Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 110 ~ Tetap Setia ~


__ADS_3

Pak Ridwan Putra menceritakan usulan Radian istri dan putri tirinya. Mendengar itu, kedua perempuan itu sangat bahagia. Pak Ridwan Putra pun segera mengajak untuk menemui putra dan menantunya di rumah mewah itu. Mereka sangat bahagia mendapat kesempatan untuk menginjakkan kaki di rumah mewah itu.


Radian dan Leana menyambut kedatangan keluarga ayahnya itu dengan hangat berbeda dengan sikap Shanty dan Monica yang memandang keduanya dari ujung kaki hingga ke ujung kepala. Leana menyiapkan makanan dan kamar untuk mereka.


"Baik sekali ya Pa, Kak Radian dan istrinya," ucap putri tiri Pak Ridwan Putra.


"Karena itu, jangan ganggu keluarga mereka. Dia sudah sangat baik pada kita. Tetap menganggap Papa ini sebagai ayah mertuanya meski kita hidup seperti gembel. Semua harta ini milik ayah Livia. Termasuk perusahaan yang dipimpin oleh Radian. Kita ini tidak punya apa-apa. Kalau kamu ganggu Radian, kita semua bisa diusir, habis semua. Jika tidak diusir pun Radian yang akan pergi sendiri dari rumah ini. Dia orang yang berprinsip, tak akan menumpang pada orang yang telah disakiti olehnya. Jadi ingat! Kamu goda Radian, itu sama saja menggali kuburanmu sendiri!" ucap Ridwan Putra.


"Seram amat sih Pa," ucap gadis itu.


"Rica, itu perumpamaan. Artinya apa yang kamu lakukan bisa mencelakakan dirimu sendiri. Livia dan Shanty itu berbeda. Kalau Mamamu godain Papa hingga tinggalkan Shanty, yang juga tidak punya apa-apa. Papa tidak bergantung pada Shanty, berbeda dengan Radian, kalau meninggalkan Livia, dia bisa kehilangan semuanya. Kamu juga tidak akan dapat apa-apa. Jadilah orang baik, maka kamu akan mendapatkan orang baik juga, seperti Radian dan Livia," sambung Ridwan.


Saat asyik berbincang di kamar tamu itu, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Rica membukakan pintu dan langsung berhadapan dengan Leana. Pak Ridwan Putra langsung menghampiri. Dengan rasa hormat mempersilahkan Leana masuk ke dalam kamar itu.


"Apa ada yang dibutuhkan atau ada yang kurang nyaman, Ma? Rica?" tanya Leana.


Kedua orang yang disapa Leana itu saling berpandangan lalu menggelengkan kepalanya. Radian muncul di sana dan ikut menanyakan pendapat keluarga ayahnya itu untuk menginap di rumah itu sementara waktu. Rica menatap Radian tanpa berkedip membuat Leana merasa kalau, gadis itu terpesona pada suaminya. Sementara Radian hanya bersikap sewajarnya pada keluarga ayahnya itu.


"Kamar ini sangat nyaman Livia, Radian, jauh dari yang bisa kami bayangkan," jawab istri dari ayah mertuanya itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, Rica bisa mengambil kamar di sebelah, Papa dan Mama bisa sekamar di sini–"


"Apa? Aku dapat kamar sendiri?" tanya Rica.


"Ya, nggak mungkin satu kamar ini bertiga kan?" tanya Livia.


"Tidak apa-apa Livia, sebenarnya kami sudah biasa sekamar bertiga," ucap Ridwan Putra.


"Ya, tapi di sini masih ada kamar lain yang masih kosong Pa, kenapa harus sekamar bertiga. Nanti biar pelayan yang antar ke sana. Papa dan Mama silahkan istirahat," ucap Leana lalu mengajak suaminya keluar dari kamar itu.


Leana pun perintahkan pelayannya melayani Rica. Saat mereka masuk ke kamar Leana langsung mengajak suaminya bicara. Rasa penasaran untuk melihat wajah Rica dari dekat dan mengetahui melihat seperti apa tingkah gadis itu saat berhadapan dengan Radian akhirnya bisa terjawab.


"Kamu ini ingin buktikan apa? Kalau ada yang naksir aku? Banyak yang naksir aku sayang," jawab Radian.


"Ih Kakak ini sekarang sudah berubah. Dulu begitu cuek sama perempuan–"


"Lalu? Sekarang ini memang nggak cuek?" tanya Radian.


"Dulu lihat cewek, wajahnya cemberut. Tatapan matanya tajam menakutkan, merasa terganggu kalau diperhatikan cewek. Sekarang seperti sudah terbiasa dan terlihat enjoy ditaksir banyak cewek," ucap Leana.

__ADS_1


"Dulu itu hidupku tertekan sayang. Aku merasa tidak diperhatikan, tidak disayangi, itu membuat pikiranku tidak terbuka. Aku menganggap bersikap baik pada gadis mana pun tak ada gunanya. Karena suatu saat mereka akan melihat sisi kehidupanku yang buruk dan mereka akan menjauh dariku–"


"Kakak takut dijauhi?" tanya Leana yang dibalas dengan anggukan oleh Radian.


"Apalagi oleh seseorang yang aku sayang. Aku semakin ingin tertutup, agar dia tak tahu bagaimana sisi gelap kehidupanku. Tapi sekarang, aku sudah yakin dia mau menerimaku apa adanya, kenapa aku harus bersikap tertutup lagi. Yang terpenting bagiku sekarang ini, hanya menjaganya agar tetap mencintaiku. Karena itu aku harus tetap setia padanya agar aku bisa tetap mendapatkan cintanya," ungkap Radian sambil menangkup wajah istri yang dicintainya itu.


"Seseorang yang di sayang itu aku?" tanya Leana.


"Siapa lagi?" tanya Radian.


"Mungkin cinta pertama Kak Radian?" tanya Leana.


"Ya benar, dia cinta pertamaku–"


"Betul kan? Bukan aku," ucap Leana merasa benar.


"Ya, tapi cinta pertamaku itu kamu," ucap Radian yang langsung mengecup bibir istrinya.


Leana tersenyum, lalu membalas ciuman lembut itu. Sekarang Leana sudah yakin. Meski Radian telah bersikap terbuka pada perempuan, bukan berarti Radian akan mudah jatuh cinta pada perempuan lain. Karena Radian hanya mencintai satu cinta yaitu cintanya untuk Leana.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2