
Keesokan harinya Leana meminta baby sitter-nya membawa Revano ke rumah sakit. Radian sangat bahagia saat putra kesayangannya itu diizinkan datang menjenguknya. Laki-laki itu mengajak putranya berbincang-bincang meski kadang tak mengerti apa yang mereka bicarakan.
Leana hanya bisa menatap dengan tatapan haru. Teringat kembali malam itu, Radian seperti mengucapkan wasiat pada putranya untuk menjaga ibu dan adiknya. Leana sangat bersyukur semua itu tak menjadi kenyataan. Radian masih bisa diselamatkan, meski harus menjalani pengobatan. Begitu asyiknya pembicaraan mereka membuat Radian tak sadar istrinya meneteskan air mata.
Terima kasih Kak, terima kasih masih bertahan bersama kami. Aku tidak akan mendorongmu pergi lagi. Apa pun yang akan terjadi, aku akan tetap di sisimu, selagi … Kakak tidak meninggalkan aku, batin Leana.
Asyik bicara dan bermain bersama putranya, Radian seperti lupa pada istrinya ketika Revano mencoba naik ke atas tubuh Radian. Laki-laki itu merasa kesakitan. Leana langsung mengangkat tubuh Revano.
"Maaf ya Kak, Reno malah sakiti Kakak," ucap Leana.
Radian tersenyum, lalu meraih tangan istrinya yang duduk di kursi di samping ranjang rumah sakit itu.
"Nggak apa-apa, Kakak rela, sakit karena orang yang Kakak sayangi," ucap Radian sambil tersenyum.
__ADS_1
"Jangan begitu, kalau sayang nggak boleh sampai menyakiti," balas Leana.
"Tadi kamu juga menyakitiku–"
"Apa? Kapan?" tanya Leana protes.
"Waktu kamu peluk aku, pelukan erat yang membuat aku kesakitan," ucap Radian.
Radian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Karena aku juga ingin dipeluk. Aku tidak peduli rasa sakit asalkan aku bisa memelukmu," jawab Radian yang membuat Leana tersipu-sipu.
Tak lama kemudian Shanty, Monica dan Camelia datang menjenguk. Istri kedua Radian itu kaget begitu melihat Leana sudah berada di sisi suaminya.
"Mau apa kamu datang kemari?" tanya Camelia.
__ADS_1
"Camel! Kenapa bertanya seperti itu? Dia istriku, kenapa dia tidak boleh menjengukku?" tanya Radian menegur ucapan Camelia.
"Tapi dia tak ingin lagi jadi istrimu. Dia sudah menyerahkan cincin pernikahan kalian. Dia sudah membatalkan pernikahan kalian. Dia telah memutuskan untuk bercerai darimu, Kak," ungkap Camelia.
"Tapi aku tidak pernah menceraikannya. Sampai kapan pun, dia adalah istriku. Apa pun masalah yang terjadi, dia akan tetap menjadi istriku. Satu lagi yang harus kamu ingat. Setelah anak itu lahir aku akan menceraikan kamu. Maaf Camel, aku tak ingin punya istri seperti kamu, kejam, rela melakukan segalanya untuk mencapai keinginanmu. Sampai sekarang aku tidak bisa memaafkan perbuatanmu yang memfitnah istriku. Leana tak berselingkuh tapi kamu buat seolah-olah dia mengkhianatiku. Bukannya menolongnya, kamu justru memanfaatkan kemalangannya. Aku tidak akan pernah memaafkanmu. Jadi, begitu anak itu lahir bersiaplah untuk perceraian kita," ungkap Radian sambil menatap Camelia yang tertunduk.
"Jadi dia memfitnah Livia?" tanya Shanty.
"Ya Mommy, padahal saat itu aku ingin kembali pada Livia. Aku sudah berniat untuk kembali pulang ke rumah. Aku ingin berkumpul lagi bersama dengan keluargaku. Tapi aku disuguhkan dengan foto-foto palsu yang tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Aku hanya diperlihatkan foto-foto seolah-olah Livia berselingkuh dariku. Aku bahkan mengeluarkan kata-kata menyakitkan pada istriku. Camelia, menyebabkan aku menyakiti hati Livia, menyebabkan aku mengucapkan kata-kata tak pantas untuknya. Aku bahkan meragukan anak yang dikandungnya. Dosa-dosaku pada Livia sangat banyak, semua karena perempuan itu. Aku telah membuatnya mengucapkan kata-kata yang pasti membuat Livia terluka. Aku tidak bisa, seperti apa pun aku berusaha, selamanya aku tidak akan bisa mencintaimu Camel. Satu-satunya yang aku cintai dan selama-lamanya hanyalah Livia," ungkap Radian.
Mendengar itu Camelia pergi meninggalkan ruang rawat inap itu. Monica tak peduli, membiarkan wanita itu pergi sendiri. Sementara dia lebih memilih mengucapkan selamat atas berkumpulnya Radian dan Leana kembali. Shanty pun tak keberatan Cemelia pergi. Monica segera menggendong Revano sementara Shanty memeluk Livia.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1