
Pak Arif setuju menerima Pak Ridwan Putra bekerja di perusahaan yang pernah di pimpin Radian itu. Sementara itu, istri dan putri tirinya tinggal di rumah milik Leana. Radian menawarkan untuk melihat-lihat rumah untuk tempat tinggal mereka. Namun, Rica menolak. Gadis dan ibunya ingin tetap tinggal di rumah itu.
Teringat apa yang mereka diskusikan tadi malam. Bahwa Radian akan mencarikan rumah untuk mereka. Rica yang asyik menikmati kasur mewah dan empuk itu langsung duduk saat ibunya menanyakan pendapatnya.
"Rumah yang dibelikan untuk kita, sebesar apa? Mereka memang banyak uang tapi pasti membelikan rumah kecil untuk kita. Rasanya tidak rela menerima rumah kecil sementara mereka punya rumah sebesar ini," ucap Ratih.
"Ya Ma, setidaknya kasih rumah yang besarnya setengah dari rumah ini," ucap Rica.
"Kalian mau tidur di jalanan? Kita ini sudah terbiasa pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Dari satu emperan ke emperan yang lain, mesjid satu ke mesjid yang lain, pos jaga satu ke pos jaga yang lain. Sekarang diberikan rumah, kalian malah milih-milih. Lebih baik kita keluar dari rumah ini sekarang. Aku sudah cukup malu datang ke rumah ini," ucap Ridwan Putra.
"Jangan Pa! Jangan! Baiklah kita pindah! Tapi jangan terlalu cepat. Aku masih ingin menikmati tinggal di rumah semewah ini," ucap Rica sambil tersenyum.
"Lalu kapan kita akan pindah?" tanya Ridwan.
"Ya sampai kita puas tinggal di rumah ini–"
"Apa? Bagaimana kalau kalian tidak puas-puas?" tanya Ridwan Putra lagi.
"Ya pasti kita akan pindah Pa, jangan khawatir. Walaupun belum tahu, kapan kita akan puas menikmati fasilitas di rumah ini? Tapi kita pasti akan pindah kok," ucap Ratih menimpali.
"Jangan terlalu lama. Jangan tunggu sampai terjadi sesuatu yang membuat kita diusir dan jangan pernah berharap bisa tinggal di sini selamanya dan aku akan ceritakan semua pada mereka," jelas Ridwan Putra.
__ADS_1
"Ceritakan apa Pa?" tanya Ratih.
"Ceritakan, kalau kalian sebenarnya ingin tinggal selamanya di sini. Ingin menguasai rumah ini dan juga ingin menggoda Radian. Lihat saja dalam waktu singkat kalian akan diusir dari sini. Jangankan diberi rumah, kita justru akan ditendang keluar dari rumah ini tanpa dapat apa-apa. Kalian ingat itu! Kalian mengerti?" ucap Ridwan Putra mengancam.
"Ya!" jawab Rica dan Ratih serentak, terlihat patuh pada ucapan Pak Ridwan Putra
Sementara itu, Shanty memanggil putra dan putrinya untuk bicara. Kedatangan Ridwan Putra yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka saja, sudah sangat mengejutkannya. Shanty mencoba menerima laki-laki yang menjadi cinta pertamanya itu. Begitu terkejut bisa bertemu lagi setelah sekian lama mereka tak saling bertemu.
Kini, laki-laki yang pernah menjadi suaminya dan menjadi ayah dari anak-anaknya itu datang bersama keluarga barunya. Shanty yang sempat terharu karena bisa bertemu lagi dengan cinta pertamanya itu, menjadi bingung dengan situasi saat ini. Perasaan cinta itu sempat mekar kembali tetapi sekarang justru menjadi kecewa dan layu.
Sempat memutuskan untuk membuka hati pada laki-laki itu tetapi sekarang harus mengalami kekecewaan. Monica yang awalnya ingin menjodohkan kembali orang tuanya menjadi kesal pada Radian yang membawa keluarga ayahnya itu tinggal bersama mereka.
"Tadi Radian sudah diperkenalkan sama Mommy, mereka istri dan putri tiri Papa," jawab Radian.
"Ya, Mommy tahu! Maksud Mommy apa hubungannya dengan kita? Kenapa mereka harus datang ke sini? Kenapa kamu menawarkan mereka untuk tinggal di sini?" tanya Shanty semakin kesal.
"Hubungan dengan Mommy mungkin sudah tidak ada, tapi dengan kami? Dia adalah ayah kami Mom, tetap ada hubungannya dengan kami–"
"Nggak denganku!" ucap Monica cepat.
"Jangan begitu Monica. Bagaimanapun juga dia tetap ayah kita, jika kamu bisa menerima suami-suami Mommy yang lain, kenapa tidak bisa menerima ayah kandungmu sendiri?" tanya Radian.
__ADS_1
"Itu karena dia tidak berlaku seperti seorang ayah. Dia mengabaikan kita, dia bisanya cuma marah-marah. Aku benci sama Papa. Dari dulu selalu aku memang benci sama Papa," ucap Monica.
"Itu karena dulu, mereka tidak bisa menciptakan suasana harmonis dalam rumah tangga. Karena Mommy dan Daddy menikah di usia muda. Mereka masih mementingkan ego masing-masing dan kita yang terkena imbasnya. Kamu sendiri juga egois seperti itu saat masih muda. Semua keinginanmu harus didapatkan bagaimanapun caranya, bahkan dengan cara yang tidak benar, dengan cara menyakiti orang atau memaksakan kehendak. Memutuskan segala sesuatu tanpa berpikir panjang. Mereka sama, sama seperti kamu, seperti aku saat kita masih muda, egois, hanya memikirkan diri sendiri, tapi lihat sekarang? Apa kamu masih seperti itu? Kamu bahkan pasrah merelakan orang yang kamu cintai bahagia bersama dengan pilihannya, menunjukkan kamu telah berpikir dewasa. Sekarang kejadian masa lalu orang tua kita ingat-ingat padahal kita sendiri tidak ingin lagi mengingat masa lalu kita yang sama jahatnya, sama egoisnya, dengan Papa dan Mommy di masa lalu. Aku belajar dari Livia, seberapa jahat orang padanya, dia tetap memaafkan. Tak ada hubungan darah dengannya tapi dia mampu memaafkan, bagaimana dengan kita? Kapan kita dewasa seperti Livia?" tanya Radian.
Monica dan Shanty tertunduk. Perilaku mereka di masa lalu juga tak lebih baik dari Pak Ridwan Putra. Bahkan mungkin lebih jahat lagi, tetapi Leana mampu mengatasi rasa benci dan dendamnya. Diingatkan seperti itu, Monica dan Shanty langsung tertunduk.
"Bukan begitu Kak. Aku rasa, Mommy dan aku hanya sedikit merasa kaget dengan kejadian yang tak terduga seperti ini," ucap Monica akhirnya.
"Baiklah, sekarang tidak kaget lagi kan? Bersabarlah. Mereka di sini tidak selamanya. Daddy akan bekerja di perusahaan rintisan kakak dulu, dalam waktu dekat kakak akan mencarikan rumah untuk mereka–"
"Beli rumah untuk mereka? Kakak baik sekali pada mereka," ucap Monica protes lalu tertunduk.
"Apa kakak kurang baik sama kamu?" tanya Radian.
"Bukan begitu, keluarga barunya itu pasti kesenangan sekali mendapat rumah baru dari kakak," ungkap Monica terdengar iri.
"Jangan iri, karena kamu telah sadar dan karena kebaikan hatimu sekarang ini, sebentar lagi akan menjadi nyonya Ezra. Kamu akan mendapatkan segala yang kamu mau, dia itu akan memanjakan kamu dengan segala macam cara jadi tak pantas kamu iri dengan pemberian kakak untuk Papa ini," jelas Radian.
Monica langsung tersenyum sipu. Jika memang menjadi kenyataan, Monica memang tak perlu memikirkan harta kekayaan lagi. Ezra adalah putra satu-satunya, Monica tak perlu takutkan tak punya apa-apa karena Ezra yang akan bertanggung jawab atas dirinya dan hidupnya.
...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...
__ADS_1