Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 89 ~ Bertemu Lagi ~


__ADS_3

Keesokan harinya, Radian, Leana dan Revano datang menjenguk Ezra. Laki-laki itu langsung merentangkan tangannya pada Revano. Anak laki-laki itu memeluk Ezra. Radian dan Leana terkejut melihat keakraban mereka.


"Ternyata Kak Monica nggak bohong. Kak Ezra benar-benar akrab dengan Reno," ucap Leana. Ezra tersenyum.


"Kami sangat kompak waktu di bioskop, benar kan Reno," jawab Ezra yang dibalas anggukan oleh Revano.


"Kakak tidak istirahat di ranjang? Apa keadaan Kakak baik-baik saja?" tanya Leana.


"Aku merasa baik-baik saja. Aku di sini hanya disuruh istirahat sambil menunggu hasil CT scan. Aku bosan rebah di ranjang rumah sakit itu. Ngomong-ngomong di mana Monica? Apa dia tidak ikut?" tanya Ezra.


"Itulah Kak, saat baru pulang bersama Reno. Kak Monica langsung menangis. Kami tentu saja khawatir. Kami pikir telah terjadi hal yang buruk. Setelah kami tanya dengan sungguh-sungguh, rupanya, Kak Monica menangis karena Kak Ezra," jelas Leana.


"Apa? Karena aku? Ke-kenapa denganku?" tanya Ezra dengan raut wajah bingung.


"Monica cerita kalau kamu berencana menikah dengan Camelia. Apa itu benar?" tanya Radian.


"Ya! Dia datang ke perusahaanku. Mengadu tentang kesewenang-wenangan yang diterimanya darimu. Dia cerita kalau selama kamu bekerja di sini. Kamu selalu merayunya, hingga saat kamu mengundurkan diri, kamu juga mengajaknya untuk ikut resign. Kamu juga merayunya untuk menikah denganmu. Dia tidak menyangka kalau niat baiknya membantu sandiwaramu membuat kamu jatuh cinta padanya. Kamu merayunya untuk menikah denganmu. Tapi dia kecewa, kamu menikahinya hanya untuk membalas sakit hati terhadap Leana. Dia cerita kalau sejak menikah hingga akhirnya berpisah kamu hanya mengabaikannya. Hanya memanfaatkannya untuk membalas sakit hatimu pada Leana. Saat kalian kembali berkumpul lagi, kamu malah menceraikannya," jelas Ezra.


Radian dan Leana tercengang. Mereka saling pandang setelah mendengar penjelasan Ezra yang panjang lebar tetapi tak ada satupun yang benar.  Mereka tak menyangka Cemelia bisa mengarang cerita sedemikian rupa. 


"Semua cerita itu tidak benar, itu finah. Aku tidak pernah merayunya. Aku juga tidak pernah mengajaknya untuk ikut resign. Dia tiba-tiba muncul di perusahaan yang baru kami dirikan. Melamar pekerjaan di perusahaan kami. Merayuku, menipuku dengan mengakui anak dalam kandungannya adalah anakku. Padahal aku tidak pernah berhubungan dengannya. Dia justru mengakui hasil hubungannya dengan seorang pelayan Night Club sebagai hasil dari perbuatanku. Beruntung anak itu jujur menceritakan niat Camelia menjebakku. Tapi karena Camelia sendiri dalam keadaan mabuk, dia tidak sadar kalau justru berbuat dengan mahasiswa itu. Dia juga bekerja sebagai OB di perusahaanmu. Namanya Ricky, dia adalah saksi kebohongan Camelia. Aku tidak masalah jika kamu ingin menikah dengan gadis mana pun tapi dengan Camelia. Terus terang saja, dia wanita yang menakutkan. Dia tega mengambil foto pelecehanmu terhadap Livia untuk memperdayaku, seolah-olah kalian berdua sedang berselingkuh. Kejamnya dia sama sekali tidak menolong Leana, membiarkan sesama wanita dilecehkan di depan matanya demi ambisinya," jelas Radian panjang lebar sekaligus mencurahkan isi hatinya.


"Maafkan Radian, maafkan aku Leana," ucap Ezra sambil tertunduk. Teringat lagi pada kesalahannya waktu itu.

__ADS_1


"Aku sudah melupakan Kak. Kak Ezra sudah berkali-kali meminta maaf," ucap Leana.


"Lalu … bagaimana denganmu? Apa kamu mau memaafkan aku?" tanya Ezra pada Radian.


"Aku juga sudah melupakan semuanya. Karena yang terpenting bagiku adalah istri dan anakku. Kami bisa berkumpul lagi, aku sudah bahagia. Tak ada gunanya menyimpan dendam. Bagiku dendam hanya membuat hidup jadi terkekang oleh kebencian," ucap Radian.


"Terima kasih Radian. Terima kasih untuk kalian berdua. Aku lega sekarang. Aku juga lega karena terbebas dari Camelia. Sayangnya aku tak bisa berterima kasih pada Monica," ucap Ezra.


"Apa maksudmu? Terbebas dari Camelia?" tanya Radian.


"Kemarin Monica telah menceritakan apa yang dia tahu tentang Camelia. Sayangnya, aku justru membentaknya. Dalam hati menuduh kalau dia … cemburu pada Camelia," ucap Ezra ragu-ragu.


"Aku rasa Kak Monic benar-benar cemburu Kak. Kak Monic sangat mencintai Kak Ezra. Sejak masih di SMP bahkan hingga detik ini," ungkap Leana.


"Saat pulang kemarin, Kak Monica terlihat begitu sedih. Dia tak henti-hentinya menangis. Aku bahkan tidak bisa menghiburnya. Kak Monic sangat sedih dengan nasibnya, dia merasa nasibnya buruk karena dosa-dosanya. Setiap saat meminta maaf padaku. Kak Monic merasa jika Camelia bisa mendapat kesempatan untuk dekat dengan Kak Ezra. Kenapa nasibnya begitu buruk tak bisa mendapat kesempatan itu? Semua itu disesalinya. Dia … rela jika Kak Ezra jatuh cinta dengan gadis mana pun tapi tidak rela jika Kak Ezra menikah dengan Camelia. Itu yang menjadi curahan hatinya tadi malam," ungkap Leana.


"Kalau begitu bisakah aku minta tolong pada kalian? Aku ingin berterima kasih padanya sekaligus ingin meminta maaf padanya," ucap Ezra memohon.


Radian dan Leana saling berpandangan lalu mengangguk. Ezra meminta tolong pada Radian dan Leana untuk menyampaikan permintaannya pada Monica agar datang ke rumah sakit untuk mengunjunginya. Ezra ingin bertemu dengan teman sejak remajanya itu. Begitu sampai di rumah, Leana langsung menyampaikan pesan Ezra pada Monica.


"Benarkah? Kak Leana eh … Kak Livia nggak bohong?" tanya Monica langsung bangun dari aktifitasnya yang berbaring seharian.


"Kalau tidak percaya padaku tanyakan pada Kak Radian," jawab Leana.

__ADS_1


"Sungguh? Dia ingin aku datang ke rumah sakit?" tanya Monica masih tak yakin.


"Iyaaa," jawab Leana.


"Terima kasih adikku sayang eh … kakak iparku sayang," ucap Monica langsung memeluk Leana begitu bahagia.


Keesokannya, Monica datang memenuhi permintaan Ezra untuk kembali mengunjunginya. Tadinya Monica ingin membawa Revano ikut serta tetapi Leana melarang dengan alasan mereka sudah punya rencana sendiri.


Monica pun pergi seorang diri. Meski merasa aneh karena tak diizinkan membawa Revano, Monica akhirnya tiba di ruang rawat inap itu. Namun, kecewa karena tak melihat Ezra lagi di ranjang rumah sakit.


Ranjang rumah sakit itu telah rapi seperti tak ada yang menempati. Monica merasa Ezra telah keluar dari rumah sakit. Dengan langkah yang tertunduk dan meneteskan air mata kecewa, gadis itu beranjak pergi dari ruang rawat inap mewah itu.


"Mau ke mana?"


Monica membalik badan. Karena mendengar suara Ezra dari arah balkon rumah sakit. Terlihat Ezra yang telah rapi tak mengenakan baju pasien lagi. Berdiri sambil memegang buket bunga yang indah.


"Sebenarnya aku sudah diusir dari sini, tapi karena aku sudah janji ingin bertemu denganmu di sini aku memohon pada rumah sakit untuk membiarkan aku menunggu di sini. Aku bahkan tak boleh menyentuh ranjang itu," ucap Ezra.


Monica menangis haru, hatinya yang terlanjur kecewa mengira Ezra yang telah pergi, kini justru berubah bahagia. Laki-laki itu justru memohon untuk dibiarkan menunggu Monica di ruangan itu dan yang terlebih membuat Monica terharu, Ezra menyodorkan buket bunga itu untuknya. 


Monica tak mampu menahan tangisnya. Saking tak percaya semua ini adalah nyata, Monica bahkan tak berani melangkahkan kakinya. Gadis itu takut melangkah, jatuh dan terbangun dari mimpi. Monica baru yakin setelah Ezra memeluknya lalu mengecup keningnya.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...

__ADS_1


__ADS_2