My Best Partner

My Best Partner
Promo Novel "Erma Roviko"


__ADS_3

Assalamualaikum reader kesayangan author. Kali ini, author bawa novel rekomendasi sari penulis kece Erma Roviko. Dengan judul " Suamiku limited edition"


Yang berkenan silahkan mampir, dan jangan lupa tinggalkan jejak di sana ya..


Ini cuplikannya.


*


*


"Ayolah Pa, aku baru saja pulang dari Paris. Jangan membahas mengenai pernikahan di sini," ujar Kenzi yang kesal.


"Memangnya kenapa? Papa hanya ingin menggendong cucu dari mu, kabulkan permintaan Papa yang terakhir ini," tutur Bara dengan berakting raut wajah sedih.


Kenzi mendengus kesal dengan pertanyaan Bara mengenai pernikahan, jangankan untuk menikah, kekasih saja dia tidak punya karena selalu sibuk dengan perusahaan yang dia buat tanpa bantuan dari keluarganya yang sangat kaya itu.

__ADS_1


"Cukup! berhentilah berpura-pura, aku tau jika Papa hanya berakting saja."


"Kenapa? Papa hanya menyampaikan pendapat saja," sahut Bara dengan wajah polosnya.


"Jawabanku tetap sama, yaitu TIDAK." Semua orang hanya menatap interaksi ayah dan anak tanpa berniat memotong ataupun menyelanya.


"Kenapa?"


"Karena aku tidak sempat mencari kekasih."


"Aku tidak tertarik untuk menikah."


"Kamu harus menerima perjodohan ini karena kami telah mengatur nya," ucap Bara yang berusaha meyakinkan putranya.


"Tidak."

__ADS_1


"Begini saja, Papa akan menantangmu untuk mengasuh kelima cucuku yaitu Alex, Lexa, Lexi, Niko, dan Niki selama sebulan penuh tanpa mengeluh. Dan jika gagal, kamu akan Papa jodohkan dengan gadis pilihan Papa."


Kenzi seketika mengangguk dan menyetujui tantangan dari ayahnya, karena dia tidak ingin menikah ataupun di jodohkan. Kenzi menatap kelima keponakannya yang duduk manis di hadapannya yang memasang wajah tersenyum.


"Ck, apa susahnya merawat mereka berlima. Mereka hanyalah anak-anak yang sangat polos dengan kelakuan yang sangat baik saat video call dulu, sepertinya tidak akan sulit untuk mengasuh para bocah ini," batin Kenzi yang mengulas senyum menatap kelima keponakannya yang tersenyum penuh arti.


"Aku menerimanya dan ini tidak akan sulit," tukas Kenzi yang meremehkan kelima keponakannya yang sangat luar biasa itu.


"Heh, jangan mengira mereka hanya dari sampulnya saja," celetuk El, kembaran dari Al.


"Aku tidak ingin menikah ataupun di jodohkan dan tantangan itu cukup mudah bagiku. "


"Yaya....terserah padamu saja, aku yakin jika kamu akan merubah keputusanmu dalam waktu sehari setelah mengasuh mereka," ungkap El.


__ADS_1


__ADS_2