Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 136 ~ Telah Sadar ~


__ADS_3

Leana, Radian, Pak Ridwan Putra dan Salsa berangkat ke rumah sakit. Selama dalam perjalanan Salsa menceritakan seperti apa hubungannya dengan Camelia. Ketiga orang itu terkejut mendengar kekejaman Camelia. Meski begitu Salsa sepertinya masih ingin tetap membela kakak sepupunya yang nyata-nyata telah memanfaatkannya dengan cara paksa bahkan dengan ancaman.


Leana berharap kesehatan Camelia baik-baik saja agar wanita itu bisa menerima hukuman atas kejahatannya. Jika tadi mereka merasa takut akan mendapatkan tuntutan terhadap Pak Ridwan Putra sekarang situasi justru berbalik. Camelia memang telah merencanakan perbuatan jahat sejak dari dulu.


Namun, ada satu kalimat yang membuat hati Radian risau. Dulu Camelia tidak jahat seperti itu. Kata-kata itu terngiang-ngiang di telinga Radian. Ada rasa menyesal setelah mengingat kejadian masa lalu. Dulu, Radian sama sekali tak mengenal Camelia tetapi demi menghindar dari Leana, Radian berpura-pura memiliki hubungan dengan Camelia.


Radian merasa dialah yang memicu terciptanya sifat jahat dalam diri Camelia. Setelah memanfaatkannya demi membalas Leana, Radian meninggalkannya begitu saja dalam keadaan jatuh cinta padanya. Radian sangat menyesal mengingat kejadian itu. Kilasan-kilasan bayangan kejadian itu terulang kembali.


Di mana dia tiba-tiba memilih untuk memeluk Camelia demi menghentikan Leana mencarinya. Tanpa disadari Radian pelukan itu tak bisa dihentikan. Camelia menuntut lebih dan terus menerus. Meski Radian telah menyatakan semua sikapnya itu hanya untuk berpura-pura tetapi Camelia tak bisa menerima.

__ADS_1


"Ada apa kak? Kenapa menarik nafas panjang begitu?" tanya Leana heran melihat Radian yang terlihat tak tenang.


"Semua ini terjadi karena aku. Aku yang menjadikan Camelia seorang yang jahat," ucap Radian.


"Bukan kak, bukan kakak yang menjadikan Camelia seorang yang jahat tapi dia sendiri. Mendapat perlakuan yang tidak adil tak membuat seseorang wajar untuk berbuat jahat. Salsa diperlakukan dengan kejam oleh Camelia tapi tak menjadikan dia seorang yang jahat. Meski dipaksa dia tetap ingin dijalan yang benar. Aku meski memiliki dendam dan kesempatan untuk membalas, apa menjadikan aku seorang yang jahat? Dendamku sangat besar, lebih dari sekedar dimanfaatkan untuk menjadi seorang pacar pura-pura tapi aku tak meneruskan dendam itu hingga merubahku menjadi monster berhati kejam," tutur Leana sambil menatap Camelia yang masih berada di ruang intensif.


"Camelia yang menghidupkan sendiri sifat jahatnya. Begitu Kak Radian berhenti meminta bantuannya sebagai pacar pura-pura, dia merasa tak rela. Tetap ingin berusaha mempertahankan keinginannya hingga akhirnya berubah menjadi ambisi. Kakak jangan merasa bersalah lagi, ya. Dia memang berniat menjadi orang jahat," ucap Leana membujuk suaminya agar tidak merasa bersalah lagi.


Radian memeluk istrinya. Laki-laki itu merasa bersyukur memiliki istri yang bijaksana yang bisa menyejukkan hatinya setiap kali merasa gundah. Memberikan nasehat dan pandangan yang selalu membuatnya tenang. Radian merasa pantas untuk mempertahankan Leana sebagai istrinya.

__ADS_1


"Radian lihat! Itu dia sudah bangun," ucap Ridwan Putra.


Paramedis segera datang untuk memeriksakan keadaan Camelia. Perlahan wanita itu sadar dari komanya. Leana dan yang lain segera menanyakan keadaan Camelia setelah tim medis keluar dari ruang rawat intensif itu.


"Keadaannya telah membaik. Tanda-tanda vitalnya telah menunjukkan normal dan stabil. Dalam waktu dekat bisa dipindahkan ke ruang rawat inap," jelas dokter.


Semuanya bersyukur, apalagi Salsa. Mereka sekarang tinggal menunggu pemulihan kesehatan Camelia agar tuntutan terhadap wanita itu bisa segera ditindaklanjuti. Camelia harus pertanggung jawabkan semua kejahatannya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2