Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 103 ~ Tamu Tak Terduga ~


__ADS_3

Di depan Leana, Radian dan juga Shanty Rahayu, Ezra melamar Monica. Rasa tak percaya menyelimuti pikirannya. Monica memeluk Leana, seolah-olah tak percaya. 


Laki-laki yang dicintainya sekian lama benar-benar memutuskan untuk melamarnya. Bukan sebagai pengantin pengganti untuk pesta pernikahan yang gagal di selenggarakan tetapi sebagai pengantin sejati yang diputuskan setelah bersusah payah meyakinkan hatinya. Monica yang memang mengharapkan bisa hidup selamanya bersama Ezra, akhirnya menerima lamaran itu. 


Di tengah-tengah rasa bahagia itu, tiba-tiba terdengar bunyi bel pintu. Monica langsung membukakan pintu dengan senyum terulas di bibir. Namun, raut wajahnya langsung berubah begitu melihat tamu yang datang. Senyumnya pun menghilang, tanpa disadari, Monica langsung memanggil ibunya untuk datang menemui tamu di depan pintu itu.


Shanty Rahayu yang penasaran setelah mendengar bunyi bel pintu ditambah dengan suara panik Monica memanggilnya, membuat nyonya itu segera melihat siapa yang datang. Langkahnya terhenti. Shanty Rahayu bahkan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Papa?" ujar Radian.


Laki-laki itu langsung menghampiri sosok kurus tak terurus itu. Laki-laki yang terlihat tua dan letih itu mengangguk sambil tersenyum ragu-ragu. Shanty Rahayu masih berdiri terpaku. Sementara Radian segera meminta ayahnya itu masuk. Laki-laki tua itu mengangguk lalu melangkah memasuki ruang tamu yang mewah dan luas itu.


Tercengang-cengang melihat interior rumah yang mewah dan elegan itu. Radian segera meraih tangan istrinya untuk berkenalan dengan ayah kandungnya. Wanita itu segera mengulurkan tangannya. Terlihat bapak itu ragu-ragu menerima uluran tangan itu.

__ADS_1


Membersihkan telapak tangan dengan mengusap telapak tangan itu bajunya lalu kembali menatap telapak tangan itu. Bapak itu seperti tak yakin telapak tangannya bersih untuk menyambut uluran tangan Leana. Melihat keraguan itu, Leana langsung meraih tangan ayah mertuanya itu dengan kedua tangannya dan menyalaminya. 


Dengan rasa haru laki-laki tua itu menerimanya hingga membuat mata laki-laki tua itu berkaca-kaca. Laki-laki tua itu tidak menyangka Leana yang terlihat elegan tetapi tetap bersedia menyalaminya. Leana mengapit ibu mertuanya untuk menyadarkannya yang masih terpaku.


"Mommy, kenapa diam saja. Ayo kita kumpul di dalam," ajak Leana.


Barulah Shanty Rahayu tersadar dari lamunannya. Mereka berkumpul di ruang tengah. Saat dipersilahkan duduk, bapak itu enggan, merasa tubuh dan pakaiannya kotor dan tak pantas untuk duduk di sofa yang mewah itu. Leana melihat keengganan bapak itu hingga akhirnya mengusulkan pada suaminya.


"Kak, ajaklah Papa bersihkan diri dan berganti pakaian. Kita tawarkan makan malam, mungkin belum makan malam. Kalau Papa mau istirahat kita siapkan kamar, bagaimana?" bisik Leana.


Terima kasih sayang, atas perhatianmu pada orang tuaku, batin Radian.


"Ayo Kak malu! Bukan kita yang abis lamaran, kok malah kita yang pelukan?" tanya Leana sambil melirik Monica dan Ezra.

__ADS_1


Monica tersenyum lalu bersandar mesra pada tunangannya. Tidak tahu, apa yang membuat Radian begitu terharu pada Leana. Monica dan Ezra hanya menatap mereka sambil tersenyum.


Radian melepas pelukannya lalu mengajak ayahnya. Mengikuti nasehat dari istrinya. Bapak itu merasa risih dan tak enak hati, tetapi setelah Radian mengatakan itu adalah permintaan Leana, barulah bapak itu bersedia.


Rasa kagum Pak Ridwan Putra terhadap menantunya itu membuat bapak itu patuh pada keinginan si pemilik rumah. Sementara Shanty Rahayu seperti tak punya kuasa apa-apa terhadap kedatangan mantan suaminya itu. Tak berani menawarkan untuk menginap atau apa pun karena rumah mewah itu adalah milik Leana dan mereka hanyalah menumpang di sana.


"Terima kasih Livia, karena telah mengizinkan dia di sini. Mommy nggak tahu apa sebab dia datang ke sini tapi … melihat penampilannya, sepertinya hidupnya sangat susah," ucap Shanty yang merasa kasihan melihat keadaan mantan suaminya itu.


"Ya Mommy, Papa adalah orang tua Kak Radian, artinya orang tuaku juga. Meski Mommy bukan istri Papa Ridwan lagi," ucap Leana.


"Ya benar, terima kasih ya sayang," ucap Shanty.


Setelah selesai membersihkan diri, Pak Ridwan Putra diminta makan malam ditemani Shanty. Terlihat ibu mertua Leana itu bicara banyak hal dengan mantan suaminya. Shanty bahkan memberitahukan kalau putri mereka akan segera menikah.

__ADS_1


Pak Ridwan terlihat mengangguk lalu tertunduk. Tak lama menjadi menghapus air matanya. Entah apa yang ditangisinya tetapi terlihat raut wajah bapak itu juga bahagia. 


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2