Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 133 ~ Pulang ke Rumah ~


__ADS_3

Pak Ridwan Putra pasrah dengan apa yang telah dilakukannya. Sedikit pun bapak itu tidak menyesal me celakakan Camelia. Baginya melihat putranya berkumpul lagi dengan istri dan putri mereka, sudah membuat Pak Ridwan Putra sangat bahagia.


Radian yang sejak kecil telah diabaikannya. Kini justru dengan lapang dada bersedia menerima kembali ayah yang tak berguna seperti dirinya. Leana bahkan sudah sangat berbaik hati menerima dirinya dan keluarga barunya di rumah megah wanita baik hati itu.


Terlebih lagi yang membuat sang ayah itu merasa terharu. Sikap Leana yang tak memandang rendah dirinya. Tetap bersikap hormat layaknya seorang menantu meski strata mereka berbeda jauh. Saat melihat wanita itu dalam bahaya, Pak Ridwan Putra tak punya pikiran lain. Selain tak ingin Leana terluka.


Aku tidak akan biarkan orang menyakiti menantiku. Dia terlalu baik untuk disakiti. Wanita itu yang sangat jahat. Setelah menculik bayinya, kini ingin mencelakai ibunya. Aku tidak akan menyesal telah mendorongnya. Bagaimanapun kondisinya nanti, aku akan bertanggung jawab, batin Ridwan Putra menguatkan hatinya untuk tidak menyesal.


Terbayang putranya yang akan bersedih melihat istrinya tersakiti, atau mungkin bisa terbunuh. Terbayang dua orang cucunya yang akan kehilangan ibu yang sangat penyayang dan baik hati itu, Pak Ridwan tak punya pilihan lain. Mendorong tubuh Camelia atau menantunya yang akan didorong wanita jahat itu.

__ADS_1


Radian menoleh ke arah ayahnya dan segera menanyakan keadaan bapak itu. Pak Ridwan Putra justru meminta Radian untuk membawa pulang Leana dan Revani. Radian pun setuju dan mengajak ayahnya untuk pulang bersama.


"Papa tidak bisa. Papa harus menunggu di sini. Papa harus tahu bagaimana keadaan wanita itu. Mungkin Papa akan diminta pertanggungjawaban," ucap Ridwan Putra.


Radian terenyuh mendengar ucapan ayahnya. Demi menolong istri dan anaknya, ayahnya bisa terancam dipidana. Radian akan melakukan apa saja untuk membantu melepaskan ayahnya dari jeratan hukum.


"Pa, papa pasti sangat lelah, ayo kita istirahat dulu di rumah. Seperti apa nanti kejadiannya kita hadapi bersama. Kita juga ajak Salsa pulang dan istirahat di rumah. Mengenai kondisi Camelia, kami akan bertanggung jawab dengan biaya pengobatannya. Di rumah, kita doakan dia agar selamat Pa," bujuk Radian.


Setelah mendengar cerita Leana, bagaimana Salsa mendapat pukulan dan tendangan dari Camelia demi menolongnya dan Revani. Radian meminta gadis itu untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan terhadap luka di perut dan luka memarnya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja tuan, aku di sini saja, tunggu Kak Camel," ucap gadis itu.


Melihat itu, Leana ikut membujuk Salsa untuk ikut pulang bersama. Setiap kali teringat kekejaman Camelia pada Salsa dan rasa terima kasih Leana terhadap Salsa yang mengembalikan putrinya, Leana jadi tak tega membiarkan gadis itu sendiri menunggu.


"Besok kita semua akan datang lagi kemari. Kita lihat lagi keadaannya. Kita beristirahat dan berdoa di rumah. Di sini kita juga tidak bisa berbuat apa-apa," bujuk Leana.


"Jangan khawatir tentang pengobatannya, Camelia akan mendapatkan penanganan terbaik," imbuh Radian.


"Benarkah tuan?" tanya Salsa.

__ADS_1


Radian mengangguk begitu juga dengan Leana. Salsa percaya dengan kesungguhan dan kebaikan hati kedua orang itu tapi hatinya masih berat meninggalkan kakaknya. Setelah terus di bujuk Leana akhirnya Salsa bersedia ikut pulang bersama. Mereka pun, pulang bersama-sama untuk beristirahat.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2