Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 111 ~ Menetapkan ~


__ADS_3

Keluarga Pak Ridwan Putra tinggal di rumah Leana untuk sementara waktu. Radian mempersiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan ayahnya untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang pernah dirintisnya bersama para karyawan perusahaan PT. Cahaya Chandra yang telah dipecat. 


Pak Arif ditunjuk sebagai pimpinan di sana. Semua keputusan dalam perusahaan di tentukan oleh Pak Arif tetapi meminta pendapat dan persetujuan dari Radian. Perusahaan itu resmi menjadi anak perusahaan PT. Cahaya Chandra yang kembali diambil alih kepemimpinannya oleh Radian.


"Tidak ada yang ingin kembali ke perusahaan lama?" tanya Radian.


"Nggak Bang di sini lebih enak. Kalau di sana kita panggil Abang dengan panggilan Tuan Radian, kalau di sini kita cukup panggil Abang," ucap Haris.


"Alasan apa itu," ucap Radian.


"Tapi benar Bang, jika kesejahteraan kami di sini di samakan dengan di sana, buat apa kami kembali ke sana? Abang jangan khawatir kami tetap mendukung Abang melalui perusahaan ini," ucap Yanto.


"Sungguh? Tidak ada yang ingin kembali?" tanya Radian untuk lebih meyakinkan para karyawan untuk memilih perusahaan tempat mereka bekerja.

__ADS_1


"Di sana kalian kembali ke jabatan semula. Kalian jangan pernah merasa dicampakkan di sana, karena aku tahu sendiri bagaimana kinerja kalian. Yakin tak ada yang kembali? Tak ada penyesalan ya?"


"Yaaa!!!"


Semua karyawan di perusahaan itu tertawa serentak. Di perusahaan rintisan ini, mereka semua merasa seperti keluarga. Bahkan dengan CEO nya sekalipun. Radian menjanjikan upah dan tunjangan yang sama dengan perusahaan asal mereka dan mereka memilih bertahan di perusahaan baru ini.


Hari ini Radian membawa ayahnya untuk bekerja di perusahaan itu. Radian memohon agar Pak Arif mau membimbing ayahnya yang ingin bekerja. Pak Arif diminta untuk menganggap Pak Ridwan Putra sama seperti karyawan lain.


"Tolonglah Pak, aku rasa di umurnya sekarang ini, tidak mungkin lagi mendapatkan pekerjaan di perusahaan lain–"


"Oh, kalau itu, sama sekali bukan masalah Pak. Pak Ridwan pasti kami terima bekerja di sini. Cuma kami mungkin tak bisa menganggap beliau sama seperti karyawan yang lain," ungkap Arif.


"Jangan dibedakan Pak, jika Pak Arif bisa menganggap aku sama seperti dulu, kenapa Pak Arif tak bisa menganggap ayahku sama seperti karyawan lainnya. Aku sudah memberitahu pada ayahku kalau Pak Arif orang yang objektif, dan Pak Arif memandang sama pada semua karyawan. Ayahku justru merasa senang Pak, beliau juga ingin bekerja dengan nyaman tanpa beban, sama seperti karyawan yang lain," jelas Radian.

__ADS_1


Pak Arif akhirnya mengangguk setuju. Pak Arif yang telah diangkat sebagai pimpinan di perusahaan itu. Akhirnya setuju menerima Pak Arif bekerja. Sementara itu, istri dan putri tirinya tinggal di rumah milik Leana.


"Besok kita lihat-lihat rumah untuk kalian ya," ucap Radian pada keluarga ayahnya.


"Nggak usah Kak, kami tinggal di sini saja," ucap Rica.


"Tapi …."


"Ya Kak! Kakak nggak usah repot-repot cari rumah untuk kami. Kami biar tinggal di sini saja tidak apa-apa," sambung Rica.


Mendengar itu, Radian keberatan tetapi Pak Ridwan Putra ingin mencoba memberikan pengertian pada putri tirinya itu. Leana mulai khawatir, melihat sikap Rica yang mulai keras kepala atas keputusan yang mereka tetapkan.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2