Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 15 ~ Mendapatkan ~


__ADS_3

Mendapat sinyal ancaman itu Shanty dan Monica tak berani lagi bermain-main dengan Leana. Mereka akhirnya setuju menyerahkan semua saham milik mereka dan itu disampaikannya melalui Radian.


Saat Leana diminta kembali ke kamarnya, mereka kembali berunding. Sebenarnya hanya berpura-pura berunding, seolah-olah mereka sedang mengambil keputusan yang sangat berat. Padahal di hati mereka telah tercetus keputusan untuk menyerah atas ancaman Leana.


Shanty dan Monica akhirnya bersedia menerima tawaran Radian yang melebihkan uang bulanan mereka sebagai kompensasi penyerahan seluruh saham milik mereka. Selain tak mampu melawan kehendak Leana, bagi mereka kepemilikan saham tidaklah lebih penting daripada dompet mereka yang selalu tebal di setiap bulannya.


Radian kembali ke kamar dan menyampaikan pada Leana kalau ibu dan adiknya bersedia menyerahkan seluruh saham mereka.


"Mommy dan Monica bersedia menyerahkan seluruh saham mereka tapi … aku tidak bisa memberikan seluruh sahamku sayang. Aku hanya bisa memberi setengahnya. Aku juga membutuhkan pegangan ditambah lagi janjiku untuk menambah uang bulanan mereka," ucap Radian dengan nada pelan.


"Kakak menyesal melakukannya? Kalau begitu ya sudah kita tidak bisa menemukan kesepakatan. Daripada aku dicampakkan pada akhirnya lebih baik aku pergi sekarang," ucap Leana dan langsung melangkah meninggalkan kamar mereka.


Radian kaget dengan keputusan Leana, laki-laki itu segera berlari menghentikan langkah wanita yang dicintainya itu. Radian memeluk istrinya dari belakang.


"Aku tidak bisa kehilanganmu Leana. Baiklah! Aku akan menyerahkan semuanya padamu," ucap Radian sambil memejamkan matanya mengingat keputusan ini juga sangat menakutkan baginya.


Leana membalik badan dan menatap wajah suaminya.


Kak Radian rela menyerahkan semuanya padaku, apa aku sungguh-sungguh tega merebut semuanya? Perusahaan itu semakin besar karena usaha Kak Radian. Meski klaim asuransi yang menyelamatkan perusahaan itu tapi tanpa kepemimpinan Kak Radian belum tentu perusahaan itu bertahan, Kak Radian pantas menerima setengahnya, batin Leana berpikir keras.


"Jika kesehatanku baik-baik saja, apa Kakak akan meminta kembali saham-saham itu?" tanya Leana.


Radian menggelengkan kepalanya. "Apa yang telah aku berikan padamu tidak akan aku minta lagi," jawab laki-laki itu.


Dengan menampilkan raut wajah yang masih ketakutan Leana akhirnya menerima kesepakatan itu.


"Baiklah aku telah melihat ketulusan hati Kakak, meski apa yang Kakak berikan tidak mengurangi sedikit pun ketakutanku. Tapi aku bersedia mencoba dan aku memutuskan hanya akan mengambil setengah dari saham Kakak," jawab Leana sambil tertunduk.


Radian langsung memeluk erat tubuh istrinya. Hatinya lega berkali-kali lipat. Leana mengalah hanya menerima setengah dari saham miliknya dan terlebih lagi yang membuatnya bahagia, Leana bersedia mempertahankan kehamilannya dan tetap berada di sisinya.


Radian menumpahkan kebahagiaannya dengan membenamkan bibirnya di bibir wanita yang dicintainya itu. Leana membalas tak kalah bernafsunya. Leana sendiri merasa lega, hatinya yang getar getir menunggu keputusan Radian akhirnya berakhir sudah.

__ADS_1


Sedikit pun Leana tak ingin menggugurkan kandungannya karena itu adalah hadiah berharga dari laki-laki yang sangat dicintainya. Namun demi memuluskan rencananya merebut kembali seluruh harta milik ayahnya, Leana harus bertaruh atas kebahagiaannya, terancam kehilangan suami dan bayi yang sangat dicintainya.


Rapat Umum Pemegang Saham pun dilaksanakan. Shanty, Leana, Radian dan Monica hadir untuk melakukan prosedur pengalihan kepemilikan saham milik mereka yang disahkan dalam sebuah akta pemindahan hak di depan notaris.


Leana kembali menyusun dokumen yang mengesahkan harta ayahnya kembali menjadi miliknya dalam sebuah brankas yang tersimpan di lemari dalam ruang kerjanya. Leana menatap surat-surat yang telah menumpuk itu dengan tatapan yang kosong dan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.


Leana mengusap perutnya yang masih rata.


"Selalu sehat ya sayang, lihatlah! Papamu begitu menyayangimu. Dia rela kehilangan segala-galanya demi mempertahankanmu. Tumbuh yang besar, sehat dan berbaktilah padanya. Jangan kecewakan dia, jangan sia-siakan pengorbanannya ya sayang," ucap Leana pelan lalu menunduk menatap perutnya, seolah-olah sedang berpesan pada anaknya.


Shanty yang tak ingin Radian mengetahui bahwa rumah telah berpindah tangan pada Leana akhirnya bersedia menyerahkan seluruh saham miliknya pada menantunya begitu juga dengan Monica yang tak ingin kesempatan karir di dunia modeling hilang begitu saja.


Semua telah mereka serahkan dan semua sekarang telah terkumpul di dalam brankas Leana. Wanita itu duduk di meja kerjanya, membuka laci dan meraih foto ayahnya.


Papa, sebagian besar harta milik Papa telah kembali padaku. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Merebut perusahaan Papa dan mengusir mereka. Mereka jahat, mereka ingin membunuhku demi harta yang bukan hak mereka, mereka tega menyiksa dan membunuhku. Tapi aku sangat mencintai suamiku Papa, apa yang harus aku lakukan? Bertahan hidup sebagai Leana atau menunjukkan jati diriku yang sebenarnya? Tapi, aku takut kehilangan suamiku Pa, aku sangat mencintainya, batin Leana sambil mengusap foto ayah kandungnya.


Terdengar suara ketukan pintu, Leana segera menyimpan foto Tn. Robert Chandra dalam laci meja kerjanya. Leana langsung berdiri dan terkejut saat melihat suaminya masuk ke ruangan kerjanya.


"Oh Kakak? Aku baru akan mampir ke kantor Kakak," ucap Leana sambil melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Ah, tidak juga aku sudah berniat ke sana sejak satu jam yang lalu," jawab Leana tak mau kalah.


"Kalau baru niat belum dihitung ya sayang, sudah berkata di dalam hati saja tidak dihitung, apalagi baru niat," sahut Radian.


Leana tertawa, lalu mengecup bibir suaminya. Laki-laki itu tak melewatkan kesempatan bercumbu dengan istrinya.


"Kamu telah menjadi istriku tapi aku selalu merindukanmu," bisik Radian saat melepaskan ciumannya.


"Apa rindu tak diizinkan lagi setelah menikah?" tanya Leana.


Radian tertawa, laki-laki itu kembali menyesap bibir lembut di hadapannya. Leana yang akhirnya menerima untuk mempertahankan kehamilannya. Membuat hati Radian selalu berbunga-bunga.

__ADS_1


"Apa kabar bayi kita?" tanya Radian.


"Aku rasa dia baik-baik saja," jawab Leana.


"Kamu harus makan yang bergizi sayang, jangan makan food street lagi. Gizinya tidak akan mencukupi lagi untuk kalian berdua. Kalau perlu kita ke dokter untuk mengatasi mual-mualmu," ucap Radian.


"Itu hanya morning sickness sayang, hal yang biasa dialami oleh ibu hamil di tiga bulan pertama kehamilan. Aku akan baik-baik saja setelah itu," jawab Leana.


"Tapi aku khawatir sayang, kamu jadi tidak bisa makan. Jika itu terjadi selama tiga bulan, kamu bisa kekurangan giz,i lagi pula … kita harus waspada dengan ketakutanmu. Kita tidak ingin apa yang terjadi pada ibumu terjadi padamu juga, bukan?" tanya Radian.


Leana tercenung, dia bahkan lupa tentang itu. Wanita cantik itu akhirnya mengikuti keinginan suaminya agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.


Radian menemani istrinya memeriksakan diri ke dokter kandungan. Radian meminta resep agar rasa mual istrinya bisa diatasi. Dokter pun memberikan resep anti mual. Laki-laki itu juga membelikan susu khusus untuk ibu hamil.  Radian begitu telaten mengingatkan Leana meminum susunya bahkan tak jarang laki-laki itu membuatkan sendiri susu ibu hamil itu untuk istrinya.


Rasa mual telah bisa diatasi dengan obat anti mual yang diminum Leana sebelum makan. Wanita itu semakin menikmati kehamilannya karena suaminya yang begitu memanjakannya. Bukan hanya perhatian Radian yang begitu besar padanya namun kesediaan suaminya yang tak keberatan melayani hasrat seksual Leana yang meningkat sangat tinggi.


Hampir setiap malam wanita itu menggoda suaminya untuk membantunya melepaskan hasratnya. Radian sama sekali tidak keberatan karena dirinya yang juga menginginkannya. Meski ada rasa khawatir akan kehamilan Leana yang masih sangat muda namun kehendak wanita itu tak bisa ditahan. Radian berusaha melakukannya dengan lebih hati-hati.


Seperti saat ini, Radian baru saja melepaskan pelukannya, menatap langit-langit kamar sambil berusaha mengatur nafasnya.


"Aah aduh, aduh, aduh," ucap Leana.


"Ada apa Leana?" teriak Radian panik sambil merengkuh tubuh polos istrinya yang sedang meringkuk.


"Aduh gawat, aku mau lagi," ucap Leana sambil menempel di dada suaminya dengan tatapan mata yang menggoda.


"Oh ya ampun, aku pikir kamu kenapa-napa. Tunggu sebentar ya!" jawab Radian masih dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Memangnya masih bisa lagi?" tanya Leana bertumpu di dada suaminya.


"Tentunya saja bisa, aku ini pria perkasa," jawab Radian.

__ADS_1


Leana tertawa, Radian kembali mendekati istrinya dan bersiap-siap memenuhi hasrat wanita itu. Radian sangat bahagia, semakin hari Radian semakin jatuh cinta pada istrinya. Apalagi melihat ibu dan adiknya yang semakin tunduk pada wanita itu meski Leana telah mengambil seluruh saham milik mereka.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2