
Radian menemui Camelia yang telah menunggunya di rumah kontrakan mereka. Camelia langsung menyambut laki-laki itu dengan sikapnya yang manja. Namun, kedatangan Radian justru untuk memberitahu tentang penipuan yang dilakukan oleh wanita itu.
Berdasarkan cerita dari Ricky, Radian menyatakan ingin segera menceraikan Camelia. Wanita itu terdiam, tak bisa berkata apa-apa. Masih teringat dengan jelas peristiwa yang terjadi di kamar hotel itu. Rencananya untuk menjebak Radian justru berakhir dengan kesialan pada dirinya sendiri.
Akibat mabuk, Camelia justru salah mengira Ricky adalah Radian. Di mata gadis itu, laki-laki yang menidurinya adalah Radian tetapi ternyata adalah seorang yang dikenalnya sebagai OB dan pelayan di sebuah Night Club. Camelia frustasi tetapi tetap menjalankan rencananya, menjebak Radian hingga berhasil menjadikan laki-laki itu sebagai suaminya.
Saat tiba di rumah, Radian langsung mencari istrinya yang tengah termenung di balkon kamar mereka. Radian langsung memeluk wanita yang dicintainya itu. Radian terkejut saat melihat Leana yang mencoba menyembunyikan air matanya.
"Sayang, kamu menangis?" tanya Radian langsung memaksa wanita itu menghadap ke arahnya.
Leana menggelengkan kepalanya. Tak ingin laki-laki itu mengkhawatirkan tangisnya. Leana hanya ingin berusaha menguatkan hatinya setelah memutuskan menerima kembali suaminya yang telah berbagi cinta.
"Aku pikir aku bisa, tapi ternyata sangat sulit," ucap Leana akhirnya.
"Apa yang bisa dan apa yang sulit?" tanya Radian.
"Aku pikir, aku bisa menerimamu berbagi cinta. Aku mencobanya tetapi rasanya sangat sulit. Aku merasa cemburu," ucap Leana terus terang lalu menangis tersedu-sedu.
Radian segera memeluk wanita yang dicintainya itu. Bukannya bersedih tetapi justru malah tersenyum mendengar penuturan istrinya. Dengan senyum yang mengembang di bibirnya, Radian memeluk istrinya erat.
"Tak ada yang berbagi cinta. Sejak masih remaja hingga sekarang cintaku masih tetap satu dan itu hanya untukmu. Siapa pun namamu, seperti apa pun wajahmu, aku tetap hanya cinta sama kamu," ungkap Radian.
"Tapi …"
"Aku telah tahu fakta pernikahanku dengan Camelia adalah palsu. Aku akan menceraikannya … tidak, bukan menceraikan tapi membatalkan. Aku akan membatalkan pernikahan kami. Tidak ada pernikahan di antara kami," tutur Radian.
"Apa maksud Kakak?" tanya Leana sambil menatap wajah suaminya.
"Aku akan membatalkan status pernikahan kami. Aku memutuskan pernikahan kami itu tidak pernah ada," ucap Radian.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Leana heran.
"Aku akan mengajukan pembatalan perkawinan. Itu adalah usahaku untuk membatalkan pernikahanku dengan Camelia. Pembatalan perkawinan artinya aku membatalkan perkawinan setelah berlangsungnya akad nikah. Aku bisa mengajukan itu dengan alasan perkawinan itu terjadi karena penipuan," ungkap Radian.
"Penipuan? Siapa yang melakukan penipuan?" tanya Leana heran.
__ADS_1
"Wanita itu memaksaku melakukan pernikahan dengan cara melakukan penipuan. Dia menuduhku telah menghamilinya padahal dia mengetahui dan menyadari kalau aku tidak pernah menyentuhnya," jelas Radian.
"Tapi itu mungkin karena Kakak tidak sadar melakukannya," ucap Leana.
"Benar, saat kejadian itu aku dalam keadaan tidak sadar dan tidak melakukan apa-apa. Laki-laki yang meniduri Camelia ternyata adalah Ricky dan itu adalah keinginan Camelia sendiri yang dalam pengaruh alkohol," jelas Radian.
"Seperti itu? Camelia mengetahui itu dan tetap menuduh Kakak yang melakukannya?" tanya Leana.
"Ya sayang! Ricky baru mengetahui alasan Kakak menikahi Camelia lalu … dia menceritakan semua kejadian itu. Bisa dipastikan bayi dalam kandungan Camelia bukan anakku. Aku tidak pernah menyentuhnya, sayang," ucap Radian sambil tersenyum.
Leana tersenyum bahagia, lalu segera memeluk suaminya. Sangat bahagia karena mengetahui suami yang dicintainya ternyata masih tetap setia. Leana meminta maaf karena meragukan kesetiaan laki-laki itu. Radian justru menggelengkan kepalanya. Baginya Leana tidak bersalah, hal yang wajar jika wanita itu berprasangka seperti itu padanya.
"Aku yang harusnya meminta maaf, sayang. Semua ini tidak akan terjadi kalau aku tidak pergi dari rumah. Jika aku tak meragukan cintamu. Jika aku yakin kamu tak berselingkuh dariku. Kita hidup bahagia di rumah ini. Kamu tak akan menenangkan diri di luar negeri dan aku tak akan kecewa hingga meminum minuman keras itu. Camelia tak akan punya cara untuk menjebakku. Semua terjadi karena kesalahanku sayang. Maukah kamu memaafkan aku?" tanya Radian menatap sendu mata bening istrinya.
"Kalau begitu kita saling memaafkan ya?" tanya Leana.
Radian tersenyum, lalu membenamkan bibirnya ke bibir manis istrinya. Radian sangat merindukan ciuman hangat bersama istrinya. Namun, masalah datang silih berganti mengguncang rumah tangga mereka. Kini Radian bertekad tak akan pernah meragukan cinta istrinya lagi.
Hari-hari bahagia terasa di kediaman Tn. Robert Chandra. Semua saling menyayangi dan saling peduli. Monica yang sangat sayang pada keponakannya tak henti-hentinya memanjakan anak laki-laki yang tampan itu. Kadang mengajaknya jalan-jalan ke Mall atau bermain bersama di arena bermain.
Setiap ada waktu libur, gadis yang hingga kini belum menikah dan masih saja betah melajang itu mengajak keponakannya menghabiskan waktu. Penghasilannya sebagai model yang tengah merintis sukses lebih banyak dihabiskan untuk ponakannya itu ketimbang untuk dirinya sendiri.
"Terima kasih Tante Monic sayang," ucap Revano langsung mencium kedua pipi gadis itu.
Setiap memberi hadiah apa pun Monica akan langsung menyerahkan pipinya untuk dicium Revano. Kali ini Revano mengajak gadis itu menonton di bioskop. Sambil menunggu masuk gadis itu membelikan Revano popcorn dan softdrink.
Begitu asyik menikmati popcorn itu berdua hingga saling berebutan. Revano bahkan hingga membawa lari cup besar berisi popcorn itu. Semua itu menjadi tontonan para pengunjung bioskop termasuk Ezra yang tanpa sadar memperhatikan tingkah keduanya.
Entah mengapa hari itu, dirinya ingin bersantai di luar rumah. Ezra memilih menonton film keluarga di bioskop. Hanya ingin menyaksikan sebuah film ringan, seru dan tanpa beban. Saat termenung menyaksikan banyaknya keluarga yang datang membawa putra putri mereka. Ezra tanpa sadar memperhatikan tingkah Monica dan Revano.
Ezra ingat, Monica adalah adik dari Radian. Saat melihat anak itu, Ezra langsung tahu kalau anak kecil tampan itu pastilah anak Leana dan Radian. Perpaduan wajah Leana dan Radian terukir di wajah anak laki-laki tampan itu. Ezra ikut tertawa saat melihat tingkah mereka. Tak hanya dirinya, pengunjung yang melihat pun tersenyum menatap keakraban bibi dan keponakan itu.
Bahkan di antara pengunjung, ada yang merekam aksi lucu Revano yang berlarian sambil menggendong satu cup besar popcorn. Monica kewalahan mengejar. Begitu lewat di depannya, Ezra langsung menangkap dan menggendong anak laki-laki tampan itu. Monica sangat terkejut saat melihat Revano telah dalam gendongan laki-laki yang menjadi cinta pertamanya itu.
"Akhirnya tertangkap juga ya pencuri kecil," ucap Ezra sambil tersenyum.
__ADS_1
"Reno bukan pencuri Om, ini punya Reno," ucap Revano membela diri.
"Lalu kenapa Tante itu kejar-kejar Reno?" tanya Ezra lagi.
"Oh, Om kenal sama Reno? Kok bisa tahu nama Reno?" tanya Reno heran, sementara Ezra tersenyum karena tanpa sadar anak itu menyebutkan namanya sendiri.
"Tentu Om tahu, Om tahu semuanya. Tante yang kejar-kejar Reno itu namanya Monica 'kan?" tanya Ezra lagi.
Revano terperangah hingga mulutnya ternganga. Sementara Monica menahan senyum mendengar percakapan keduanya. Gadis itu segera mendekati teman semasa SMP dan keponakannya itu.
"Oh Tuan, terima kasih sudah menangkap pencuri itu untukku," ucap Monica sambil mengangguk hormat, ikut memainkan perannya.
"Tidak masalah Nona, sekarang kita laporkan saja dia ke polisi–"
"Jangan Om, Reno bukan orang jahat. Reno cuma bercanda sama Tante Monica–"
"Nah, benar 'kan? Namanya Monica?" tanya Ezra.
"Eh iya! Om hebat. Tante, Om ini hebat bisa tahu nama kita," ucap Revano kagum.
"Om juga tahu nama Mama dan Papa Reno," ucap Ezra lagi, membuat Revano kembali tercengang.
Monica terpana melihat keakraban laki-laki tampan itu dan keponakannya. Jantungnya berdebar kencang. Sikap Ezra yang hangat terhadap keponakannya itu menjalar hingga ke hatinya. Monica merasakan kehangatan di percakapan mereka hingga menumbuhkan kembali rasa cintanya yang hampir meredup.
"Papa Reno namanya Radian dan Mama Reno namanya Livia, benar 'kan?" tanya Ezra.
Revano tercengang, melihat ekspresi lucunya, Ezra dan Monica kontan tertawa. Orang-orang yang melihat ekspresi Revano pun ikut tertawa. Bahkan ada yang menyatakan kekagumannya akan ketampanan dan kelucuan anak itu.
"Putranya ganteng dan lucu ya," ucap seorang pengunjung.
"Papanya ganteng, Mamanya juga cantik, tentu anaknya ganteng betul," ucap pengunjung lain.
"Keluarga kecil yang harmonis, masih muda dan cakep-cakep," ucap pengunjung yang lain lagi.
Para pengunjung yang tak mendengar pembicaraan mereka hanya sekedar melihat ekspresi lucu dan tawa Ezra dan Monica, langsung menebak mereka adalah suami istri dan putranya. Karena bioskop itu sedang dibanjiri keluarga-keluarga yang ingin mengajak putra-putrinya menonton film keluarga.
__ADS_1
Monica malu-malu tapi juga merasa khawatir Ezra akan keberatan dikira suaminya. Namun, ternyata Ezra bersikap terbuka. Laki-laki itu justru berterima kasih atas sangkaan para pengunjung itu. Mereka pun kembali menunggu jam tayang film sambil menikmati popcorn yang masih tersisa.
...~ Bersambung ~...