
Shanty keluar dari ruang bersalin dengan perasaan haru. Wanita setengah baya itu tak menyangka Leana yang memang telah memaafkannya sungguh-sungguh telah melupakan masa lalu mereka yang buruk. Perlakuan jahat Shanty terhadap Leana sejak kecil seolah telah terhapus bersih dari hatinya.
"Apa sebaiknya Mommy panggil Radian?" tanya Shanty yang melihat Leana menahan rasa sakit setiap kali mengalami kontraksi.
Di saat rasa sakitnya reda, Shanty meminta izin Leana untuk membiarkan Radian masuk. Shanty berharap dengan ditemani Radian, wanita itu bisa lebih tegar.
"Nggak usah Mommy, kalau Kakak masuk, justru bikin aku panik. Rasa cemas Kak Radian itu melebihi rasa cemasku. Aku yang lebih tenang justru tambah paniknya karenanya," jelas Leana lalu tertawa.
"Ah masa sih? Radian biasanya sangat tenang. Bukan dia yang mau melahirkan, kok malah dia yang bikin kamu panik?" tanya Shanty juga sambil tertawa.
__ADS_1
"Ya Mommy, karena itu, aku ingin Mommy yang temani aku. Mommy adalah Mamaku sekarang, karena aku tak punya Mama lagi. Apa Mommy bersedia temani aku?" tanya Leana.
Mendengar itu Shanty mengangguk dengan mata yang berkaca-kaca. Wanita setengah baya itu bersedia menemani menantunya menjalani persalinan. Setiap kali Leana merasakan sakit kontraksi, wanita itu akan menggapai tangan ibu mertuanya.
Shanty merasa dirinya sangat berarti bagi Leana. Setiap kali wanita itu merasakan kontraksi yang semakin lama semakin sering dirasakannya, Leana akan menggenggam tangan ibu mertuanya hingga akhirnya Leana berhasil melahirkan bayinya. Saat itu Shanty meminta izin untuk menemui putranya.
Semua yang menunggu di luar langsung menyambut ibu yang terlihat letih dan tertunduk itu. Radian dan yang lain langsung khawatir. Shanty menceritakan apa yang dialaminya saat menemani Leana, ibu itu merasa sangat bahagia dan terharu.
Radian menunggu istrinya dipindahkan ke ruang rawat inap. Mereka langsung menyusul saat saat wanita itu telah dipindahkan ke ruangan. Monica langsung ingin menggendong bayi merah yang sedang tertidur itu. Sementara Ezra mendekatkan Revano agar bisa melihat adiknya.
__ADS_1
Anak itu tersenyum bahagia. Sementara ketiga orang itu asyik memandangi bayi. Radian asyik menatap istrinya. Laki-laki itu kagum padanya istrinya hingga tak tahan untuk mendaratkan kecupan ke bibir wanita cantik itu. Shanty tersenyum dan langsung bergabung untuk menatap bayi itu.
Di suatu kesempatan, Ezra menoleh ke arah Leana ingin menanyakan nama sang bayi. Senyum di wajahnya langsung hilang saat Radian telah menyatukan bibir mereka berdua. Laki-laki itu tak tahan ingin berterima kasih pada istrinya lewat ciuman.
Ezra berusaha untuk bersikap wajar tetapi tetap saja tak sanggup menahan rasa cemburunya. Laki-laki itu mengalihkan pandangannya ke arah Monica. Terlihat gadis itu tak bosan-bosannya mencium pipi bayi yang baru lahir itu. Ezra tersenyum lalu kembali menoleh ke arah Leana. Radian dan Leana telah berbincang-bincang.
"Terima kasih sayang, kamu telah memberi hadiah yang sangat berharga," ucap Radian sambil mengusap pipi istrinya.
"Hadiah itu, darimu, untukmu Kak," ucap Leana.
__ADS_1
Radian tertawa, lalu kembali mencium bibir wanita cantik itu. Leana membalas dengan ciuman yang tak kalah hangatnya. Tepat saat itu Ezra kembali menoleh ke arah Leana. Ezra kembali tercenung, senyum di bibirnya tiba-tiba menghilang. Semua itu tak luput dari tatapan mata Monica yang juga sontak kehilangan senyumnya.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...