My Best Partner

My Best Partner
Khawatir


__ADS_3

Di perjalanan Arya ngebut karena begitu khawatir dengan kondisi Reyna yang sekarang karena masih terlintas di otak nya wajah Reyna pagi tadi begitu pucat dan lemas.


Tak beberapa lama kemudian Arya tiba di rumah sakit tempat Reyna berobat tadi, ia segera menuju ke ruang jaga perawat untuk menanyakan dimana Reyna di rawat


"Permisi sus, atas nama Reyna Anindita di ruang mana ya?" tanya Arya kepada perawat


"sebentar mas saya cek dulu" jawab perawat


perawat mencoba mencari pasien atas nama Reyna Anindita di buku daftar pasien, setelah beberapa menit mencari nama Reyna perawat lalu berkata kepada Arya


"hmmm atas nama Reyna Anindita tidak rawat inap mas, hanya rawat jalan dan sudah pulang" jelas perawat tersebut


"oh gitu ya sus, terima kasih ya sus permisi" ucap Arya sambil beranjak pergi meninggalkan ruang jaga perawat


Ia menyusuri lorong rumah sakit dengan masih mengenakan seragam sekolah nya serta tas yang masih di gendong nya tak menghiraukan beberapa orang yang melihat Arya aneh, pasti mereka mikir Arya bolos, ya memang benar Arya bolos. Arya pun mempercepat langkah nya menuju parkiran


Sampai di tempat parkir Arya lalu menuju motor nya dan segera bergegas menuju ke rumah Reyna, dengan masih mengenakan seragam sekolah nya Arya ngebut dengan panik di jalanan


tak beberapa lama kemudian Arya sampai di rumah Reyna, ia segera turun dari motor nya dan menuju ke dalam rumah Reyna


tok tok tok


"Assalamualaikum" Arya beberapa kali mencoba mengetuk pintu rumah Reyna sambil mondar mandir di depan pintu panik


"iya walaikumsalam, sebentar" terdengar ada jawaban dari dalam rumah


ceklekk


seorang wanita asing yang umur nya terlihat tak jauh berbeda dengan Arya keluar dari dalam rumah Reyna yang tak Arya kenali membuat Arya bingung , siapa dia? kenapa dia disini? ada apa? membuat Arya makin panik


"maaf, Reyna nya ada mba?" tanya Arya sopan tak pecicilan seperti biasa, mungkin karena panik


"oh kamu temen nya Reyna ya? iya Reyna ada di dalem baru aja pulang dari rumah sakit" jelas wanita tersebut


"boleh saya masuk?" ucap Arya menawarkan diri


"oh iya tentu saja, silahkan masuk" jawab nya sambil tersenyum mempersilahkan Arya masuk


"dia ada di kamar, kamu langsung masuk saja di kamar, di sana ada ayah ibu dan juga mas Rafi" jelas nya


"ayah, ibu, mas Rafi? siapa dia terlihat begitu akrab dengan keluarga ini" batin Arya sambil menatap wanita tersebut

__ADS_1


"ah iya permisi" Arya lalu beranjak ke kamar Reyna memastikan Reyna baik baik saja


toktoktokk


"permisi" ucap Arya sambil mengetuk pintu kamar Reyna yang terbuka terlihat ayah ibu dan abang nya tengah duduk di ranjang Reyna


"ah nak Arya, masuk nak" ucap Martina hangat sambil berdiri beranjak menjemput Martina


namun terlihat raut wajah Rafi sangat tidak suka dengan kedatangan Arya tersebut


Arya tak memperdulikan tatapan Rafi yang risih dengan kedatangannya dia hanya fokus dengan Reyna, ia lalu masuk ke kamar Reyna dan segera menghampiri Reyna yang tengah terbaring lemah di ranjang nya


"hai, udah baikan?" sapa Arya kepada Reyna dengan senyum hangat di wajah nya


"ah iya udah lumayan" ucap Reyna lirih sambil mencoba bangkit dari tidur nya


"udah gapapa kamu tiduran aja, jangan bangun dulu, kamu masih lemas banget loh!" ucap Arya sambil membantu Reyna untuk bebaring lagi tanpa penolakan dari Reyna


Orang tua Reyna senyum melihat raut wajah Reyna yang mulai sumringah dengan kedatangan Arya, namun Rafi tetap sinis kepada Arya


Akhirnya Rafi beranjak keluar dari kamar Reyna dengan muka kesal, ia lalu duduk di sofa dekat wanita yang di jumpai Arya tadi, itu adalah calon istri Rafi


"kamu kenapa kok muka nya kesel gitu?" tanya Tyas calon istri Rafi


"yaudah lah, Reyna kan juga udah gede pasti nya dia tau mana yang baik dan yang buruk, udah lah mas biarin aja" ucap Tyas meredamkan emosi Rafi


"tapi keliatan dia anak baik loh mas, dia juga sopan gitu sama aku" ucap Tyas


"ya kan cari muka" ucap Rafi tetep kekeh dengan pendirian nya


Tyas hanya menghela nafas panjang melihat calon suami nya yang sangat keras kepala ini, Tyas pun tidak bisa membujuk jika Rafi sudah punya pemikiran itu ya tetep


Sementara di kamar Reyna terlihat Arya dan orang tua Reyna sedang bercakap cakap nampak sesekali tertawa bersama


"nah kan Reyna kalo udah ada Arya pasti bisa senyum senyum terus hehehe" ucap ayah Reyna


"iya loh padahal dari tadi murung mulu, sejak ada Arya jadi sumringah gini deh" ucap Martina ikut menggoda Reyna


"apa sih Yah, Buk enggak -_-" ucap Reyna mengelak


"ya gini om tante, tugas saya jadi badut hehehe" ucap Arya cengengesan di sambut tawa oleh kedua orang tua Reyna dan juga Reyna

__ADS_1


"eh iya tante, itu tadi yang di luar siapa ya? kok ada mba mba gitu?" tanya Arya penasaran


"oh itu calon istri nya Rafi, nama nya Tyas" jelas Martina


"oalah pantesan kok kaya asing gitu muka nya kaya ga pernah liat" jawab Arya


"oh iya kamu baru pertama ketemu ya" ucap Martina


"iya tante, gak tau nya calon kakak sendiri hehe" ucap Arya cengengesan


"diihh apaan sih" ucap Reyna ketus


"iya loh itu calon kakak, hahaha" ucap ayah Reyna sambil tertawa


"tuh kan, ayah kamu aja ngerestuin, iya kan om" ucap Arya


"lah iya dong tentu hahaha"


mereka semua tertawa kecuali Reyna, sebenarnya Reyna seneng karena itu tanda nya orang tua nya suka sama Arya dan dia juga nyaman ketika ada Arya, tapi nama nya perempuan ya gengsi lahh hehe


setelah kurang lebih satu jam di rumah Reyna, Arya segera berpamitan pulang kepada orang tua Reyna


"om tante, saya pamit pulang dulu ya, mau kembali ke sekolah soalnya hehe" pamit Arya


"loh iya ya, bukan nya ini masih jam sekolah kok kamu kesini yaampun, yaudah kamu balik ke sekolah dulu!" ucap Martina


"elu bolos?" tanya Reyna heran


"hehe iyaa" jawab Arya sambil garuk garuk kepala


"ya abis nya gue tadi khawatir sama keadaan elu mangkanya gue bela belain bolos biar bisa jengukin elu" terang Arya


arghh hati Reyna benar benar tidak bisa di kondisikan antara senang dan terharu sampai segitu nya Arya khawatir dengan keadan nya


"iya tapi kan bisa nanti sore elu kesini" ucap Reyna salah tingkah


"ya beda lah, nanti gue di sekolah jadi ga fokus hehe" jawab nya


"yaudah gih buruan sana ke sekolah lagi, ntar lama lama di marahin loh!" ucap Reyna


"iya iyaa, permisi om , tante" ucap Arya sambil mencium tangan kedua orang tua Reyna

__ADS_1


"iya hati hati ga usah ngebut di jalan ya nak" ucap Martina sambil mengantar Arya keluar rumah


__ADS_2