
Paramedis segera datang memeriksa keadaan Camelia. Perlahan wanita itu sadar dari komanya. Dokter menyatakan keadaan Camelia telah membaik. Mereka semua bisa menemui Camelia setelah dipindahkan ke ruang rawat inap.
Mereka sekarang menunggu pemulihan kesehatan Camelia agar tuntutan terhadap wanita itu bisa segera ditindaklanjuti atas semua kejahatannya. Setelah beberapa hari kesehatan Camelia jauh membaik meski wanita itu mengalami patah tulang pada kakinya. Salsa membantu merawat wanita itu meski selalu mendapat penolakan dari Camelia.
"Ini semua terjadi karena kamu. Kamu yang sebabkan aku harus mengalami semua ini. Jika kamu tidak memanggilnya kita baik-baik saja sekarang. Pergi kamu! Aku benci padamu. Dasar tidak tahu terima kasih!" bentak Camelia.
"Maafkan aku kak," ucap Salsa.
"Pergi kamu. Dasar pengkhianat. Menusukku dari belakang. Lebih aku tidak punya adik sepertimu. Kamu lebih memihak pada orang lain daripada kakakmu sendiri. Kamu yang celakai aku. Sekarang masih berani-beraninya kamu panggil aku Kakak? Dasar pengkhianat! Pergi kamu!" teriak Camelia sambil melempar bantal rumah sakit.
__ADS_1
"Camelia! Sadarlah! Kamu itu sudah salah jalan. Kamu sudah melakukan tindakan kriminal. Kamu sudah melakukan penculikan anak, sekarang kamu justru menyalahkan Salsa. Untung saja Salsa menghentikan perbuatanmu, jika perbuatanmu terlalu jauh hukumanmu juga semakin berat," ucap seorang bapak yang berdiri di hadapan ranjang rumah sakit Camelia.
Radian, Leana dan Pak Ridwan Putra yang kebetulan tiba di ruang rawat inap itu kaget mendengar suara bapak itu yang begitu keras. Bapak itu menoleh ke arah Radian karena merasa ada yang datang. Radian mengangguk hormat pada bapak yang dikenalnya sebagai ayah kandung Camelia.
"Apa benar yang diceritakan Salsa? Camel telah menculik anakmu?" tanya bapak itu.
"Maafkan bapak yang tak bisa mengajari putri kami. Tak bisakah kalian memaafkannya?" tanya bapak itu.
"Kejahatan Camelia sudah sangat banyak Pak. Selama ini kami maafkan. Dia telah menipuku hingga akhirnya terpaksa menikahinya. Merekayasa kehamilan hingga aku harus bertanggung jawab terhadapnya. Karena masalah itu, aku dan istriku berpisah. Dia juga pernah memfitnah istriku berselingkuh hingga membuat rumah tanggaku hancur dan banyak lagi kehancuran yang diperbuatnya. Semua kami maafkan karena kami masih bersyukur karena masih mempertahankan rumah tangga kami tapi kali ini sangat keterlaluan pak, kami sekeluarga besar benar-benar merasa hancur atas kejadian ini. Kami merasa Camelia tidak akan bisa berubah jika tidak mendapatkan hukumannya," jelas Radian.
__ADS_1
Mendengar itu bapak kandung Camelia tertunduk. Ibunda Camelia pun menangis, tak bisa berkata apa-apa lagi. Bapak itu pun pasrah atas tuntutan yang dilayangkan oleh Radian dan keluarga.
"Lalu bagaimana dengan perbuatan bapak itu? Dia telah membuat aku celaka!" bentak Camelia.
"Kami akan melakukan pembelaan sekuat tenaga kami atas apa yang dilakukan papaku. Kita semua tahu, yang dilakukan papaku adalah usaha untuk membela diri. Semua kejadian ini tak akan terjadi jika kamu tidak menculik anakku. Celakanya kamu berawal dari perbuatanmu sendiri. Jika kamu berani menuntut papaku, maka kamu akan mendapat tuntutan balik," ucap Radian.
Akhirnya membuat Camelia pasrah. Radian meminta Camelia menyerahkan diri demi mendapatkan keringanan hukuman. Sementara dirinya dan keluarganya akan tetap mengajukan tuntutan.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1