Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 106 ~ Rahasia ~


__ADS_3

Leana terbangun karena bayinya yang bangun dan menangis. Mengurusi bayinya lalu menidurkannya kembali. Leana turun ke lantai bawah untuk meneguk air putih dingin. Saat ingin kembali ke kamarnya di lantai atas, Leana melihat sosok yang perlahan keluar dari pintu masuk rumah.


Merasa penasaran wanita itu mengintip keluar rumah. Terlihat ayah mertuanya yang berjalan perlahan menuju gerbang rumah mereka. Rasa penasaran membuatnya nekad mengikuti orang yang baru dikenalnya itu. Sangat terkejut saat melihat ayah mertuanya itu menemui seseorang di luar sana di tengah malam.


Ayah mertuanya itu terlihat menyerahkan sesuatu pada mereka lalu kembali melangkah ke arah rumah. Keesokannya paginya Leana bersikap seperti biasa tapi diam-diam memperhatikan tingkah ayah mertuanya itu. Menyapanya dengan ramah dan perhatian.


"Apa tidur Papa nyenyak? Apa ada yang tidak nyaman?" tanya Leana saat mereka sarapan pagi bersama.


"Nyenyak Nak, nyaman sekali," jawab Ridwan Putra.


"Jika ada yang Papa butuhkan, katakan saja padaku, atau pengurus rumah jika Papa ingin makan sesuatu," ujar Leana.


"Ya Nak, baiklah. Oh ya, Papa ambil sarapan ini terlalu banyak. Kelihatannya sangat enak jadi seperti ingin makan banyak, malah terasa kenyang. Apa boleh Papa lanjut makan di kamar?" tanya Ridwan Putra.


"Oh baiklah Pa, tidak masalah," jawab Leana.


Radian tersenyum, Shanty menunduk. Merasa malu atas tingkah mantan suaminya itu. Teringat sikapnya dulu, yang begitu arogan di hadapan Leana. Seolah-olah memiliki kehidupan yang mewah. Tetapi mantan suaminya justru memperlihatkan tingkah yang memalukan.


Seperti yang dikatakan bapak itu, bapak itu membawa membawa sisa sarapannya ke kamar. Leana meminta pelayan untuk membantu membawakan piring berisi bermacam-macam jenis sarapan pagi itu di atas nampan. Bapak itu pun pamit ke kamarnya.


"Aku berangkat Pa!" seru Radian.


"Oh ya, kamu mau ke kantor?" tanya Ridwan Putra menghentikan langkahnya menuju kamar.

__ADS_1


"Ya, sebentar lagi," jawab Radian.


"Oh, apa Livia juga ke kantor?" tanya sang ayah.


"Aku masih cuti melahirkan Pa," jawab Leana.


"Oh ya, kalau begitu Papa kembali ke kamar dulu ya," ucap bapak itu kembali pamit.


Kedua anak dan menantu itu mengangguk. Radian pun pamit pada ibunya dan adiknya. Seperti biasa Leana mengantar suaminya ke teras dan kembali masuk ke rumah setelah mobil yang membawa laki-laki yang dicintainya itu menghilang dibalik gerbang. Monica mengagetkannya saat Leana membalik badan.


"Cium aku juga dong," goda Monica sambil tertawa karena sempat melihat Radian yang mengecup bibir istrinya sebelum naik ke mobilnya.


"Minta sama suami Kakak nanti," jawab Leana.


Leana masuk ke dalam rumah dan melihat sang ayah mertua baru keluar dari kamarnya. Wanita itu segera menghampiri. Bapak itu sedikit kaget, seperti tak menyangka Leana muncul dari arah depan rumah.


"Oh, Papa mau ke mana?" tanya Leana.


"Oh ini … Papa mau jalan-jalan di sekitar sini. Sumpek juga kalau di dalam kamar terus," jawab Ridwan Putra.


"Oh ya Pa, hati-hati Pa. Jangan sampai tersesat ya?" ucap Leana.


Bapak itu tertawa lalu melanjutkan langkahnya. Leana tak tinggal diam, melangkah mengikuti, keluar dari pintu samping rumah yang langsung menuju taman depan rumah. Leana mengikuti di antara pohon buah-buahan dan tumbuhan bunga mawar itu.

__ADS_1


Saat Pak Ridwan Putra keluar dari kamar, barulah Leana keluar dari taman dan mengintip di balik roster dekorasi dinding pagar itu. Leana terkejut saat melihat dua orang perempuan yang langsung meminta dengan kasar pada bapak mertuanya itu.


"Lama sekali si Pa, kami kelaparan," ucap seorang perempuan yang lebih tua.


"Iya, apa nggak bisa bawa lebih banyak?" tanya yang lebih muda.


"Papa nggak bisa bawa banyak-banyak. Ini saja rasanya sudah malu memintanya. Papa harus sembunyi-sembunyi membawanya," jawab Ridwan Putra.


"Baju Papa bagus," ucap perempuan yang lebih muda itu.


"Ini baju Radian, Radian kasih biar Papa bisa ganti baju," jawab Ridwan Putra.


"Anak Papa yang ganteng itu? Aku mau kawin sama dia."


Mimpi kamu, batin Leana.


"Dia sudah punya istri dan dua orang anak," ucap Ridwan Putra.


"Dia punya banyak uang. Tak apa-apa tambah istri satu lagi. Papa juga dulu begitu. Diam-diam punya istri dua," ucap perempuan muda itu.


Leana terkejut mendengar ucapan perempuan muda itu. Yang lebih membuat heran Leana tak mendengar ayah mertuanya itu memarahi atau setidaknya menegur ucapan perempuan muda itu yang dinilai Leana kurang pantas. Pak Ridwan Putra hanya sekedar memberitahu kalau anak kandungnya itu telah beristri.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2