Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 138 ~ Membatalkan ~


__ADS_3

Akhirnya Camelia pasrah. Melihat situasinya sendiri yang bisa melarikan diri. Ibunda Cemelia juga memohon agar putrinya sadar dan mengakui kesalahannya. Memohon agar putrinya mau meminta maaf pada Radian dan keluarganya. Ibu itu sangat takut putrinya mendapat hukuman yang berat.


"Radian tolong maafkan putriku, aku janji aku akan menjaganya. Jika dia berbuat jahat lagi biarlah aku yang menjadi penebusnya. Aku terlalu memanjakannya. Selalu mengikuti semua keinginannya. Dia tumbuh menjadi orang yang egois hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri semua karena aku. Tangkaplah aku, lihatlah di sedang terluka dan kesakitan. Aku tak tega jika dia dipenjara. Aku takut banyak yang jahat padanya. Tolonglah nak, maafkan putriku. Ini salahku biar aku bersimpuh padamu memohon ampun," ucap ibu itu lalu duduk berlutut di kaki Radian.


Laki-laki itu langsung melangkah mundur. Tak tega melihat ibu itu yang bersimpuh di kakinya. Melihat itu Camelia menangis. Jika selama ini wanita itu masih merasa sombong dan tak mau mengakui kesalahannya. Kini melihat ibunya yang duduk dilantai demi meminta maaf padanya, wanita itu tak bisa lagi menahan tangisnya.


Teringat ibunya yang selalu menyayanginya, memanjakannya. Kini harus bersimpuh karena kesalahannya. Wanita itu akhirnya sadar, bahwa apa yang dilakukannya tak lepas dari tanggung jawab orang tuanya.


"Mama, biarkan Camel menerima hukumannya. Ini kesalahan Camel. Ini dosa Camel yang terlalu mengikuti keinginan sendiri. Mama jangan menanggung dosa Camel, biar Camel yang menghadapi hukuman," ucap Camelia akhirnya.


"Nggak nak, kamu nggak tahu bagaimana kejamnya hidup dibalik jeruji besi. Kamu tak akan kuat nak. Biarlah Mama yang menggantikanmu. Ini dosa mama yang tak bisa mengajarimu," ucap ibu itu masih bersimpuh di hadapan Radian.


Leana tak tega hingga akhirnya mengajak ibu itu berdiri kembali. Ibu itu justru menggelengkan kepalanya. Ingin tetap bertahan sampai Radian melepaskan putrinya.


"Ibu ayo berdirilah! Jangan seperti ini," ucap Leana tak tega.

__ADS_1


"Nggak apa-apa nak, biarlah ibu yang menerima hukumannya ya. Kalian tuntut saja ibu. Lepaskan Camelia. Dia tidak akan kuat hidup di penjara walau cuma sebentar," ucap ibu itu memohon.


"Baiklah bu, akan kami pertimbangkan. Sekarang ibu berdirilah!" ucap Leana memohon ibu itu berdiri.


Mendengar Leana berjanji akan mempertimbangkan tuntutan itu, ibu itu akhirnya bersedia berdiri. Lalu berterima kasih pada Leana. Segera ibu itu menghampiri putrinya dan memeluknya.


 


Saat makan malam bersama di rumah, Leana memutuskan untuk mencabut tuntutannya terhadap Camelia. Tentu saja keputusan itu mendapat penolakan dari seluruh anggota keluarga. Terlebih lagi oleh Radian dan Shanty, ibu mertuanya.


"Apa-apaan kamu Livia, setelah diperlakukan seperti itu, kamu masih mau memaafkan dia?" tanya Shanty.


"Aku rasa sekarang dia sudah jera kak. Melihat ibunya bersimpuh karena kesalahannya, aku rasa dia sudah sadar sekarang–"


"Tapi …."

__ADS_1


"Bagaimana kalau dihatinya memang benar-benar telah sadar dan kita tidak beri dia kesempatan. Kita sangat jahat kak. Bagaimana kalau dia ingin berubah tapi justru kita yang tidak percaya dan membuatnya putus asa lalu memilih jalan pintas. Kita yang akan menyesal nantinya," ucap Leana.


"Tapi entah kenapa, aku selalu merasa kalau dia sulit berubah," ucap Radian.


"Mungkin karena berkali-kali dia menjahati kita sementara kita bebaskan dia begitu saja. Sekarang kita jelas-jelas berniat menuntutnya. Terlihat kalau Camelia juga merasa ketakutan terlebih lagi ibunya yang ingin menggantikan hukumannya," jelas Leana.


"Kalau dia berbuat jahat lagi, dan tidak bisa tertolong lagi, kita akan menyesal seumur hidup," ucap Shanty menakuti.


"Aku rasa, akan mudah bagi kita menuduh dia dan dia pasti akan menjaga dirinya agar tidak mendapat tuduhan lagi dari kita. Dia akan menjauh dari kita," jelas Leana.


"Terserah kamu Livia, karena yang paling menderita dengan hilangnya Reva adalah kamu," ucap Shanty.


"Aku ingin beri dia kesempatan kali ini Mommy. Jika dia berbuat salah lagi, aku sendiri yang akan menuntutnya," ucap Leana.


Radian pasrah atas keputusan istrinya. Pada dasarnya semua yang dilakukan Radian semua demi Leana. Menghukum Camelia, juga dilakukannya demi ketenangan hati Leana. Namun, jika Leana sendiri merasa tak tenang menghukum orang, apa mau dikata, Radian tak bisa berbuat apa-apa lagi.

__ADS_1


 


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2