Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 30 ~ Janji ~


__ADS_3

Ezra begitu bahagia bisa mengenal Leana. Kebahagiaan itu dicurahkannya pada Radian. Berbanding terbalik dengan Ezra, perasaan yang dirasakan Radian justru syok melihat kehadiran Leana di kantor itu. Membuat laki-laki itu jadi sering melamun tanpa disadarinya.


Begitu bahagianya Ezra hingga mengundang orang kepercayaannya itu untuk makan siang bersama dengan Leana. Ezra sangat ingin mengenalkan Leana pada Radian.


Saat pulang kerja laki-laki itu melangkah dengan hati gundah. Berjalan perlahan dengan langkah satu satu, tenggelam dalam lamunannya. Sesampai di kamarnya kembali laki-laki itu menangis. Radian hingga melewatkan makan malamnya hingga membuat ibu dan adiknya merasa khawatir dengan kesehatan Radian.


"Apa yang terjadi Radian, katakan pada Mommy, ada masalah apa?" tanya Shanty melihat putranya yang menelungkupkan wajahnya di atas meja.


Tubuhnya berguncang karena menahan tangis. Namun suara isak itu tetap terdengar meski sekuat tenaga ditahannya.


"Kak, kami akan hidup hemat. Kami tidak akan ribut lagi soal rumah yang sempit atau makanan yang tak enak. Maafkan kami Kak, jangan menangis lagi Kak," ucap Monica yang tadi pagi mengeluhkan masakan yang mereka santap sehari-hari hanya tahu dan tumis kangkung.


Meski Shanty dan Monica telah membujuk tapi Radian tetap menangis. Shanty memutuskan untuk membiarkan putranya melepas kesedihannya seorang diri.


Di tengah malam Radian duduk di beranda depan sambil termenung seorang diri memandang langit. Sedikit pun Radian tak bisa memejamkan matanya. Terbayang Ezra yang menarik tubuh Leana hingga berdiri begitu dekat dengannya. Juga saat kedua CEO itu berjalan berdua menuju lobby. Wajah bahagia Ezra terpancar di sepanjang jalan bersama wanita cantik itu.


Tiba-tiba Shanty duduk di samping Radian, di balai bambu yang telah tersedia saat mereka mengontrak rumah itu.


"Aku melihat Leana Mom," ucap Radian akhirnya.


Ucapan yang singkat namun seperti petir yang menggelegar tepat di hadapan wanita itu. Shanty langsung gemetar, mengingat Leana yang telah merampas kembali semua kemewahan yang bertahun-tahun mereka nikmati.

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kamu lakukan? Apa mencari kerja di perusahaan lain lagi?" tanya Shanty.


"Sangat sulit mencari pekerjaan di jaman sekarang ini, Mommy tahu itu. Ini saja, jika bukan karena kebaikan Tuan Adam, sampai detik ini aku belum tentu mendapatkan pekerjaan. Kita sudah kehabisan uang seminggu yang lalu jika aku tidak berhemat uang jalan yang diberikan Tn. Adam saat aku pergi ke New York," jelas Radian.


"Lalu bagaimana? Apa kamu akan kembali pada Leana?" tanya Shanty.


"Apa aku yang orang seperti itu? Orang tak punya rasa malu? Setelah memutuskan pergi meninggalkannya lalu memohon untuk kembali lagi padanya?" tanya Radian pada Shanty.


Keduanya terdiam, Shanty tak berani bertanya apa-apa lagi. Dalam hati Shanty berharap Radian akan memutuskan untuk kembali pada istrinya. Dengan begitu mereka bisa kembali hidup di rumah megah itu. Tapi Radian bukan orang yang seperti itu, dia orang yang tegas dalam setiap keputusannya. Jika dia pergi maka sulit untuk mengajaknya kembali.


Sekian lama keduanya duduk terdiam, sementara di dalam rumah Monica juga diam tertunduk. Sangat penasaran mendengar apa yang terjadi sebenarnya namun setiap pertanyaan ibunya dibalas dengan pertanyaan baru lagi oleh Radian.


"Dia datang ke kantorku karena perusahaannya dan perusahaan tempat aku bekerja melakukan kontrak kerjasama. Leana bertemu dengan atasanku, sementara aku hanya bisa bersembunyi. Aku hanya bisa menatap mereka bertemu. Dan yang lebih membuatku tertekan, ternyata atasanku sangat menyukai Leana. Dia … dia ingin mengenalkan aku pada Leana. Pada wanita yang disukainya," ucap Radian sambil terisak.


Shanty pun mengalirkan air mata, sementara di balik dinding, Monica menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Bertiga mereka menitikkan air mata, menangis dalam diam.


"Aku … tidak bisa keluar dari perusahaan itu. Aku tak mampu mencari pekerjaan yang lain. Aku telah putus asa mencari pekerjaan. Tn. Adam memberiku kesempatan, dan aku sangat bahagia. Putranya pun menetapkan jabatan penting padaku tapi kenyataannya sekarang aku harus menghadapi ini. Istriku, wanita yang aku cintai ternyata adalah cinta pertama atasanku. Wanita yang ingin dikenalkannya adalah wanita yang selama ini dirindukannya, dia tidak sadar akan hal itu," ungkap Radian.


Shanty mengangkat wajahnya menatap putranya yang bersimbah air mata. Ibu itu langsung memeluk putranya. Radian menangis dalam pelukan ibunya. Baru kali ini, wanita yang melahirkannya itu memeluknya. Setelah semua harapannya hanya bisa digantungkan pada putra satu-satunya itu.


"Apa yang harus aku lakukan Mommy? Aku tidak sanggup melihatnya bersama laki-laki lain. Aku juga tidak sanggup kembali padanya," ucap laki-laki itu dengan dada yang terasa semakin sesak.

__ADS_1


"Dengarkan Mommy, kamu jangan mau kalah. Meski dia adalah atasanmu, tapi Leana masih berstatus istrimu. Kamu berhak atas dirinya--"


"Apa Mommy tidak mengerti? Dia datang pada kita untuk membalas dendam. Dia menikahiku, memanfaatkan cintaku untuk menjalankan balas dendamnya. Cintaku yang membawanya masuk ke dalam keluarga kita. Sedikit demi sedikit menguasai kembali harta miliknya. Mommy tahu bagaimana cara aku bisa bertahan bersamanya setelah mengetahui dia adalah Livia? Bagaimana aku bisa bertahan setelah mengetahui wanita yang aku cintai, menikahiku karena demi balas dendam? Revano, dengan memandang anakku setiap saatlah yang memberi kekuatan padaku untuk tetap bertahan di sisi wanita yang menikahiku demi membalas dendam. Aku berharap dia benar-benar mencintaiku. Aku menunggu, setiap saat dia mau mengakuinya. Meminta maaf padaku dan menyatakan kalau dia telah benar-benar mencintaiku. Menikahiku karena cinta tapi … belum sempat itu terjadi kalian mendesaknya. Kalian memojokkan seolah-olah dia adalah orang serakah yang menginginkan harta kalian. Aku terpaksa membuka identitasnya karena kalian yang menuduhnya seakan-akan dia wanita jahat yang ingin menguasai harta kalian. Hingga akhirnya aku putuskan kalian harus tahu bahwa semua harta itu memang miliknya. Apa Mommy tahu bagaimana perasaanku? Terpaksa memutuskan untuk pergi karena aku telah mengetahui siapa dirinya? Telah mengetahui rencana balas dendamnya. Apa aku masih bisa yakin dia benar-benar mencintaiku? Hanya aku yang mencintainya Mommy, sementara dia tidak mencintaiku. Aku tidak berhak atas dirinya, aku … tidak ada arti baginya," ucap Radian akhirnya tertunduk hingga menitikkan air mata.


Kembali semua terdiam, Shanty tak bisa lagi berkata-kata. Shanty merasa tidak tahu apa-apa lagi. Seperti apa Leana sebenarnya, bagaimana perasaan Leana terhadap keluarganya. Wanita setengah baya itu pun tertunduk, begitu juga dengan Monica. Mereka pasrah dengan pilihan Radian, entah bertahan di perusahaan itu atau meninggalkan perusahaan itu.


Apakah Radian akan kembali pada Leana atau selamanya melepaskan wanita yang dicintainya itu. Mereka pasrah menjalani hidup sesuai dengan keputusan Radian. Tak berani sedikit pun memberi usulan lagi.


Paginya Radian berangkat kerja dengan perasaan tak menentu. Atasannya berencana untuk mengenalkannya dengan Leana. Radian mencari cara untuk menggagalkan rencana itu dengan melakukan pertemuan dengan perusahaan lain.


"Maaf Tuan, aku tidak bisa datang. Aku masih ada pertemuan," ucap Radian melalui sambungan telepon.


Radian terpaksa mengucapkan itu saat melihat Leana duduk menunggu sementara Ezra keluar restoran untuk menelponnya. Radian berdiri tak jauh dari restoran yang menjadi tempat mereka berjanji temu.


Ezra kembali masuk ke dalam menemui Leana. Dari balik kaca restoran itu terlihat jelas Leana yang begitu dimanjakan Ezra. Mereka memutuskan memulai makan siang mereka setelah Radian menyatakan tak bisa datang.


Tanpa mereka sadari, dari tempat tersembunyi yang tak jauh dari situ, Radian mengamati mereka. Terlihat Ezra menghapus sesuatu yang menempel di ujung bibir Leana. Membuat wanita tersenyum dan tertawa. Hingga saat Ezra menyematkan helaian rambut Leana di telinganya. Semua itu tak luput dari penglihatan Radian.


Segala perlakuan lembut itu, semua kebahagiaan yang terpancar dari wajah Leana tak luput dari tatapan Radian yang memandangnya dari tempat tersembunyi, tak jauh dari restoran itu. Tersenyum setiap kali melihat Leana yang tertawa. Namun tersenyum dengan menitikkan air mata.


...~  Bersambung  ~...

__ADS_1


__ADS_2