Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 98 ~ Memaafkan dan Merelakan ~


__ADS_3

Radian tertunduk, melihat putranya yang dekat dengan Ezra, dan Monica yang terlihat begitu berharap bisa menjalin hubungan yang serius dengan Ezra, Radian akhirnya sadar. Laki-laki itu harus bisa menuntaskan rasa dendam, rasa benci dan berusaha mengikhlaskan kenangan pahit yang dirasakannya akibat perbuatan Ezra terhadap istrinya.


Livia juga telah memaafkannya. Mungkin aku harus mencoba untuk memaafkannya juga, batin Radian.


Tak menuntut apa-apa atas perbuatan Ezra yang berusaha melecehkan istrinya adalah pengorbanan besar yang harus direlakannya demi Leana. Karena Leana yang tak ingin lagi memperpanjang masalah. Tak ingin lagi menyimpan rasa dendam.


Radian terpaksa mengikuti, demi rasa sayangnya pada istrinya. Kini Radian sadar, dengan menghapus dendam maka hati akan lebih tenang. Lebih bisa terbuka menerima sebuah hubungan pertemanan bahkan persaudaraan.


"Maafkan aku," ucap Radian pada Ezra.


"Aku juga minta maaf," balas Ezra sambil tersenyum.


Mereka saling tersenyum. Monica bahagia dan langsung bersandar manja pada kakaknya. Radian tersenyum sambil mengucek rambut adiknya. Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi. Mereka terperangah kaget, saling pandang dan tak sabar menunggu penjelasan Dokter.


Begitu pintu itu dibuka, seorang dokter wanita keluar dengan senyum di bibir. Mereka langsung merapat untuk menanyakan keadaan Leana dan bayinya. Dengan rasa penasaran mereka mendengarkan penjelasan Dokter.

__ADS_1


"Proses melahirkan telah selesai, ibu dan bayinya dalam keadaan sehat," jawab dokter kandungan wanita itu.


"Bayinya laki-laki atau perempuan dokter? Apa kami boleh langsung menengok mereka?" tanya Monica.


"Sekarang sedang inisiasi menyusui dini. Nanti setelah dipindahkan ke ruang rawat silahkan kunjungi di sana. Mengenai bayinya, nanti bisa dilihat saja sendiri," ucap dokter itu sambil tersenyum.


"Yah …  dokter! Kami jadi penasaran," ucap Monica dengan sikapnya yang manja.


Membuat Radian, Ezra dan Revano tertawa. Monica yang manja bersikap seperti itu pada siapa saja. Membuat Ezra menggelengkan kepalanya.


"Ya, mana mungkin Kak Livia mau sama dokter laki-laki," jawab Monica.


"Kalau Livia mau, aku yang protes. Tapi bukan itu intinya. Kamu jangan manja-manjaan sama dokter laki-laki," ucap Radian menahan senyum.


"Kakak dan adik sama saja," ucap Ezra sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Mereka semua tertawa. Dokter kandungan wanita itu mohon diri untuk melanjutkan aktivitasnya. Sementara itu Monica memberi pengertian pada Ezra kalau sifatnya itu sudah menjadi kebiasaan para model yang saling akrab antara satu dengan yang lain. Bersikap manja pada model senior atau pada para designer membuat mereka menjadi seperti keluarga besar dalam agensi itu.


"Sama model cowok juga manja-manjaan?" tanya Ezra dengan ekspresi cemburu.


"Ya sama tapi jangan salah, tak ada feeling apa-apa. Semuanya saudara," jawab Monica berusaha menenangkan hati Ezra.


Radian tersenyum menatap adiknya yang berusaha menenangkan hati Ezra. Bagaimana Radian tega melarang Monica menjalin hubungan? Jika dia sendiri tahu bagaimana rasanya hidup tanpa seseorang yang dicintai. Radian berdoa semoga perasaan Ezra terhadap Leana bisa tuntas jika hubungan Ezra dan Monica bahagia.


Saat mereka saling bercanda, Shanty Rahayu muncul sambil menunduk dan menitikkan air mata. Radian langsung mendatangi ibundanya itu. Begitu juga dengan Monica dan Ezra. Mereka langsung khawatir dengan keadaan Leana dan bayinya.


"Ada apa Mom? Kenapa menangis?" tanya Radian langsung ingin tahu.


"Nggak apa-apa Nak? Mommy cuma merasa terharu, melihat perjuangan Livia melahirkan bayinya. Dokter sudah memberikan pilihan untuk bedah Caesar tapi Livia masih bersikeras untuk melahirkan secara normal. Livia tetap ingin merasakan bagaimana saat Mamanya melahirkannya dulu. Mommy sampai panik. Livia tak izinkan Mommy keluar, mungkin dia takut Mommy akan memanggilmu. Mommy terharu Radian, Livia meminta Mommy menemaninya untuk menggantikan mamanya yang tak ada lagi. Hanya Mommy ibunya sekarang, itu yang dia katakan," jelas Shanty Rahayu lalu langsung menangis.


Radian memeluk ibunya lalu menepuk-nepuk lengan ibunya itu. Shanty tak bisa menahan rasa haru. Teringat perlakuannya yang jahat pada Leana bahkan berniat ingin membunuhnya. Namun, sekarang Leana justru, menganggapnya seperti ibu kandungnya. Shanty Rahayu tak dapat menahan rasa harunya mengingat Leana yang telah memaafkan dan merelakan masa lalu mereka yang buruk.

__ADS_1


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2