena penyesalan, Leana melayani Radian hingga laki-laki itu terlelap.


Melakukan apa saja untuk menghabiskan malam. Berjalan-jalan sendiri di pinggir kolam. Berendam di air hangat, sekian lama tetapi tetap tak memperbaiki suasana hatinya hingga akhirnya memilih duduk seorang diri di balkon kamar.


Dengan air mata yang mengalir, Leana menatap galeri layar ponselnya. Menatap satu persatu foto putrinya yang belum kembali kepangkuannya. Setiap kali melihat cantiknya Revani dan teringat renyah tawanya, Leana ikut tertawa tetapi dengan air mata yang menitik. Segera wanita itu menutup mulutnya agar isaknya tak terdengar.


Tiba-tiba Leana merasakan ponselnya yang bergetar. Sederet nomor telepon tak dikenalnya menghubunginya. Teringat Revani, tak peduli apa pun, Leana langsung menerima panggilan telepon itu.

__ADS_1


"Bu Leana, ini aku Salsa," ucap suara di seberang seperti berbisik.


"Salsa! Salsa kamu di mana? Mana putriku? Tolong kembalikan putriku! Tolonglah!" ucap Leana memohon.


"Cepatlah kemari! Aku akan kembalikan Revani," ucap Salsa dari seberang.


Leana tercengang. Tak menyangka akan mendengar hal itu dari mulut Salsa sendiri. Leana ingin membangunkan suaminya tetapi Salsa melarang. Gadis baby sitter itu meminta Leana segera menemui dirinya seorang diri dan segera.


"Atau Bu Leana tak akan bertemu dengan Reva lagi," ucap Salsa.


"Apa?" tanya Leana spontan.


Tanpa pikir panjang, wanita itu segera mengambil kunci mobil. Berlari tanpa meninggalkan suara sedikit pun. Leana tak peduli apa pun bahaya yang akan menimpanya. Dendam apa pun yang akan dilampiaskan Salsa padanya akan Leana terima asalkan wanita itu bisa segera memeluk putrinya.


Seperti yang diperintahkan Salsa, wanita itu segera melaju ke alamat yang telah disebutkan Salsa. Wanita itu pasrah apa pun yang akan terjadi. Ditipu, dijebak, dibunuh atau apa pun akan dijalaninya. Semua itu akan dipilihnya, asalkan wanita itu bisa mengetahui keberadaan putrinya. Karena tanpa Revani hidupnya sangat menderita.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2