
Ezra meminta Leana menuntaskan pernikahannya dan bersiap untuk menerimanya sebagai calon suami.
"Aku tidak bisa! Aku tidak bisa melepaskan suamiku. Aku masih mencintai suamiku," ungkap Leana jujur sambil membalikkan badannya menatap Ezra.
"Kalau begitu kembalilah pada suamimu atau biarkan aku tetap menunggumu!" ucap Ezra.
"Apa maksud Kakak berkata seperti itu?" tanya Leana.
"Satu-satunya yang membuat aku berhenti menunggumu hanya jika kamu kembali pada suamimu. Aku tidak mungkin mengejar istri orang bukan? Tapi jika tidak? Jika kamu masih tetap sendiri biarkan aku tetap menunggumu. Tetap berusaha mendapatkan cintamu," ucap Ezra yang tersenyum dengan raut wajah sedih.
Leana tak tega berbuat seperti itu pada Ezra. Leana tak tega membuat laki-laki itu menunggu. Bagaimanapun juga Leana sayang pada laki-laki itu. Ezra adalah satu-satunya orang yang membela dan mau berteman dengannya di saat semua orang di sekolah membenci dan mengucilkannya.
"Jangan lakukan itu Kak, aku mohon! Jangan menungguku!" mohon Leana dengan mata yang berkaca-kaca.
Ezra justru tersenyum, laki-laki itu merasakan dilema yang di hati Leana dan itu membuatnya sangat bahagia. Ezra merasa bersyukur karena ternyata Leana mempertimbangkan perasaannya. Mengingat pertemuan mereka yang hanya beberapa kali, Ezra merasa perasaan Leana terhadapnya belum begitu dalam, tak seperti dirinya yang langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.
Laki-laki itu tak menyadari, Leana menyimpan rasa sayang padanya atas kenangan mereka di masa lalu.
"Kakak tidak akan seperti ini jika tahu siapa aku yang sebenarnya," ucap Leana akhirnya.
"Apa maksudmu?" tanya Ezra.
Leana menggelengkan kepalanya, merasa menyesal telah mengucapkan itu. Sebagian hatinya ingin mengakui siapa dirinya namun sebagian lagi ingin menutupi jati dirinya yang sebenarnya. Kenyataan Radian, laki-laki yang terlihat begitu mencintainya memilih pergi saat mengetahui siapa dirinya.
Leana masuk ke dalam rumah lalu duduk di sofa. Ezra berjongkok di depannya sambil menggenggam tangannya.
"Siapa pun dirimu, aku tidak akan peduli, aku menyukaimu. Aku jatuh cinta padamu dan aku bersedia menunggumu. Sekarang istirahatlah, jangan pikirkan lagi apa yang aku ucapkan hari ini. Biarkan semuanya mengalir seperti air, aku tidak akan memaksamu, aku putuskan akan bersabar menunggumu. Aku harap sesuatu saat kesabaranku menunggumu, membuatmu memutuskan untuk menerimaku," ucap Ezra tersenyum lalu menepuk lembut pipi Leana.
Laki-laki itu melangkah keluar rumah, Leana menatap sedih laki-laki yang melangkah sambil tertunduk itu. Leana termenung ... namun di detik-detik laki-laki itu pergi, Leana menyempatkan diri untuk berdiri di teras mengantarnya. Ezra bahagia saat melihat wanita yang dicintainya itu, akhirnya tak tega membiarkannya pergi begitu saja. Laki-laki itu melambaikan tangan dan Leana membalasnya.
Leana termenung sekian lama di teras itu meski mobil yang membawa Ezra telah menghilang di balik gerbang. Saat melangkah ke dalam, Leana melihat mobil yang membawa ayah angkatnya datang. Wanita itu tersenyum menunggu hingga mobil itu berhenti tepat di depan teras.
__ADS_1
Sopir membukakan pintu dan dokter senior pemilik rumah sakit itu segera keluar menghampiri putrinya.
"Daddy dengar kamu masuk rumah sakit tapi Daddy tidak menemukanmu?" tanya Djamal.
"Aku dirawat bukan di rumah sakit Daddy," jawab Leana.
Dokter yang telah berusia senja itu mengerutkan keningnya.
"Aku jatuh pingsan Dad, orang lain yang membawaku ke rumah sakit--"
"Kenapa bisa pingsan?" tanya Djamal.
"Mungkin karena kelelahan?" jawab Leana ragu-ragu.
"Jangan bohongi Daddy, kamu ini wanita yang kuat. Tak mungkin karena kelelahan bisa jatuh pingsan," ucap Djamal.
Leana akhirnya terdiam, apa yang ucapan ayah angkatnya itu memang benar. Ayahnya itu tahu persis betapa kuatnya Leana bertahan menjalani pengobatan. Operasi demi operasi, rasa sakit di sekujur tubuhnya sejak ditemukan di sungai di sebuah lembah itu tak membuat Leana mengeluh.
"Kadang dendam membuat orang sangat kuat tapi Daddy yakin dendam juga membuat orang sangat lemah," ucap Djamal tiba-tiba.
Leana heran kenapa ayah angkatnya itu bisa tiba-tiba berpikiran seperti itu.
"Daddy tahu kamu masuk rumah sakit karena datang ke rumahmu. Daddy rindu dengan cucu Daddy. Tapi di sana tak ada siapa-siapa lagi selain Nesya, Revano dan pelayan-pelayanmu. Tak ada keluargamu, kamu telah kehilangan mereka. Suami, mertua, adik ipar, semuanya telah pergi meninggalkanmu. Apa yang kamu dapatkan dari balas dendammu? Hanya kehilangan, rasa kehilangan yang baru … Daddy pernah bilang jangan teruskan dendammu karena itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Kamu bisa memiliki segala-galanya tanpa harus merebut kembali harta milik Papamu," jelas Djamal sambil berjalan dengan lengannya diapit oleh Leana.
Leana hanya terdiam, hal ini memang pernah diungkapkan oleh ayah angkatnya. Namun, Leana bersikeras melanjutkan pembalasan dendamnya. Dan benar seperti yang ayahnya itu ucapkan, Leana hanya mendapatkan kehilangan yang baru.
"Tapi Daddy juga tak menyesali dendammu, karena itulah yang membuatmu tegar menjalani hidup. Jika bukan karena itu, mungkin kamu sudah menyerah, Daddy tak bisa memberikan pendapat lagi. Tapi sebelum melangkah terlalu jauh, sebelum kamu menyesal nantinya. Sudah cukupkan sampai di sini, jika telah menemukan keluargamu, maafkan mereka dan berkumpul lah kembali. Kamu menjadi lemah, bahkan jatuh pingsan pasti ada hubungannya dengan perasaanmu. Dan perasaanmu yang paling dalam adalah suamimu," jelas Djamal.
Dokter senior itu seperti mengetahui penyebab Leana jatuh pingsan karena ada hubungannya dengan suaminya. Sejak dulu, Dokter itu telah tahu tekad Leana ingin sembuh adalah untuk sebuah nama yaitu Radian.
Mendengar itu air mata Leana meleleh. Wanita itu merasa dia telah terlambat, karena sekarang Radian telah memiliki seorang kekasih dan tak mungkin baginya memaksakan perasaan Radian agar bisa tetap mencintainya.
__ADS_1
Suamiku tidak mencintaiku lagi Daddy, hatinya telah diberikan pada seorang gadis, batin Leana.
Tanpa disadarinya, wanita itu menangis.
"Rasa sakit tak membuatmu menangis tapi cintalah yang membuatmu menangis," ucap Dokter itu sambil mengusap air mata di pipi putri angkatnya itu.
Aku sudah terlambat Daddy, aku telah melangkah terlalu jauh. Aku sudah kehilangannya, batin wanita itu menangis sesenggukan.
"Daddy yakin keluarga itu masih mau menerimamu, tapi entahlah dengan suamimu, karena yang paling terluka adalah dirinya. Kamu telah menipunya dengan cinta," ucap Djamal.
"Aku tidak menipunya Daddy. Aku benar-benar mencintainya," ucap Leana.
"Tapi dia tidak tahu itu, baginya kamu memanfaatkan cintanya sebagai alat balas dendammu," ucap Djamal.
Leana tertunduk, ingin pasrah namun tak rela. Ingin meraih kembali cintanya namun cinta itu telah pergi. Baginya cinta Radian telah berlalu, telah menghilang setelah laki-laki itu tahu Leana ternyata adalah Livia.
Setelah mendapat nasehat-nasehat dari dokter yang bijaksana itu. Leana pamit pulang ke rumahnya dan meminta ayah angkatnya itu untuk menjaga kesehatannya.
"Kamu juga jaga dirimu baik-baik ya sayang, salam dari Opa untuk Revano," pesan Djamal.
Wanita itu kembali ke rumahnya di antar oleh sopir ayahnya. Sesampai di rumah wanita itu memeluk putranya yang sangat rindu padanya. Leana juga merasakan rindu pada putranya yang masih delapan bulan itu.
Leana membawanya ke kamar dan tidur bersama putranya.
Reno kangen sama Papa Nak? Tapi apa Papamu kangen sama kamu? batin Leana bersedih sambil mengusap pipi bayinya yang sedang menyusu padanya.
Leana pasrah menerima kenyataan, pasrah menerima apa yang akan terjadi dan akan mengikuti seperti apa jalannya takdir. Meski hatinya kecewa dengan apa yang dilihatnya. Leana bertekad tak lagi menolak kehadiran Radian. Melupakan apa yang pernah dilihatnya dan memaafkan laki-laki itu.
Leana menatap putranya, melihat putranya yang telah tertidur, Leana ingin meletakkannya di ranjang bayi namun tiba-tiba ingin menggendongnya di balkon.
Sambil tersenyum menatap putranya yang begitu tampan. Wanita itu menimang putranya sambil berjalan mondar-mandir di balkon kamarnya. Tanpa diketahui Leana, Radian menitikkan air mata, di balik pohon besar di depan rumah itu menatap istrinya yang sedang menidurkan putranya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...