Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 72 ~ Bertemu ~


__ADS_3

Leana menjalani hari-hari sedihnya ditemani Ezra. Laki-laki itu melakukan apa saja untuk membantu wanita itu melupakan kesedihannya. Meski permintaan maaf dari Ezra masih belum mendapat jawaban dari wanita itu, Ezra tak putus asa.


Satu lagi hutang maafku bertambah, Livia tak pernah bisa memaafkan aku, batin Ezra.


Meski dalam hati masih ada rasa sedih, marah dan benci pada Ezra namun Leana tak tega menunjukkannya. Perlahan wanita itu memaafkan meski tak diucapkannya. Hatinya sedikit terbuka pada Ezra, laki-laki yang sejak dulu di hormati dan disayanginya.


"Kamu tidak ingin lihat-lihat di tempat lain?" tanya Ezra sambil membawakan barang-barang belanjaan Leana.


"Tidak usah Kak. Di sini cukup bagus dan lengkap," jawab Leana saat mereka berbelanja perlengkapan bayi.


Kandungan Leana yang telah memasuki tujuh bulan membuatnya sedikit demi sedikit harus menyiapkan keperluan menjelang kelahiran bayi itu. Saat wanita itu baru saja keluar dari ruangannya, Ezra datang. Leana yang telah merencanakan hari ini membeli perlengkapan bayi karena takut dengan jadwal kerja nya yang sibuk akhirnya menerima tawaran Ezra untuk menemani.

__ADS_1


Mereka berjalan perlahan melihat-lihat dan memilih. Ekspresi Leana kadang terlihat bahagia kadang terlihat sedih, Ezra mengerti wanita itu pasti tiba-tiba teringat pada suaminya.


"Ada apa Livia?" tanya Ezra tak ingin melihat wanita itu melamun lebih lama.


"Oh, nggak apa-apa Kak," jawab Leana sambil menaruh botol susu bayi itu.


Hatinya masih ragu memilih, memutuskan untuk berjalan-jalan sementara melihat-lihat keperluan lainnya. Teringat saat kehamilan Revano, Radian menjaga kehamilan Leana dengan sangat hati-hati. Tak ingin terjadi sesuatu seperti yang dialami istri Dr. Djamal yang lumpuh setelah melahirkan. Radian menjaga kehamilan istrinya dengan sangat hati-hati.


Mempersiapkan keperluan menjelang kelahiran bersama-sama. Memilih apa-apa yang diperlukan istri dan bayinya bersama-sama. Saat bingung memilih mereka melakukan hand game gunting kertas batu untuk menentukan pilihan siapa yang akan diikuti. Mereka melakukan permainan itu dengan bahagia. Bahkan SPG-SPG yang melihat tingkah mereka tersenyum melihat cara mereka memenangkan pilihan mereka.


Kenangan itu bukan hanya milik Leana sendiri. Namun juga kenangan indah bagi Radian. Di sisi lain di balik rak itu dia pun tertegun, teringat saat menemani istri yang dicintainya sibuk mempertahankan pilihannya. Kadang Radian tersenyum sendiri, kadang timbul rasa sedih. Hari ini Radian diminta menemani Camelia memilih perlengkapan bayinya dan Radian sibuk dengan kenangannya. 

__ADS_1


Saat mata dan hatinya letih mengingat kenangan itu, Radian melangkah meninggalkan tempat itu. Laki-laki itu muncul dari balik rak, di mana Leana dan Ezra pun sedang melangkah ke arahnya. Tak bisa dielakkan, Leana dan Ezra melihat Radian yang baru muncul dari balik rak itu. Mata mereka bertemu, tak bisa berpura-pura tak melihat. Leana pun tak bisa dengan segera berpaling. Wanita itu justru tertegun karena tak lama Radian muncul, Camelia pun muncul sambil membawa barang-barang pilihannya.


Saat melihat Radian yang tertegun, Camelia pun langsung menoleh ke arah tatapan mata Radian. Merasa terkejut saat yang ditatap suaminya itu ternyata adalah Leana. Camelia langsung mengapit lengan suaminya. Leana menatap sedih lengan Radian yang biasa menjadi tempatnya bergantung itu kini telah menjadi milik wanita lain.


Melihat ekspresi Leana, Radian langsung melepas tangan Camelia yang mengapit lengannya. Camelia cemberut, Radian tak peduli. Laki-laki itu melangkah menghampiri Leana karena tak mungkin pura-pura tak mengenalnya dan pergi begitu saja.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Radian berbasa-basi.


Namun dalam hati sangat ingin tahu jawabannya.


"Baik," jawab Leana singkat.

__ADS_1


Radian menoleh pada Ezra yang berdiri di samping belakang Leana. Tanpa aba-aba keduanya otomatis memalingkan wajah ke arah yang berbeda. Radian cemburu pada Ezra yang sekarang mendampingi istrinya sementara Ezra benci Radian yang telah merebut dan memiliki hati gadis sejak dulu dicintainya.


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2