My Best Partner

My Best Partner
Sok Kenal Sok Akrab!


__ADS_3

Dirumah Reyna tampak juga Reyna sedang sarapan dan ibu nya sedang menyiapkan bekal untuk Reyna. tapi tidak seperti biasa nya, mengapa ibu nya menyiapkan 2 bekal untuk Reyna.


"buk kok bekalnya 2 kan biasanya cuma 1?" tanya Reyna terheran heran


"he'em ini ibu bikinin bekal buat nak Arya, nanti kamu bawain ya kamu kasih ke dia!" ucap Martina dengan senyum tulus membuat Reyna makin gedeg, bagaimana bisa ibu nya seperhatian itu dengan Arya cowok nyebelin itu.


"ini ibu nitip sama kamu ya, awas kalo ga kamu kasihkan ke dia!" ancam ibu Reyna


"yaampun iya iya bu nanti aku kasih ke dia, kenapa sih ibuk bikinin bekal juga buat cowo nyebelin itu? kan nanti dia bisa makan di kantin!" jawab Reyna dengan ketus dan terdengar nafasnya gusar


"ya gapapa kan sekali kali ibu berbuat baik sama temen kamu, kan nanti dapet pahala hehe" jawab Martina dengan penuh canda


"tapi kan cari pahala gak harus gini juga buk!" jawab Reyna yang masih tetap ketus.


Terlihat Rafi sudah rapi dan keluar dari kamar nya


"selamat pagi semua, ini kenapa muka adek ku yang comel ini kok cemberut gitu, senyum dong biar ganteng kek abangnya hehe, eh cantik deh kan cewe" ucap Rafi yang meledek Reyna


"udah lah ayok berangkat!" ketus Reyna


"yah, buk Reyna sama abang berangkat dulu ya, assalamualaikum!" ucap Reyna berpamitan kepada orang tua nya sambil kecup tangan


"walaikumsalam kalian hati hati" jawab Martina lalu mengantarkan mereka ke depan gerbang dan ternyata si Arya sudah ada di depan gerbang, seketika muka Reyna terlihat tampak lebih kesal lagi.


"selamat pagi tante, bang" sapa Arya sok akrab ala gaya nya membuat Reyna agak ilfeel


"pagi nak Arya, eh mau berangkat sekolah juga ya??" tanya Martina perasaan Reyna mulai gak enak, jangan sampe Martina menyuruh Reyna berangkat bersama Arya


"itu siapa buk? kok sok akrab gitu?" bisik Rafi kepada Martina karena merasa asing dengan Arya meskipun kemarin Arya ada dirumah Reyna tapi Rafi tidak bertemu dengan Arya


"itu temennya Reyna bang Rafi" ucap Martina lembut


"kok ibu akrab banget sama dia? bukannya ibu paling gasuka kalo reyna temenan sama cowok? jangan jangan dia bukan cowok baik baik bu?" tanya Rafi khawatir jika adik nya salah pergaulan


"ah kamu jangan gitu, dia baik kok anaknya juga ramah, dia itu tetangga kita itu rumahnya ada disana" ujar Martina sambil menunjuk arah rumah Arya.

__ADS_1


Rafi hanya mengiyakan ucapan Martina sambil melirik kearah Reyna yang terlihat muka nya sangat badmood dan dengan tatapan tajam kepada Arya


"kaya nya ada yang ngga beres deh, kenapa muka Reyna ditekuk seperti itu, seperti nya dia nggak suka dengan pria ini" batin Rafi sambil terus memandang adik satu satu nya sambil sesekali melirik kearah Arya.


Disisi lain Arya berpikir keras bagaimana cara dia bisa mengajak berangkat bareng Reyna jika melihat tatapan mata kakak nya yang tajam kepada nya dan membuat dia takut dan juga salah tingkah harus berperilaku bagaimana untuk merebut hati abang Reyna.


Tak beberapa lama kemudian ayah Reyna keluar dari rumah


"pagi om" sapa Arya


"pagi, kamu temennya Reyna?" jawab ayah Reyna dengan senyuman karena ayah nya tidak pernah melarang Reyna berteman dengan siapa pun


"iya om saya temen nya Reyna" jawab Arya dengan tersenyum memang jika dilihat lihat Arya ini memang ganteng dan manis anak nya hanya saja dia begitu menyebal kan!


Rafi masih tetap menatap Arya dengan tatapan yang kurang enak meskipun ibu dan ayah nya sangat ramah kepada Arya


Hanya Rafi yang terlihat kurang suka dengan kehadiran Arya, Rafi terlalu takut jika adiknya ini bergaul dengan orang yang salah dan takut jika Reyna akan terpengaruh hal buruk jika salah pergaulan.


Maklum lah sebagai kakak laki laki Rafi khawatir jika adik perempuan satu satu nya ini tejerumus ke pergaulan bebas seperti zaman nya sekarang ini


"Yaudah kenapa kamu ga berangkat sekolah bareng dengan temanmu saja?" tanya ayah reyna santai dan disambut dengan tatapan melotot oleh reyna


"big no yah" ucap reyna dengan melotot ke arah ayahnya


"ngga usah yah, biar rafi aja yang anterin reyna lagian rafi juga udah siap!" ujar rafi yang tak rela jika adiknya pergi sekolah bersama teman lelakinya


"iya yah aku sama bang rafi aja ya!" ucap reyna terlihat memelas


"kamu berangkat sama aku aja rey, kasian nanti kakak kamu capek" ucap arya yang juga menawarkan untuk berangkat bareng langsung mendapat tatapan sinis dari rafi


"tumben nih anak ngomongnya aku kamu, pasti lagi cari muka sama bokap gue" batin reyna sambil menatap sinis


"gausah! gue mau berangkat sama abang gue!" sambil melirik kearah abangnya dengan isyarat memohon untuk mengantarkan dia ke sekolah


"reyna kamu berangkat sama arya aja ya, lagian kan kalian satu sekolah, bisa berangkat dan pulang sekolah bareng daripada abang kamu bolak balik antar jemput kamu, kamu gak keberatan kan nak arya?" ucap ibu reyna sambil tersenyum ke arah arya

__ADS_1


"ah engga tante sama sekali ngga keberatan kok, saya siap jadi tukang ojek nya tuan putri hehe" jawab arya cengengesan dan disambut tawa oleh ayah dan ibu reyna namun mendapat tatapan sinis oleh reyna dan juga rafi


"tapi kan bang rafi udah siap buat anterin reyna ma, udah rapi juga!" pinta reyna supaya tetap diantarkan kesekolah oleh abangnya


"sekarang bang rafi anterin ibu ke pasar ya nak, ayah kamu mau ketemu temennya katanya, iya kan yah?" ucap marlina dan dijawab anggukan oleh suami nya


"ah sial, kenapa harus kebetulan ada dia sih, kalo ga karna ibuk gamau gue berangkat bareng dia!" batin reyna kesal.


"Yaudah yuk berangkat nanti telat lagi" ajak arya kepada reyna yang terlihat jelas muka nya masih sangat kesal.


reyna pun berjalan mendekati motor arya sambil berkata


"kalo ga karna ibuk, sumpah gue gamau berangkat bareng elu!" ucap reyna ketus


"bodoamat yang penting gue bisa sama elu hahaha" jawab arya lirih sambil tertawa.


"o iya nak arya, nanti sekalian pulang nya kamu sama reyna ya" teriak marlina dari depan rumah


"ibukkk kan ada bang rafi yang biasa jemput reyna buk" teriak reyna kesal


"mulai sekarang kamu berangkat dan pulang sekolah bareng sama arya aja, gak keberatan kan nak arya?" ucap ayah reyna


"ah enggak om, dengan senang hati pokoknya apalagi bawa tuan putri hehe" jawab arya kepada ayah reyna.


"yaudah buruan naik, mau lompat pager lagi?" ucap arya kepada reyna,


"hatihati ya nak daaaa!!" teriak marlina sambil melambaikan tangan kearah mereka berdua dan hanya dibalas senyuman tipis oleh reyna.


"Rey lu pilih pegangan apa pilih jatuh?" tanya arya kepada reyna


"hah apaaan? ga kedengeran?" karena terlalu berisik dijalanan reyna tidak mendengar ucapan arya


"pegangan atau jatuh?" arya mengulangi pertanyaannya lagi


"apaan kaga denger" ucap Reyna tetap tidak terdengar akhirnya arya meraih tangan reyna dan melingkarkan diperut arya lalu arya pun melaju dengan kencang memakai motor kesayangannya itu. Pagi yang menyenangkan menurut arya tapi juga sedikit menyebalkan bagi reyna karena harus berangkat bersama cowo menyebalkan seperti arya

__ADS_1


__ADS_2