Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 91 ~ Berganti ~


__ADS_3

Monica datang menjenguk Ezra tapi laki-laki itu telah diizinkan pulang. Rasa kecewa karena tak melihat Ezra di ranjang rumah sakit. Akhirnya bisa terobati saat mengetahui laki-laki itu berdiri di balkon dengan seikat buket bunga mawar yang indah.


Tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Monica merasa apa yang terjadi hanyalah mimpi. Ezra membuktikan dengan memberikan sebuah ciuman lembut di bibir Monica, diakhiri dengan gigitan di bibir gadis. Membuat Monica menjerit merasakan sakit.


"Berarti mimpi atau nyata?" tanya Ezra.


Monica tak perlu menjawabnya, gadis itu merasakan sakit di bibirnya membuktikan bahwa semua itu bukanlah mimpi. Begitu terlena dengan nikmatnya ciuman Ezra membuat gadis itu tak peduli semua adalah mimpi atau nyata hingga laki-laki itu membuktikan dengan rasa sakit dari gigitannya.


Sakit, tetapi Monica justru tersenyum menatap laki-laki itu. Ezra membuktikan pada Monica kalau semua ini adalah nyata. Menggigit bibir gadis itu setelah puas menikmati ciumannya. Mereka tertawa bersama. Monica menghamburkan tubuhnya ke tubuh laki-laki tampan itu. Ezra membalas pelukannya.


"Aku tidak keberatan jika harus perpanjang sewa ruang rawat inap ini, tapi daripada sewa di sini bukannya lebih baik sewa kamar hotel?" ucap Ezra minta pertimbangan tetapi justru membuat Monica wajah gadis merona merah.


Ezra tertawa dan mengajak gadis itu keluar dari ruang rawat inap itu. Begitu bahagianya Monica dengan kejadian hari ini. Setelah menangis semalaman mengetahui Ezra akan menikahi Camelia. Kini semua berubah, kesedihan berubah menjadi kebahagiaan.


Ezra mengajak Monica bertemu ayahnya dan mengenalkan gadis itu. Meski Tn. Adam sangat terkejut dengan keputusan putranya tetapi bisa diatasi dengan baik oleh Ezra. Laki-laki itu menceritakan pertemuan mereka dan hingga berakhir dengan keputusan untuk memperkenalkannya pada Tn. Adam.


"Kamu kecelakaan dan tak beritahu Daddy?" ucap orang tua itu.

__ADS_1


"Tidak parah Daddy aku hanya beristirahat di ruang rawat inap. Dari kemarin aku juga sudah merasa baik-baik saja tapi karena harus menunggu hasil CT scan dan efek yang timbul di kemudian hari karena sempat tak sadarkan diri, aku di minta untuk beristirahat di ruang rawat inap tapi jangan khawatir Daddy, hasilnya baik-baik saja," tutur Ezra.


Ezra menjelaskan secara detail kejadian tanpa ada yang ditutup-tutupi. Laki-laki itu tak ingin ada rahasia-rahasia lagi agar Tn. Adam benar-benar lega. Ezra tahu ayahnya sangat khawatir padanya mengingat Ezra adalah putra satu-satunya.


Rasa khawatir Tn. Adam itulah yang membuat Ezra tak ingin memberitahukan perihal kecelakaannya sebelum mendapatkan kepastian kalau dirinya baik-baik saja. Namun, Tn. Adam tetap tidak setuju, Ezra seharusnya memberi kabar padanya. Karena dia tak ingin menyesal karena tak merasa perhatian terhadap putranya.


"Daddy aku ini bukan anak kecil lagi," ucap Ezra sambil tersenyum.


"Daddy tapi pada siapa lagi perhatian Daddy curahkan kalau bukan padamu. Mommy sudah tiada, hanya kamu yang keluarga yang Daddy punya," ucap Adam dengan raut wajah khawatir.


"Sekarang bukannya aku akan segera menikah? Kita akan punya keluarga tambahan lagi," ucap Ezra menghibur ayahnya.


"Bukan Daddy, aku batal menikah dengannya," ucap Ezra.


"Apa?" tanya Adam terkejut.


Tn. Adam merasa tak percaya karena belum lama ini Ezra mengenalkannya pada seorang gadis yang cantik. Meski belum begitu lama mengenalnya tapi wanita itu bersikap hangat dan akrab dengannya. Ezra akhirnya menceritakan penyebab dirinya membatalkan pernikahannya dengan Camelia. Tn. Adam hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kita tidak tahu isi hati orang," ucap bapak itu seperti bicara pada dirinya sendiri.


"Tapi aku akan tetap menikah Daddy. Aku bawa seorang gadis yang menggantikan Camelia di pesta pernikahanku," ucap Ezra sambil tersenyum.


"Apa secepat itu kamu mendapatkan pengganti?" tanya Adam.


"Dia gadis yang aku tolong di parkiran itu," jawab Ezra.


"Kamu langsung jatuh cinta padanya?" tanya Adam.


Ezra menjelaskan perasaan yang dirasakannya saat mereka menonton di bioskop. Setelah menjelaskan kalau mereka telah mengenal sejak masih di SMP. Ezra merasa sangat yakin cinta Monica tulus untuknya.


"Aku ingin perkenalkan dia pada Daddy, dia ada di ruang tamu sekarang," ucap Ezra mengajak ayahnya untuk berkenalan dengan Monica.


Mereka pun beranjak dari beranda belakang menuju ruang tamu. Sambil melangkah Tn. Adam menatap Monica yang langsung berdiri dari duduknya. Sedikit tertegun tetapi melanjutkan perkenalan itu.


Mereka berbincang-bincang tentang kegiatan Monica saat ini lalu menikmati makan siang bersama dengan sangat akrab. Setelah itu melanjutkan berbincang di ruang tengah. Tak lama kemudian Ezra mendapat telepon dari personal assistant-nya.

__ADS_1


Laki-laki itu minta diri untuk menerima telepon. Kesempatan itu dipergunakan Tn. Adam bicara lebih serius dengan Monica. Dengan wajah yang tertunduk dan air mata yang menetes akhirnya Monica pamit meninggalkan Tn. Adam dan Ezra yang tak mengetahui kepulangannya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2