Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 141 ~ Insiden di Pesta ~


__ADS_3

Beberapa orang anak kecil berlari hendak bermain bersama Revano. Anak laki-laki yang tadinya di gendong oleh Camelia itu segera meminta turun untuk menyongsong teman-temannya. Karena permintaan Revano, perlahan Camelia menurunkan anak itu dari gendongannya setelah menyuruh Revano memilih kue yang diinginkannya.


Begitu semangatnya anak-anak itu berlari hingga salah satu dari mereka menabrak meja hidangan. Tiang yang menjadi wadah penempatan ukiran balok es yang berukuran besar itu pun bergoyang dan hendak jatuh. Melihat itu Camelia langsung mendorong tubuh Revano, sementara dia sendiri sangat sulit untuk melangkah.


Malang tak terelakkan, balok es itu jatuh menimpa tubuh Camelia. Revano yang jatuh dan kaget langsung menangis. Bukan karena dirinya yang sakit karena jatuh tersungkur tetapi melihat Cemelia yang tertimpa balok es besar hingga membuatnya jatuh pingsan. Bagian kepalanya pun mengeluarkan darah.


"Tante!" jerit Revano.


Suara benda jatuh itu saja sudah mengejutkan para tamu undangan. Pecahan es pecah berantakan menumpuk di atas tubuh Camelia. Para tamu segera berlarian mengejar. Tak terkecuali Leana dan Radian yang juga mendengar jeritan anaknya.


"Tante, bangun!" jerit Revano menangis sambil menepis dan membuang pecahan balok es di tubuh Camelia.


Leana langsung menangis terduduk di lantai sambil memeluk putranya. Revano masih berupaya membuang pecahan balok es di atas tubuh Camelia yang pingsan itu. Melihat itu, Leana segera meminta tolong pada para undangan untuk membawa Camelia ke parkiran mobilnya. 


"Ada apa?" tanya Monica dan Ezra yang turun dari panggung pelaminan untuk melihat apa yang terjadi.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, kalian kembalilah. Ini Camelia mendapat kecelakaan. Kita tidak tahu apa yang terjadi, kami pergi dulu," ucap Radian yang segera pergi bersama istrinya membawa Camelia ke rumah sakit.


Leana menitipkan putra putrinya pada Salsa, Rica dan Ratih. Sementara dirinya dan Radian segera membawa Camelia yang telah digotong tamu undangan menuju parkir mobil. Segera Radian melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Sementara Leana duduk di bangku belakang memangku kepala Camelia.


"Apa yang terjadi?" tanya Radian sambil melihat sekilas ke bangku belakang.


"Entahlah kak, tadi Reno menangis di sampingnya. Aku rasa dia terkena timpa patung ukiran balok es itu," jelas Leana sambil menahan tangisnya.


"Jangan menangis sayang, kita doakan semoga dia baik-baik saja," ucap Radian.


Radian pun kembali konsentrasi mengemudikan mobilnya. Begitu tiba di rumah sakit, segera Radian memanggil bantuan. Petugas medis segera menjemput pasien dengan membawa brankar mendekati mobil Leana. Camelia segera mendapatkan pertolongan di unit gawat darurat. 


Saat menunggu penjelasan dokter, Leana duduk bersandar di dada suaminya. Membayangkan Revano yang menangis begitu sedih membuatnya tak sanggup membayangkan apa yang terjadi. Radian mengusap lengan istrinya sambil sesekali mengecup puncak rambut wanita yang dicintainya itu.


Tak sedikit pun, tersisa dendam di hati keduanya terhadap Camelia. Yang ada hanya rasa khawatir akan keselamatan wanita itu. Keduanya berdoa di hati agar dokter segera memberikan penjelasan yang melegakan hati.

__ADS_1


Tak lama kemudian petugas medis keluar dari bilik penanganan darurat itu. Segera Leana dan Radian menghampiri dokter untuk menanyakan keadaan Camelia. Dokter itu pun menjelaskan keadaan Camelia.


"Pasien kemungkinan mengalami geger otak. Berapa tingkat keparahannya akan kita ketahui setelah melakukan ST Scan terhadap pasien. Saat kepala seseorang tertimpa benda berat, efek yang ditimbulkan bisa saja muncul belakangan hari. Untuk itu pasien harus dilakukan rawat inap," jelas dokter.


"Oh ya ampun, kasihan sekali Camel. Baru dua bulan yang lalu keluar dari rumah sakit. Sekarang harus menjalani rawat inap lagi. Kasihan sekali ya kak," ucap Leana.


"Ya, kita juga tak boleh lupa memberi tahu keluarganya," ucap Radian.


"Ya ampun, kita lupa membawa Salsa. Dia pasti sangat khawatir sekarang," ucap Leana.


"Nanti setelah Camel di pindahkan ke rawat inap dan pesta pernikahan telah selesai, kita ajak semua kemari," ucap Radian menghibur istrinya.


Tak lama kemudian Camelia di dorong menuju rawat inap. Selama dirawat nanti, Camelia menjalani beberapa kali pemeriksaan CT scan. Salah satu hal yang membuat Leana terharu adalah perbuatan Camelia yang telah menolong putranya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2