
Pak Ridwan Putra mulai bekerja. Rica pun mencoba bertanya pada Leana. Meminta wanita itu untuk memberinya pekerjaan. Dengan ragu-ragu gadis itu memulai membuka pembicaraan.
"Sudah berapa bulan Kak, umurnya?" tanya Rica.
"Hampir satu bulan," jawab Leana yang asyik mengganti baju bayinya setelah mandi.
"Nggak pakai baby sitter Kak?" tanya Rica lagi.
"Ada, tapi selagi aku masih belum bekerja. Aku ingin mengurus sendiri bayiku," jawab Leana.
"Oh, hebat sekali Kakak. Kalau ibu-ibu kaya yang lain, pasti langsung serahkan bayinya untuk diurus baby sitter," ucap Rica.
"Ya, Kakak ingin seperti itu tapi merasa sayang. Waktu berlalu dengan cepat. Kakak nggak ingin kehilangan kesempatan mengurus bayi Kakak sendiri. Tak ingin menyesal suatu hari nanti, karena tanpa disadari tiba-tiba anak telah besar. Saat itu barulah merasa ingin mengurus bayi, maka itu sudah terlambat. Waktu bisa kembali lagi kan? Anak yang telah tumbuh besar tak bisa dijadikan bayi lagi," jelas Leana.
Rica mengangguk. Leana pun mencoba memancing Rica. Tentang keinginannya untuk menikah. Rica terlihat agak terkejut tetapi mencoba untuk tetap tenang.
"Belum Kak, gimana mau menikah? Punya pacar saja nggak," jawab Rica.
"Seperti apa tipe laki-laki idamanmu?" tanya Leana.
"Ah, seperti siapa ya? Aku tidak punya contohnya. Mungkin … seperti Kak Radian," ucap Rica akhirnya terpancing.
"Oh, Kak Radian memang mudah disukai. Tapi aku pernah dengar cerita, dia orang yang dingin sebelumnya. Sangat sinis dan ketus pada gadis-gadis yang menyukainya. Sangat sulit untuk mendapatkan perhatiannya. Dia sangat tertutup dan tak peduli sekelilingnya. Hanya aku yang bisa mendapatkan perhatiannya. Sejak kecil ternyata dia telah menyayangiku. Diam-diam perhatian padaku dan ternyata diam-diam dia jatuh cinta padaku. Dia tetap setia pada cintanya meski kami terpisah sekian tahun. Meski banyak yang menggodanya tetapi dia tetap berpegang teguh pada cintanya padahal kami belum punya komitmen apa-apa," jelas Leana.
"Begitu?" tanya Rica tertunduk.
"Orang yang penyayang dan setia seperti Kak Radian itu banyak, kamu pasti bisa mendapatkannya. Asalkan jangan terlalu banyak memilih," saran Leana. Rica pun mengangguk.
"Kak, ada nggak lowongan pekerjaan untukku?" tanya Rica.
"Kamu ingin kerja?" tanya Leana.
"Ya Kak. Mungkin ada yang bisa aku kerjakan di kantor?" tanya Rica.
__ADS_1
"Oh, kamu tamatan apa?" tanya Leana
"SMA kak," jawab Rica semangat.
"Kita lihat nanti. Kakak akan tanyakan dulu apa yang bisa kamu kerjakan di kantor tapi keahlian apa yang bisa dilakukan tamatan SMA? Mereka mengerjakan semua sesuai dengan keahlian mereka …."
"Jadi orang seperti aku tidak bisa bekerja di sana?" tanya Rica.
"Kalau bagian lain mungkin bisa, seperti office girl, cleaning service, itu juga mereka telah bekerja secara profesional. Mungkin kamu bisa belajar salah satu dari posisi itu. Aku usahakan kamu menjadi office girl," ucap Leana.
"Kenapa?" tanya Rica tak mengerti.
"Kamu mau menjadi cleaning service? Tugasnya membersihkan keseluruhan area ruangan dari gedung perkantoran seperti ruangan kerja, toilet, lantai hingga lift. Apa kamu bisa melakukan itu?" tanya Leana.
Rica langsung menelan ludah mendengarnya. Membayangkan membersihkan ruangan yang begitu luas ditambah membersihkan toilet. Ditambah lagi, tangga dan lift, artinya bekerja di semua lantai kantor, membuat ekspresi Rica langsung berubah panik.
"Makanya aku sarankan pekerjaan Office Girl, area lingkup pekerjaan yang lebih kecil seperti pantry kantor, menyediakan minuman bagi para karyawan, membantu kebutuhan karyawan secara umum seperti fotokopi, membantu mengumpulkan atau menyampaikan berkas dokumen dari satu karyawan ke karyawan yang lain. Seperti itu kira-kira, jadi kamu pilih sebagai apa?" tanya Leana.
"Office girl aja," jawab Rica cepat.
Mereka juga pasti akan menyalahkan Leana yang asal-asalan menempatkan seorang karyawati. Rica yang terlihat sedih karena hanya bisa mendapatkan pekerjaan itu, membuat Leana menjadi tak tega. Wanita itu akhirnya menyarankan agar Rica bekerja sambil kuliah.
"Jika kamu ingin serius berkarir, kamu harus tingkatkan pendidikanmu. Jangan puas hanya dengan ijazah SMA kecuali memang itu menjadi cita-citamu. Kakak sarankan untuk melanjutkan kuliah," jelas Leana.
"Mana mungkin kuliah Kak, dari mana biayanya?" tanya Rica.
"Banyak orang yang bekerja sambil kuliah. Salah satu contohnya ada di kantor perusahaan Papa bekerja. Dia sangat gigih menjalani hidup. Tidak hanya bersantai, tapi kami sangat kagum padanya. Kak Radian bahkan menganggapnya seperti adiknya sendiri karena kagum pada pribadinya," jelas Leana.
"Siapa itu Kak?" tanya Rica.
"Namanya Ricky. Dia mahasiswa yang membiayai kuliahnya sendiri dengan bekerja di dunia tempat. Sebagai office boy di perusahaan Kak Ezra dan juga bekerja sebagai pelayan di sebuah Night Club. Selain itu dia tinggal di rumah kantor perusahaan tempat papa bekerja dan bantu-bantu para karyawan di sana, mengagumkan bukan? Kak Radian saja sangat salut padanya. Kakak tidak akan memintamu untuk bekerja hingga di dua tempat, cukup satu tempat karena hanya untuk membiayai kuliahmu. Tidak seperti Ricky yang harus memikirkan biaya makan dan tempat tinggal, kamu masih ditanggung papa dan tempat tinggal pun ada. Mau aku kenalkan padanya?" tanya Leana sambil tersenyum.
"Apa? Em-m untuk apa Kak?" tanya Rica.
__ADS_1
"Untuk menjadi penyemangatmu. Mengenal orang-orang yang memiliki kepribadian yang bertanggung jawab terhadap hidup seperti itu, sangat baik sebagai pedoman agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, orangnya juga tampan. Sebentar lagi akan wisuda. Kakak yakin dia akan menjadi orang yang sukses kelak," jelas Leana sambil tersenyum.
Rica juga ikut tersenyum. Leana mengangguk dan merasa Rica sudah mulai terpengaruh dengan ucapanya. Apa yang diucapkan Leana tidaklah bohong. Wanita itu dan suaminya memang kagum pada Ricky. Terlepas dari rasa terima kasihnya pada laki-laki yang telah membongkar kebusukan Camelia yang menjebak Radian hingga terpaksa menikahinya.
Radain dan Leana sangat kagum pada kemandirian Ricky dan berharap Rica bisa menyontoh kepribadian mahasiswa itu. Saat Radian pulang dari bekerja, Leana menceritakan pembicaraan mereka. Radian terkejut mendengar niat Leana yang ingin menjodohkan Rica dengan Ricky.
"Apa? Ingin menjodohkan mereka? Apa tidak apa-apa seperti itu?" tanya Radian.
"Tidak apa-apa bagaimana? Ricky anak yang baik. Aku harap Ricky bisa membimbing Rica," ucap Leana.
"Apa pantas menjodohkan Rica dengan seorang office boy?" tanya Radian.
"Lalu dia pantasnya dengan siapa? Dengan CEO?" tanya Leana dengan raut wajah cemberut. Radian malah tersenyum.
"Bukan begitu sayang. Aku cuma merasa nggak enak dengan Papa dan Tante Ratih. Karena kamu yang menjodohkannya dengan seorang laki-laki yang hanya berprofesi sebagai office boy," ucap Radian.
"Ricky jauh puluhan kali lipat dibandingkan Rica. Aku menjodohkan mereka justru agar bisa meniru kebaikan dan kegigihannya. Daripada Rica yang hanya berdiam diri dan berharap belas kasihan pada orang-orang, Ricky itu orang yang lebih bermartabat. Lagi pula, sebentar lagi dia di wisuda. Ricky akan menjadi orang yang sukses. Justru aku merasa Rica yang tidak sepadan dengannya," ucap Leana.
"Duh, sepertinya ada unsur emosinya ini. Takut kalau dia menggodaku jadi buru-buru dicarikan jodohnya ya?" tanya Radian menggoda istrinya.
"Nggak! Aku nggak peduli kalau Kakak tergoda olehnya," ucap Leana yang langsung melangkah meninggalkan Radian. Radian langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Aku senang kalau kamu cemburu. Itu tandanya kamu masih takut kehilangan aku," bisik Radian.
"Mana mungkin seorang istri tidak takut kehilangan suaminya?" tanya Leana.
"Bisa saja sayang. Jika rasa cinta itu telah pudar maka rasa takut kehilanganmu semakin menipis. Tak peduli apa pun terhadapnya dan semakin lama semakin tersiksa justru berada bersamanya. Aku takut kamu bosan padaku hingga merasa tersiksa hidup bersamaku," bisik Radian.
"Itu tidak akan terjadi Kak. Selagi Kak Radian setia, aku akan tetap cinta. Bahkan semakin cinta," ungkap Leana.
"Baiklah sayang, terima kasih karena aku juga semakin cinta padamu setiap hari," ucap Radain lalu mengecup pipi istrinya itu.
Hati Leana lega, sedikit merasa ada harapan untuk mengalihkan niat Rica yang tadinya ingin menggoda Radian. Berharap gadis itu berpikir lebih baik, tidak salah langkah hingga tidak berpikir untuk menggoda suaminya. Menjalani hidup yang lebih baik dengan bimbingan Ricky, itulah harapan Leana.
__ADS_1
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...