Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 107 ~ Keluarga Baru ~


__ADS_3

Leana mengikuti Pak Ridwan Putra. Rasa penasaran dan curiga menguasai pikirannya. Karena kebetulan melihat ayah kandung suaminya itu keluar rumah di tengah malam. Kini saat meminta izin di pagi hari pun, Leana tetap merasa curiga. Dan benar saja, Leana merasa terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Jika tadi malam Leana tak bisa begitu jelas melihat siapa yang ditemui Pak Ridwan, kali ini sangat jelas. Leana bahkan bisa mendengar percakapan mereka karena mereka bertemu tepat di balik pagar rumah Leana yang terbuat dari dinding beton.


Melalui lobang roster yang juga berfungsi sebagai lobang angin sekaligue dekorasi itu, Leana bisa melihat jelas siapa yang ditemui Pak Ridwan Putra. Seorang wanita seumuran dengan Shanty Rahayu dan seorang lagi yang sepertinya lebih muda dibandingkan Leana. Bisa dipastikan mereka adalah keluarga baru, Pak Ridwan.


Pantas Papa seperti ragu-ragu saat dijodohkan lagi sama Mommy. Papa mungkin tak bisa meninggalkan keluarga barunya ini, tapi juga seperti ingin kembali ke sisi Mommy. Melihat kehidupan keluarga barunya itu, sepertinya mereka hanya ingin menggerogoti Papa saja tapi itu memang tanggung jawab Papa sebagai kepala keluarga, batin Leana.


Wanita itu jadi serba salah. Melihat kehidupan ayah mertuanya itu, Leana merasa kasihan tapi belum apa-apa Leana sudah merasa kesal dengan ucapan putri dari ayah mertuanya itu.


"Dia punya banyak uang. Tak apa-apa tambah istri satu lagi. Papa juga dulu begitu. Diam-diam punya istri dua," ucap perempuan muda itu.


Kurang ajar, ingin jadi istri kedua Kak Radian, tak tahu diri. Masih muda sudah niat jadi pelakor. Tapi mungkin itu ajaran Papa dan Mamanya sendiri. Papa diam-diam memiliki dua istri. Bisa jadi Mamanya itu adalah pengganggu rumah tangga Mommy dan Papa dulu. Huh dasar laki-laki, tak bisa setia. Makanya berharap Kak Radian juga mau beristri dua tapi … dulu Kak Radian memang pernah beristri dua. Aah, nggak itu karena dijebak. Kak Radianku setia, pernikahan itu dibatalkan, Kak Radian tak pernah dianggap menikah lagi, batin Leana.


Leana terkejut mendengar ucapan perempuan muda itu. Berharap bisa menikah dengan Radian. Yang lebih membuat heran Leana, wanita itu tak mendengar ayah mertuanya itu memarahi atau setidaknya menegur ucapan perempuan muda itu. Padahal ucapan itu dinilai Leana kurang pantas.


Papa punya istri dua, tapi apa maksudnya? Jika dia anak Papa juga, kenapa bisa minta kawin sama Kak Radian? Berarti dia bukan anak kandung Papa, batin Leana. 


Leana benar-benar tak mengerti maksud kedatangan ayah mertuanya itu. Tiba-tiba muncul di rumah dan bersedia tinggal bersama di rumah Leana. Wanita itu merasa bingung, maksud dan tujuan ayah mertuanya itu datang. Apakah bermaksud baik ataukah bermaksud buruk. Leana segera menunduk bersembunyi saat melihat sang ayah mertua masuk ke dalam pekarangan rumah.


Leana menjadi serba salah, ingin ceritakan apa yang dilihatnya pada Radian atau hanya menyimpannya sebagai rahasia. Namun, wanita itu juga tak tega melihat ayah mertuanya itu harus sembunyi-sembunyi memberikan makanan pada keluarganya.


Leana tak ingin Pak Ridwan merasa dipermalukan hingga akhirnya memutuskan menceritakan tentang apa yang dilihatnya di saat malam hari dan di pagi hari. Radian sangat kaget mendengar cerita istrinya. Dengan serius mendengarkan cerita Leana dan merasa khawatir.

__ADS_1


"Kamu mengikuti Papa sendirian di tengah malam? Apa kamu nggak takut? Bagaimana kalau mereka itu orang-orang jahat?" tanya Radian bertubi-tubi.


"Kakak? Yang dibahas di sini tentang Papa, bukan aku–"


"Tapi sayang kita nggak tahu apa niat mereka. Bagaimana kalau kamu ketahuan, mereka malu lalu menangkap kamu, menculik–"


"Kakak! Kak Radian ini lebay sekali, yang aku ikuti itu, orang tua kandung Kakak. Masa curiga sampai sejauh itu sih?" tanya Leana.


"Kita nggak tahu sayang, bagaimana mereka menjalani hidup. Bisa saja karena kesulitan hidup mereka terbiasa melakukan tindakan kriminal–"


"Kakak?"


"Pokoknya aku nggak suka kamu main selidik-selidik sendiri, berbahaya," ucap Radian.


"Aku yang bicara padanya. Kalau aku yang bertanya mungkin Papa tidak akan malu dan bisa lebih terbuka," jawab Radian.


"Baiklah suamiku sayang," ucap Leana.


"Leana, kamu serius akan menampung mereka semua?" tanya Radian.


"Aku nggak yakin Kak, dia … anak gadis Papa itu ingin menggoda Kak Radian–"


"Apa?"

__ADS_1


"Aku dengar obrolannya dengan Papa. Dia ingin jadi istri kedua Kakak," ucap Leana dengan wajah murung.


"Oh ya? Apa dia cantik?" tanya Radian.


Laki-laki itu yang langsung tertawa melihat ekspresi cemberut Leana. Laki-laki itu memeluk dan mengecup puncak rambut istrinya lalu mengangkat dagu Leana. Menatapnya dengan tatapan penuh kelembutan.


"Jangan takut aku mengkhianatimu. Tak ada yang lebih berarti bagiku selain kamu dan anak-anak kita. Lagi pula siapa yang bisa menandingi cantiknya istriku ini," ucap Radian sambil memeluk istrinya.


"Kalau aku sudah tua dan nggak cantik lagi, bagaimana?" tanya Leana.


"Kalau kamu sudah tua, ya aku juga tua. Karena umurku lebih tua darimu," jawab Radian.


"Bukan itu maksudku," ucap Leana.


"Baiklah! Baiklah! Aku akan tetap mencintaimu. Walau kamu sudah tua karena bagiku kamu tetap akan tetap cantik selama-lamanya–"


"Gombal!" seru Leana.


Mereka tertawa bersama, Radian berjanji akan bicara dengan ayahnya. Sejujurnya, mendengar penjelasan Leana tentang ayahnya dan keluarga barunya itu, Radian merasa khawatir. 


Laki-laki itu tak ingin mereka tinggal bersama dengan keluarga baru ayahnya itu. Hatinya khawatir, keluarga itu akan memanfaatkan kebaikan hati Leana. Radian berencana mencarikan tempat tinggal dan pekerjaan untuk ayahnya atau putri dari ayahnya itu.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2