Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 73 ~ Fakta ~


__ADS_3

Radian menyapa Leana untuk menanyakan keadaannya. Wanita cantik itu menjawab dengan seadanya. Saat melihat Ezra ada di samping Leana hati Radian terasa perih. Dia sendiri merasa menyesal. Setelah bertekad memaafkan perselingkuhan Leana dan Ezra, kini dirinya justru terjerat pernikahan dengan Camelia. Dalam situasi ini dirinya tak bisa memohon pengertian dan pengorbanan Leana lebih banyak lagi karena dia sendiri telah mencap dirinya sebagai seorang yang tidak setia.


Radian cemburu pada Ezra yang sekarang mendampingi istrinya. Menatap wajah laki-laki yang pernah menjadi atasannya itu. Radian langsung teringat pada foto-foto yang diperlihatkan Camelia. Sekarang melihat kedekatan mereka, Radian seperti mendapat penjelasan kalau memang telah terjadi sesuatu di antara Ezra dan Leana.


Sementara Ezra membenci Radian yang telah merebut dan memiliki hati gadis yang sejak dulu dicintainya. Rasa benci dan marah Ezra pada Radian karena menyembunyikan kenyataan Leana adalah Livia yang dicarinya. Rasa kesal itu tak bisa di lampiaskannya pada Radian yang saat itu jatuh pingsan karena dehidrasi.


Ezra mencari Leana karena menganggap Leana ikut andil menipunya. Menganggap Leana sengaja menutupi dirinya dan itu membuat Ezra kesal dan marah. Kemarahannya itu di lampiaskan dengan memaksa Leana menjadi miliknya. Memaksa wanita itu melayani nafsunya meski akhirnya dia sendiri sadar dan menghentikannya.


Ezra begitu mencintai Leana, hingga dia sendiri tak rela dirinya menyakiti Leana. Akhirnya menghentikan aksi pemaksaan itu dengan sendirinya. Kini mereka berhadapan, Radian dan Ezra bertemu setelah di hati mereka tersimpan rasa benci. Meski Radian kehilangan rasa percaya diri dengan status sosialnya saat ini namun setidaknya dia merasa bukan lagi bawahan Ezra.


Ezra juga tak menganggap Radian sebagai bawahannya lagi tapi saingan sesama laki-laki yang mencintai Livia. Meski diam dan berusaha bersikap santai namun dalam hatinya kesal karena Radian masih nekat menyapa Leana.


"Kandunganmu … bagaimana keadaannya?" tanya Radian seperti masih ingin Leana tetap bertahan dihadapannya.


Hingga laki-laki itu menanyakan keadaan kandungan Leana padahal meragukan janin yang dikandung Leana itu adalah darah dagingnya. Namun ingin lebih lama menatap wanita yang dicintainya itu, Radian justru menanyakan sesuatu yang membuat hatinya terluka.


Sementara Leana merasa tersiksa dengan pertemuan mereka. Wanita itu melihat situasi seolah-olah Radian pamer kemesraannya dengan istri barunya. Begitu juga dengan Camelia yang tersiksa saat melihat tatapan Radian yang masih begitu mencintai Leana.


"Aku harus pergi, Kak," ucap Leana tanpa mau menjawab pertanyaan basa-basi Radian.


Laki-laki itu tertunduk saat melihat Leana mengajak Ezra segera pergi dari situ. Hatinya masih ingin berlama-lama menatap wajah wanita yang dicintainya namun Leana sendiri terlihat tak betah berlama-lama di dekatnya. Camelia menatap mata suaminya yang masih mengikuti langkah Leana, membuat Camelia semakin membenci wanita itu.


Meski telah berhasil menyingkirkan Leana dari kehidupan Radian namun masih belum berhasil menyingkirkan Leana dari dalam hati laki-laki itu. Camelia sakit hati meski sehari-hari telah berlaku seperti seorang istri yang baik bagi Radian. Namun, laki-laki itu tak pernah menganggapnya sebagai seorang istri.


Pagi itu Radian bersiap-siap berangkat ke rumah kantornya. Saat tiba-tiba ponsel Camelia di meja itu bergetar. Tanpa sengaja Radian melirik ke arah ponsel itu. Biasanya dengan segera Radian mengalihkan pandangannya ke arah lain, tak peduli. Namun kali ini matanya tertegun saat melihat nama kontak yang muncul di layar ponsel istri barunya itu.


Sontak melihat ke arah luar kamar, Radian merasa Camelia masih sedang di kamar mandi. Segera laki-laki itu meraih ponsel itu dan menatap profil yang terpampang di notifikasi layar ponsel Camelia.


Livia? Kenapa dia mengirim pesan pada Camel? batin Radian bertanya-tanya.


Tanpa peduli norma kesopanan atau apa pun. Radian membuka pesan yang masuk ke ponsel Camelia. Laki-laki itu tercengang saat membaca kata-kata Leana yang tertulis di pesan itu.


~ Kamu sudah mendapat apa yang kamu mau, kenapa masih mengusik kehidupan ku? ~

__ADS_1


Apa yang dilakukan Camelia? tanya Radian dalam hati.


Laki-laki itu menelusuri percakapan Camelia dan Leana. Tak terlihat Camelia mengirim ucapan apa pun. Wanita itu hanya mengirimkan foto-foto yang ternyata adalah foto-foto kemesraan Leana dan Ezra yang pernah dilihatnya. Rahang Radian menegang saat melihat kembali foto kemesraan itu.


Tapi tak tega saat Leana seperti tertekan dalam setiap kata-kata dalam pesan yang dikirimkannya pada Camelia.


~ Jangan kirimkan lagi foto-foto palsu ini padaku! Aku tidak seperti itu! ~


~ Wanita jahat! Kamu tahu aku tidak seperti dalam foto ini! ~


Leana membalas setiap foto yang dikirimkan padanya itu dengan kata-kata. Semakin terlihat wanita itu telah depresi dengan foto-foto yang dikirimkan Camelia padanya.


Camelia meneror Livia dengan foto-foto ini? tanya Radian dalam hati.


~ Jangan kirimkan lagi! Kamu wanita jahat! Kamu pasti memiliki foto lain yang menampilkan pemaksaan itu tapi justru mengirimkan foto-foto seperti ini padaku ~


~ Bukannya kamu telah mendapatkan suamiku, apalagi maumu? ~


~ Jangan ganggu aku lagi! ~


Radian menelusuri setiap hari dan tanggal pengiriman foto-foto itu.


Sejak pertemuan di Mall, Camelia meneror Livia dengan foto-foto ini? Foto palsu? Benarkah ini palsu? Apa yang sebenarnya terjadi? batin Radian bertanya-tanya.


Laki-laki itu memeriksa galeri di ponsel itu. Mengamati setiap foto-foto yang yang terpampang di layar itu selain foto Camelia sendiri terdapat foto-foto perselingkuhan Leana dan Ezra yang sebagian besar telah dilihatnya.


Apa yang palsu, semua yang kulihat ini seperti nyata? batin Radian kembali bertanya.


Radian mulai putus asa mencari-cari sesuatu untuk pembenaran ucapan Leana. Jauh dilubuk hati laki-laki itu merasa Leana bukanlah orang yang suka mengada-ada. Ucapan Leana yang menyatakan foto itu palsu, langsung dipercayai oleh Radian.


Tapi Radian tak menemukan sesuatu yang berbeda, hal yang baru baginya hanyalah mengetahui betapa jahatnya Camelia meneror Leana. Radian putus asa, ingin segera menanyakan apa maksud perbuatan jahat Camelia pada Leana. Tapi matanya tertumpu pada satu folder tanpa nama yang belum di otak atiknya. Tanpa sadar membuka folder yang sejak tadi diabaikannya.


Mata Radian terbelalak. Dengan cepat jarinya menggeser tampilan foto-foto yang jauh lebih banyak dari yang sudah pernah dilihatnya. Dan yang lebih membuatnya kaget, terlihat Leana, istrinya yang menangis di bawah kungkungan tubuh Ezra.

__ADS_1


Terlihat Leana yang mendorong tubuh Ezra bahkan wajah Ezra. Juga ekspresi Ezra yang memaksa melepas blouse Leana. Semua foto-foto yang jelas menampilkan tindakan pemaksaan dan pelecehan terhadap Leana itu dikumpulkan dalam satu folder tersendiri dan itu tak pernah diperlihatkan Camelia padanya.


Darah Radian langsung mendidih, foto-foto yang menampilkan kejadian sesungguhnya itu justru disembunyikan Camelia. Hingga membuatnya salah paham dan menuduh Leana dan Ezra berselingkuh. Tapi dibalik semua itu Radian juga merasa menyesal, karena telah percaya pada foto-foto yang dilihatnya.


Termakan hasutan Camelia hingga membenci Leana. Radian menitikkan air mata saat membayangkan istrinya yang berjuang sendiri mempertahankan kehormatannya. Dan dirinya, bukannya menghibur Leana yang trauma tapi justru menuduh Leana yang berselingkuh.


Camelia masuk ke dalam kamar dengan handuk mandi yang melilit menutupi sebagian dadanya yang telah membesar. Penampilan seksinya itu diharapkan dapat menggugah hasrat laki-laki Radian. Namun wanita itu justru mendapat tatapan tajam dari mata Radian yang telah berkaca-kaca.


"Kamu punya semua ini. Tapi tak perlihatkan padaku? Bukannya menolong Livia, kamu malah mengambil foto-fotonya? LALU MEMFITNAH LIVIA DIHADAPANKU?" tanya Radian dengan nada membentak.


"Liv … Livia?"


"YA DIA LIVIA! CINTA PERTAMA DAN SELAMA-LAMANYA BAGIKU! DEKAT ATAU JAUH AKU TETAP MENCINTAINYA. HIDUP ATAU MATI AKU TETAP MENCINTAINYA. SADAR ATAU TIDAK SADAR, AKU TETAP MENCINTAI LIVIA. BAGIKU SELAMANYA ADALAH LIVIA. DALAM OTAKKU HANYA ADA LIVIA. LIVIA. LIVIA!" bentak Radian dengan sangat keras.


Membuat Camelia gemetar mendengar kerasnya bentakan Radian. Bahkan Shanty dan Monica pun mengelus dada mendengar suara Radian yang tak pernah sekeras itu.


"Livia?"


"YA LIVIA! Oh ya aku lupa … kamu tidak mengenal Livia. Bagimu dia adalah Leana. Aku beritahu kamu! Leana adalah Livia. Livia adalah cinta pertamaku. Meski merubah wajah dan namanya aku tetap jatuh cinta padanya. Meski menganggapnya wanita lain tapi aku tetap jatuh cinta padanya, pada Livia, meski dia adalah Leana bagiku dia tetaplah Livia. Kenal atau tidak kenal aku tetap cinta Livia. Sadar atau tidak sadar, aku tetap memanggilnya Livia. Livia … Livia … Liv–"


Radian tercenung saat teringat sesuatu. "Kamu bohong!" ucap Radian dengan tatapan tajam ke arah Camelia.


"Apa? Aku tidak bohong," ucap Camelia membela diri meski tak mengerti apa tuduhan Radian.


"Malam aku mabuk itu. Kamu bilang …  aku menidurimu dengan menyebut nama Leana?" tanya Radian sambil menggenggam lengan wanita itu.


Radian memaksa Camelia mengingat ucapannya sendiri saat menuntut tanggung jawab Radian di kantor. Meski tak terlalu mengingat lagi apa yang diucapkannya saat itu tapi beberapa hal masih tersimpan dalam benaknya. 


~ Aku rela menyerahkan diriku pada Kak Radian karena Kakak begitu menginginkannya. Aku melayanimu dengan  sepenuh hatiku. Aku bahagia, bisa menyerahkan diri pada Kak Radian karena Kak Radian meminta penuh harap padaku. Tapi apa yang kau dapati? Di akhir percintaan kita, Apa Kak Radian ingat? Apa yang Kak Radian ucapkan? Aku mencintaimu Leana, aku sangat menginginkanmu. Aku ingin bersamamu. Aku merindukanmu, aku sangat menginginkanmu, Leana aku menginginkanmu. Leana … Leana … itu yang selalu Kak Radian ucapkan. Apa Kak Radian bisa merasakan sakitnya hatiku? Melakukannya denganku sementara di hatimu, di matamu adalah Leana, yang Kakak rindukan tetap Leana. Aku melayanimu sepenuh hatiku tapi bagi Kak Radian, aku cuma Leana. Selalu Leana … Leana … Leana– ~


"Kamu mengarang cerita! Aku tak pernah menyebut nama Leana lagi sejak tahu dia adalah Livia. Ceritamu saat aku mabuk itu ternyata BOHONG! Karena kamu tidak pernah tahu kalau aku memanggilnya dengan sebutan LIVIA!" bentak Radian sambil melepaskan genggaman tangannya dengan mendorong wanita itu.


Radian meninggalkan Camelia yang terhuyung ke ranjang. Membanting pintu kamar itu hingga mengeluarkan suara yang sangat keras. Shanty, Monica bahkan Camelia sendiri terlonjak mendengar begitu kerasnya suara bantingan pintu kamar itu.

__ADS_1


...~  Bersambung  ~...


__ADS_2