Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku

Mengubah Takdir Kakakku Jadi Suamiku
BAB 94 ~ Ingin Lebih Baik ~


__ADS_3

Leana memberi semangat pada Monica untuk meraih kembali cinta pertamanya. Monica tersenyum tetapi di dalam hati merasa ragu. Cinta Ezra berbeda dengan cinta laki-laki yang lain yang lebih mengutamakan wajah dan penampilan. Hati Ezra hanya bisa sentuh oleh kebaikan hati. Monica ragu memiliki semua itu.


Dirinya tak seperti Leana yang tulus hatinya. Sekarang Monica merasa sangat sulit untuk mengejar cinta Ezra. Rasa percaya dirinya tak setinggi dulu. Monica telah sadar  untuk mendapatkan hati Ezra bukanlah dari wajah atau penampilan tetapi dari hati. Monica merasa tak percaya diri untuk itu.


Dengan tatapan mata yang kosong, Monica keluar dari perusahaan fashion di mana dia sedang memiliki tugas memperagakan busana. Monica seperti kehilangan gairah hidup sejak mendapat sinyal penolakan dari ayah Ezra. Gadis itu tak seperti Monica yang memiliki semangat hidup atau ambisi lagi.


Tiba-tiba Monica merasa tubuhnya ditarik. Sebuah mobil lewat dari belakangnya, Monica terkejut dengan kejadian itu. Namun, lebih terkejut lagi saat merasakan tubuhnya dipeluk oleh seseorang. Monica mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang telah menyelamatkannya.


Air mata gadis itu mengalir saat mengetahui Ezra yang melakukan itu. Laki-laki itu kembali menyelamatkannya. Sementara Ezra tersenyum menatap Monica yang langsung mengalirkan air matanya.

__ADS_1


"Kamu ingin aku masuk rumah sakit lagi? Tapi sayang kejadian kali ini beda dari yang dulu. Aku tidak perlu tertabrak untuk menyelamatkanmu tapi hanya perlu memelukmu," ucap Ezra.


"Kenapa bisa ada di sini?" tanya Monica heran.


"Leana memberi tahu kegiatanmu di gedung ini hari ini, saat berangkat kerja Leana khawatir padamu. Dia memintaku menemui kamu di perusahaan fashion ini tapi aku terlambat karena ada pekerjaan. Saat aku kembali, aku melihatmu dan langsung mengejarmu. Aku berteriak agar kamu berjalan lebih ke pinggir dan benar kan, mobil yang baru belok tak bisa melihatmu?" ucap Ezra panjang lebar.


Monica yang tubuhnya gemetar karena baru saja lolos dari bahaya kini hanya bisa menangis. Ezra memeluk dan membelai rambut Monica. Sedikit pun tak memintanya untuk berhenti menangis. Ezra membiarkan Monica melepas rasa sedihnya dalam pelukannya.


"Mana ada orang-orang baik yang membenci? Jika mengaku baik, tak akan ada rasa benci dihati," jawab Ezra.

__ADS_1


"Kamu juga membenciku setelah tahu apa yang lakukan dulu," ucap Monica.


"Apa aku tidak termasuk orang baik? Aku mengetahui perbuatanmu dulu tapi aku tak membencimu," ucap Ezra.


"Kamu orang yang baik, dari dulu selalu membela Livia, selalu membela yang lemah dan dijahati," ucap Monica.


"Tapi aku juga pernah berbuat salah hingga membuat Livia dan Radian terpisah dan hidup menderita," jawab Ezra dengan nada sedih.


"Kamu bukan malaikat, kamu manusia biasa. Tentu saja pernah berbuat salah. Tapi dasar hatimu adalah orang baik. Karena itu di hati setiap orang kamu tetaplah dianggap baik, setidaknya bisa dibuktikan jika ditanyakan pada Kak Radian dan kakak iparku. Mereka tetap menganggapmu adalah orang yang baik," jelas Monica.

__ADS_1


Ezra mengajak gadis itu masuk ke dalam mobil. Di situ Ezra memberikan pemikirannya bahwa jika dirinya mendapat kesempatan dari Radian dan Livia. Maka dirinya juga ingin memberikan kesempatan pada Monica. Akan berusaha menerima Monica yang baru, yang ingin berubah menjadi orang yang lebih baik.


...☘️☘️☘️ ~ Bersambung ~ ☘️☘️☘️...


__ADS_2