Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 134 ~ Istirahat di Rumah ~


__ADS_3

Salsa akhirnya bersedia diajak pulang ke rumah. Mereka beristirahat setelah melalui kejadian yang menakutkan. Sepanjang perjalanan tak ada yang ingin membahas kejadian itu lagi.


Hanya Leana dan Radian yang masih berbincang di kamar mereka. Berbaring sambil memeluk istrinya, Radian bertanya-tanya pada istrinya. Rasa tak percaya bisa terjadi hal seperti pada keluarga mereka.


"Kamu memang pernah mengalami kejadian-kejadian yang menakutkan seperti itu. Mommy dan Monica bahkan tega ingin membunuhmu. Kamu mungkin tidak takut lagi sayang, tapi aku yang merasa takut. Kehilangan kamu saat itu saja sudah cukup membuat hidupku terasa mati. Aku tidak sanggup kehilangan kamu Livia, sungguh! Jangan buat aku ketakutan lagi," ucap Radian memohon sambil memeluk istrinya itu erat.


"Maafkan aku kak, aku tidak akan melakukan itu lagi," ucap Leana dalam pelukan suaminya.


"Tolong jangan buat aku khawatir Livia, sudah cukup rasa kehilangan yang pernah aku rasakan saat kamu tak ada disisiku. Itu rasa sangat berat sayang. Aku tidak sanggup menjalaninya lagi. Aku tak menemukanmu di kamar di tengah malam, itu saja sudah membuat aku sangat panik. Sekarang menghadapi psikopat seperti Camelia seorang diri? Apa yang ada dalam pikiranmu?" tanya Radian.


Semakin dibahas Radian semakin panik. Laki-laki itu bermaksud menghentikan pembicaraan mereka asalkan Leana berjanji tidak bertindak sendiri. Khususnya untuk sesuatu yang bisa membahayakan keselamatannya. Namun, Leana justru teringat sesuatu. Rasa herannya karena tiba-tiba ayah mertuanya bisa berada di rumah susun itu juga.

__ADS_1


"Iya aneh, kenapa papa bisa sampai di sana juga?" tanya Radian setelah diingatkan oleh Leana.


"Ya kak, jika papa tidak ada di sana mungkin Reva telah berhasil direbut oleh si Camel. Tepat di saat aku butuh bantuan kak," ucap Leana.


"Apa ini juga rencana papa?" tanya Radian.


"Apa? Nggak mungkin? Untuk apa menculik cucunya sendiri. Mereka juga tidak minta tebusan jika masalahnya adalah uang. Makanya sekian lama kita tidak mendengar kabarnya. Padahal jika mereka minta tebusan, akan aku berikan berapa pun yang mereka minta. Tak perlu menculik putriku selama ini. Lagi pula Salsa sepertinya tidak berniat untuk menculik Reva. Dia sepertinya dipaksa oleh Camelia," tutur Leana.


"Aku tidak tahu pasti hubungan apa, tapi tadi aku mendengar dia memanggil Camelia itu dengan panggilan kakak. Entah hanya sekedar panggilan atau memang ada hubungan keluarga," jawab Leana.


"Ya sudah sayang. Besok bisa kita tanyakan, apa yang terjadi sebenarnya. Sekarang ayo kita istirahat, kita sudah janji akan mengantarkan Salsa melihat kondisi kakaknya," ucap Radian, Leana pun mengangguk.

__ADS_1


Mereka beristirahat sambil berpelukan. Radian tak melepaskan sedikit pun pelukannya. Kadang Leana merasa sesak nafas dan ingin melepaskan diri dari pelukan suaminya. Namun, dengan cepat Radian segera melingkarkan tangannya ke tubuh istrinya. Radian seperti tidak ingin kecolongan lagi. Mengira istrinya tidur di sampingnya tetapi ternyata pergi meninggalkannya.


"Aku tidak akan meninggalkan kakak. Kakak jangan khawatir, lepaskan aku sebentar saja ya," bisik Leana.


Entah terdengar oleh Radian atau tidak. Benar-benar ingin didengar suaminya atau hanya ingin meminta izin dan mengizinkan sendiri. Leana berhasil mengangkat tangan suaminya. Leana pun berbalik ke arah lain membelakangi suaminya. Baru saja bergeser sedikit menjauh. Tangan kekar laki-laki tampan itu langsung kembali melingkar di pinggang Leana.


"Minta lepaskan cuma sebentar kan? Sekarang sudah habis waktunya," bisik Radian dengan mata yang masih terpejam.


"Aku tidak mau kehilanganmu," sambung Radian lirih.


Leana tersenyum, dalam hati menjawab hal yang sama untuk Radian. Wanita itu juga tak ingin kehilangan laki-laki yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya itu. Leana membalikkan badan dan justru memeluk begitu erat tubuh suaminya hingga Radian menjerit bahagia. 

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2