Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 35 ~ Lagi-Lagi Masa Lalu ~


__ADS_3

Setelah menyuruh Radian pulang, Ezra masih setia menunggui Leana. Ditambah wanita itu yang terlihat begitu sedih. Ezra bertanya alasan Leana datang mencari ruangan Radian. Wanita itu berkilah ingin mengetahui ruangan orang-orang yang akan sering berhubungan dengan perusahaannya.


"Kalau kamu ingin menghubunginya, bisa melalui aku. Aku panggilkan dia untukmu, kamu tidak perlu menyusul ke ruangannya," jawab Ezra.


Leana terdiam, memang begitu seharusnya. Memang tak ada alasan baginya untuk bertemu dengan seorang personal assistant di ruangannya. Karena memang bukan itu alasan Leana menemui laki-laki itu tapi karena kerinduannya dan berharap perjumpaan mereka bisa membuat mereka bersatu kembali.


Tapi kenyataan di depan mata membuatnya hatinya tak bisa menerima. Radian yang tak pernah dekat dengan wanita mana pun setahu Livia atau Leana sekarang sedang memeluk seorang gadis. Hati istri mana yang bisa menerima kenyataan itu.


"Kak! Pulanglah, istirahatlah di rumah," ucap Leana lalu tidur membelakangi Ezra.


Wanita itu tak ingin Ezra melihat air matanya yang mulai mengalir.


"Tapi Leana, tadi aku sudah janji akan menemanimu di sini. Bukannya kamu bilang tidak suka sendirian di rumah sakit," ucap Ezra.


"Aku tahu, tapi sekarang tidak apa-apa. Tadi aku hanya kaget, sekarang aku sudah baik-baik saja. Kakak pulanglah, aku merasa tidak enak hati jika Kakak di sini menemaniku," ucap Leana.


"Tidak apa-apa Leana, aku di sini dengan senang hati. Aku bahagia bisa menemanimu," jawab Ezra.


"Tapi aku merasa tidak nyaman Kak, tolonglah biarkan aku sendiri di sini. Aku lebih senang Kakak pulang. Maaf bukan bermaksud mengusir tapi hatiku tidak sanggup menyusahkan Kakak lebih banyak lagi," ungkap Leana dengan sekuat tenaga menahan tangisnya namun Ezra masih bersikeras tak mau pergi.


"Tapi Leana, ini tidak menyusahkanku. Ini sama sekali tidak menyusahkanku," ucap Ezra.


"Kak Ezra tolonglah! Atau aku tidak mau berteman denganmu lagi," ancam Leana.


Membuat laki-laki itu langsung takut. Ezra sedikit banyak telah tahu kerasnya hati wanita itu. Jika dia mengucapkan kata-kata seperti itu, Ezra takut Leana sungguh-sungguh tak mau bertemu lagi dengannya.


"Baiklah aku pergi tapi … besok pagi aku akan ke sini, aku harus tahu keadaanmu. Setuju?" tanya Ezra membuat kesepakatan.


"Baiklah!" jawab Leana pelan.


Ezra berdiri dari kursi di samping ranjang rumah sakit itu. Ingin hatinya memeluk Leana sebelum pergi tapi laki-laki itu ragu Leana sudi menerima pelukannya.


"Aku pulang Leana, jika terjadi apa-apa tolong hubungi aku ya?" ucap Ezra berharap wanita itu membalik badan ke arahnya.


"Baiklah!" jawab Leana kembali pelan.


Ezra melangkah ke pintu rawat inap itu.

__ADS_1


"Kak! Terima kasih sudah menolongku," ucap Leana sambil menatap wajah Ezra.


Laki-laki itu tersenyum, hatinya lega karena sebelum meninggalkan Leana sendiri, laki-laki itu masih sempat menatap wajah wanita yang telah merebut hatinya itu.


Laki-laki itu mengangguk kemudian meninggalkan ruang rawat inap itu. Baru saja keluar dari kamar wanita itu, Ezra ingin cepat-cepat pagi agar bisa segera kembali ke ruang wanita cantik itu. Termenung beberapa saat di belakang kemudi. Memikirkan rasa aneh pada hubungan Radian dengan Leana.


Aku yakin ada hubungannya dengan Radian. Leana begitu ingin menemui laki-laki itu, karena mereka tak bertemu kemarin di kantornya. Radian mengaku telah bertemu Leana, dan Leana seperti melindunginya. Saat aku bertanya dia kemarin telah bertemu dengan Radian dia tidak menyangkal. Padahal jelas-jelas mereka tidak bertemu. Leana hanya memberi alasan lebih suka bertemu langsung denganku. Tapi saat aku menyebut asisten eksekutif dia langsung ingin bertanya dimana ruangan Radian. Leana ingin bertemu dengan Radian. Dia sangat ingin bertemu dengan Radian karena kemarin mereka tak bertemu, batin Ezra berpikir keras atas sikap Leana dan Radian.


Ezra mengingat kembali kisah hidup Radian yang diceritakannya saat membujuknya di New York. 


Gadis yang diam-diam dicintai Radian adalah adik tirinya. Adiknya menghilang lalu dinyatakan bunuh diri. Tiba-tiba dia muncul dengan wajah yang berbeda. Hingga mereka sekeluarga tak mengenalinya. Adik tirinya itu membuatnya jatuh cinta, hingga akhirnya Radian menikahinya. Tapi akhirnya mengetahui jika dia kembali hanya untuk balas dendam, mengambil kembali semua harta milik ayahnya. Siapa ayah tiri Radian, tidak itu terlalu jauh, siapa adik tiri Radian? Aku harus menyelidiki itu. Radian masih tetap mencintai adik tirinya yang telah menikah dengannya karena balas dendam itu. Dia sangat mencintainya dalam bentuk apa pun? Apa maksudnya itu? Aku harus tahu siapa adik tiri Radian, batin Ezra bertanya-tanya.


Laki-laki itu akhirnya menyalakan mesin mobilnya untuk pulang. Ezra ingin beristirahat karena besok pagi telah berjanji akan menemui Leana lagi. Mengingat itu hati Ezra bahagia, untuk sementara melupakan masalah Radian.


Dan keesokan harinya, seperti janjinya pada Leana, pagi-pagi sekali Ezra telah muncul di ruang rawat inap itu. Leana sampai kaget melihat begitu pagi Ezra telah sampai di ruang rawat inap itu.


"Kakak, sepagi ini sudah sampai di sini? Aku bahkan belum mandi," ucap Leana.


"Kalau begitu mandilah, aku siapkan sarapan untukmu--"


"Apa? Kak, jangan lakukan ini, aku sungguh tak enak hati," ucap Leana.


Laki-laki itu sibuk mengeluarkan wadah-wadah yang berisi makanan itu. Sementara Leana akhirnya memutuskan untuk mandi.


"Leana!" Ezra memanggil sebelum wanita itu sebelum menyentuh gagang pintu kamar mandi.


"Apa butuh bantuan? Aku bisa membantumu, aku jamin tubuhmu akan bersih," ucap Ezra sambil tersenyum.


Leana mengernyitkan keningnya, dengan wajah berubah geram, Leana menoleh ke arah meja di sampingnya. Meraih tisu travel pack kemasan plastik itu dan langsung melemparnya pada Ezra. Laki-laki itu justru menangkapnya sambil tertawa. Leana tersenyum, laki-laki itu berterima kasih diberi tisu dan menata sarapan pagi itu atas overbed table.


Menjelang siang Leana di izinkan pulang. Laki-laki itu bersikeras mengantarkan Leana pulang. Wanita itu keberatan karena tak mungkin mengajak Ezra datang ke rumah ayah kandungnya. Di mana lukisan dan foto-foto Radian dan keluarganya masih tetap terpajang di beberapa ruangan di rumah itu.


Leana akhirnya bersedia diantar pulang namun memutuskan untuk diantar ke kediaman Dr. Djamal. Beruntung dokter itu telah berada di rumah sakitnya hingga Leana tak perlu mengenalkan ayah angkatnya itu pada Ezra.


"Ayahmu seorang dokter?" tanya Ezra.


Leana mengangguk, melihat begitu banyak penghargaan-penghargaan atas prestasi Dr. Djamal di dunia kedokteran.

__ADS_1


"Kamu putri satu-satunya tapi tak mengikuti jejaknya? Biasanya seorang putri itu akan mengikuti profesi ayahnya," ucap Ezra.


Benar sekali, aku mengikuti profesi ayahku, menjadi seorang pengusaha, batin Leana menjawab.


Ezra berjalan ke bagian tengah rumah itu. Disampingnya terlihat sebuah pintu kaca geser yang mengarah ke kolam renang.


"Wah kolam renang yang sangat mewah. Dr. Djamal sangat memanjakan keluarganya," ungkap laki-laki itu saat berjalan-jalan mengelilingi kolam yang sangat indah itu.


Kolam renang yang didesain indah seperti di taman Nirwana dengan tingkat kedalaman dan model yang berbeda-beda. Juga disediakan air mancur dan tak lupa jacuzzi whirlpool outdoor yang terhubung dengan kolam-kolam lainnya. Terletak di bagian sudut kolam dengan posisi yang lebih tinggi hingga jika berendam di sana dapat menikmati pemandangan taman dan kolam-kolam berbagai bentuk di situ.


"Kamu seperti maniak renang," ucap Ezra lagi.


Leana yang maniak renang, bukan aku, batin Livia.


Laki-laki itu mendekati Leana, lalu memeluknya.


"Kapan-kapan kita berenang bersama ya?" tanya Ezra.


"Hah, oh tapi akhir-akhir ini cuaca dingin. Aku tidak suka berenang dengan cuaca dingin," ucap Leana mengelak.


Aku tidak bisa berenang, siapa yang akan mengajariku berenang? Papa yang sibuk dengan perusahaannya? Ibu angkatku yang sibuk berbelanja setiap hari atau Kakak-kakak angkatku yang hanya sibuk dengan diri mereka sendiri? batin Leana.


"Kalau begitu kita berendam di jacuzzi whirlpool bath?" tanya Ezra.


"Baiklah!" jawab Leana berhasil mengarahkan Ezra untuk tidak memilih kolam untuk berenang.


Laki-laki itu senang sekali mendengar jawaban Leana hingga tak sadar mengecup bibir wanita itu. Leana gusar, wanita itu langsung mendorong tubuh Ezra, Leana tak suka Ezra memperlakukannya seperti itu.


Leana berjalan ke dalam rumah, Ezra menyesal atas sikapnya. Segera mengejar Leana dan memeluk wanita itu dari belakang.


"Aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu Leana. Aku tahu ini sangat tergesa-gesa tapi … kita bukan lagi anak-anak yang dalam tahap bermain-main. Aku serius, aku serius mencintaimu. Aku bahkan ingin menikahimu," ucap Ezra.


"Bukankah aku sudah bilang kalau aku telah menikah?" tanya Leana.


"Aku tahu, tapi kalian tidak bersama lagi. Aku mohon tuntaskan pernikahan kalian dan terima aku sebagai suamimu," ucap Ezra masih memeluk Leana dari belakang.


Laki-laki itu bahkan mencium pundak Leana. Wanita itu termangu, Jika wanita lain pasti sudah bahagia mendengar ucapan laki-laki tampan itu. Tapi dia adalah Ezra, mantan ketua OSIS di SMP nya dulu.

__ADS_1


Ezra yang dulu digosipkan pernah menyukai Livia. Ezra yang tiba-tiba lenyap dari sekolah karena dikirim keluar negeri untuk memisahkannya dari Livia. Dan Leana adalah Livia, gadis yang dibenci orang tua Ezra. Gadis yang menyebabkan Ezra hidup sendiri di luar negeri. Leana tertunduk, sambil menitikkan air mata. Semua yang terjadi padanya saat ini selalu terhubung dengan masa lalunya yang ingin dilupakannya.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2