
Hari ini, Anne mengajak Nala pergi ke rumah sakit untuk mecari keberadaan Lean, karena dia belum pulang-pulang sampai sekarang. Apalagi saat mengetahui bahwa Lean kemarin mengambil cuti kerja, membuat Anne semakin khawatir.
Awalnya Nala ingin menolak ajakan Anne, dia belum siap jika harus bertemu dengan Lean sekarang. Tapi, Anne terus saja memaksa, dan pada akhirnya Nala setuju.
Anne tersenyum puas melihat sahabatnya yang pada akhirnya setuju dengan ajakannya. Ternyata tak berhenti di situ saja, Anne bahkan menyuruh Nala untuk sedikit berdandan agar dia terlihat lebih fresh.
" Anne, apa harus sampai segitunya? Bukankah kita hanya mencari kak Lean saja?" protes Nala.
" Hei, di sana ada wanita yang sudah buat kakakku patah hati. Jadi, kita harus sedia payung sebelum hujan. Siapa tahu, akan ada adegan yang tak terduga terjadi. "
Nala hanya diam, dan pasrah dengan kemauan sahabatnya ini.
" Nal, nanti jangan perlihatkan wajah kalem mu ini, ya!" pinta Anne dengan wajah serius.
" Memangnya kenapa, Anne?"
" Pokoknya jangan, kamu harus jadi wanita yang terlihat tegas dan pemberani. Jangan kalem!" titah Anne yang dengan terpaksa di angguki Nala.
Nala hanya bisa menghembuskan nafas berat, belum jadi adik ipar beneran saja, Anne sudah bersikap seperti ini.
Apakah setiap hari nanti aku harus seperti ini? Dasar, Anne suka menindas dan seenaknya! Gerutu Nala dalam hati.
Nala hanya bisa berharap dia bisa melakukan seperti apa yang di ucapkan Anne. Karena Nala juga ingin menjadi wanita seperti itu agar tidak mudah ditindas lagi sama wanita populer di sekolahnya.
Mereka berdua pergi ke rumah sakit di antar oleh sopir Anne. Sesampainya di rumah sakit Anne sempat mendengar beberapa perawat sedang membicarakan sikap Kakaknya yang berbeda dari biasanya. Ketika melihat Anne datang ke rumah sakit, beberapa perawat ity menyapanya karena tahu siapa Anne, sekalian cari perhatian.
Dari kejauhan, Anne melihat Lean sedang berbicara dengan seorang Dokter wanita. Anne mencoba mengamati wajah wanita itu, setelah tahu siapa dia...
" Nal, sepertinya apa yang aku takutkan terjadi! Kamu sudah siap beraksi, kan?" ujar Anne dengan wajah serius.
" Beraksi apa Anne?" tanya Nala yang belum paham dengan maksud dari perkataan sahabatnya itu.
Anne memberi kode lewat ekor matanya agar Nala melihat ke arah yang Anne maksud. Di sana terlihat Lean sedang berbicara dengan seorang Dokter wanita yang cantik.
" Dia adalah wanita itu, dan waktunya kamu beraksi. Kamu sudah tahu kan, apa yang harus kamu lakukan?" Anne mencoba bertanya hanya untuk memastikan. Apakah Nala sudah paham atau belum.
__ADS_1
Nala mengangguk, dan menarik nafas panjang. Kemudian, dia berjalan ke arah Lean dengan penuh keanggunan.
Kebetulan, Nala datang di waktu yang tepat ketika wanita itu sedang mengajak Lean pergi makan bersama. Jadi, waktunya dia beraksi.
" Tidak perlu repot-repot mengajak kak Lean makan bersama, karena dia sudah ada janji makan dengan saya!"ucap Nala seraya menggandeng lengan Lean. Nala mencoba untuk terlihat rileks, meskipun jantungnya berdetak amat cepat.
" Kamu siapa? "tanya Lea yang merasa asing dengan wajah Nala.
Nala tersenyum." Saya Nala avrelia prayoga Kekasih Dokter Leane!"
Bola mata Lean dan Lea sama-sama membulat sempurna ketika mendengar Nala mengatakan bahwa dia adalah pacar Lean.
" Nal, apa maksudmu berbicara seperti itu?" bisik Lean di dekat Nala.
" Kamu pacarnya? Kenapa saya tidak pernah tahu? Le, kenapa kamu tidak pernah cerita kalau sudah punya pacar," tanya Lea santai.
" Bukankah kamu juga sama? Kamu juga tidak mengatakan padaku kalau sudah memiliki pacar! " bukannya menjawab pertanyaan dari Lea, Lean justru memutar balikkan keadaan. Di mana Lea yang tak mengatakan kepadanya bahwa dia sudah memiliki kekasih.
Lea bungkam saat Lean mengatakan hal itu. Dia bingung harus menjawab apa.
" Tapi Le ...."
" Cukup! Aku sudah tidak ingin mendengar kebohonganmu lagi Leandra Monroe!"
Sebelum pergi, Lean mendekat ke tubuh Lea. Lalu, berbisik di dekatnya agar tak ada yang mendengar, kecuali Lea. " Aku juga sudah tahu kalau kamu tidak datang karena sedang bersenang-senang dengan kekasihmu! "
Bola mata Lea membulat sempurna mendengar bisikan dari Lean. Dia tidak pernah mengira bahwa Lean tahu yang sebenarnya terjadi.
Lean mengucapkan hal itu hanya ingin Leandra tahu jika dia tidak suka di bohongi.
Secara tidak sadar, Lean pergi dari hadapan Lea dengan menggandeng tangan Nala. Lean membawa Nala ke suatu tempat untuk menanyakan kenapa dia bisa berbicara seperti itu.
Melihat Dokter Lean berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan menggandeng tangan seorang wanita muda,. membuat beberapa perawat wanita terkejut dan bertanya-tanya.
Siapa wanita itu? Kenapa Dokter Lean menggandeng tangannya? Apakah dia kekasihnya? Tapi, dia terlihat sangat muda!
Ketika melihat Anne, mereka menghentikannya.
__ADS_1
" Anne ... Anne ...," panggil segerombolan perawat wanita.
" Iya, ada apa?"
" Wanita yang di gandeng Dokter Lean tadi siapa? Apakah pacarnya?" tanya seorang perawat wanita.
Anne hanya mengangkat bahu serta menautkan kedua alisnya. Lalu berjalan pergi untuk mengejar ke mana kakaknya membawa Nala.
Sesampainya di parkiran, Lean segera menyuruh Nala masuk ke dalam mobil. Melihat wajah dingin Lean, membuat Nala mengikutinya saja, tanpa melawan sedikitpun.
" Nal, sekarang jelaskan apa maksud dari ucapanmu tadi?" tanya Lean setelah mereka berada di dalam mobil.
Nala terdiam sejenak, memikirkan apa yang harus dia ucapkan pada Lean.
" Ucapan yang ma-na?" Nala mencoba berpura-pura tidak tahu untuk mengulur waktu sampai Anne datang. Karena tadi, dia sempat melihat Anne berjalan mengikutinya.
Lean memicingkan matanya ketika melihat Nala sok tidak paham dengan apa yang dia tanyakan.
" Yang tadi kamu ucapkan di depan Lea, kalau kamu adalah pacarmu! Sejak kapan kita pacaran?"
" Sejak hari ini!" jawab Nala singkat.
" Ha?" Lean terkejut mendengar jawaban Nala.
" Apakah kamu tahu dengan maksud dari ucapanmu itu?"
Nala mengangguk.
" Nal, kak Lean tegaskan sekali lagi ya. Kamu itu sudah kakak anggap seperti adik sendiri. Jadi, tidak mungkin kita pacaran, dan kamu juga tahu kalau kakak itu tidak suka pacaran, melainkan langsung menikah," jelas Lean.
" Kenapa tidak mungkin? Nala kan bukan adik kandung kakak, lagian kita sah dan boleh saja kok untuk pacaran ataupun menikah. Karena kita tidak ada hubungan darah sama sekali! " tukas Nala.
Entah dapat keberanian dari mana Nala bisa mengeluarkan ucapan seperti itu.
...****************...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.
__ADS_1