
Mereka masih saling tatap satu sama lain ditambah lagi tangan arya yang memegang tangan reyna dengan halus dan tampak mereka merasa nyaman diposisi itu, jantung mereka berdegup dengan kencang.
"ah perasaan apa ini" batin arya dengan terus memandangi wajah reyna yang tampak mulus tanpa pori pori itu.
"a cie cieee" tiba tiba mereka dikagetkan oleh tukang bakso yang mencoba menggoda mereka, arya pun buru buru melepaskan tangannya yang sedang memegang reyna dan saling buang muka sambil senyum salah tingkah
"Ini sapu tangan kamu rey" ucap arya sambil mengembalikan sapu tangan reyna
"udah pake aja, gue masih ada yang lain" jawab reyna lirih tanpa melihat kearah arya
Lalu arya memasukkan sapu tangan tersebut kedalam tas nya.
"apasih bang ganggu aja deh!" tegur arya kepada tukang bakso tersebut sambil garuk garuk tengkuk salah tingkah sambil ketawa cengengesan
"ah gausah malu malu gitu lah mas, lagian kita juga udah akrab boleh dong kenalin calon nya ke saya hehehe" ucap tukang bakso terus meledek mereka berdua
muka reyna pun tampak merah merona karena malu dan salah tingkah setelah terus menerus digoda tukang bakso tersebut. Arya lalu beranjak berdiri dan membayar makanan mereka namun reyna menolak, reyna ingin membayar makanannya sendiri
"punya gue biar gue bayar sendiri aja, jadi nya berapa bang?" ucap reyna
"10ribu aja neng sama minumnya" jawab tukang bakso dan arya pun hanya memperhatikan reyna sambil senyam senyum
"lu kenapa senyum senyum sendiri, lu gila?" ucap reyna sambil merogoh saku rok nya
oh sial reyna lupa, jika sudah dibawakan bekal, reyna tidak diberi uang saku oleh orang tuanya. reyna membalas senyum merenges kepada arya
"kenapa lu merenges kek gitu?" tanya arya sambil senyum tipis manis karena ia tau kalo reyna pasti tidak membawa uang saku
"gue lupa kalo gue ga bawa uang saku hehe, bayarin yaaa, eh tapi tenang aja nanti gue ganti sampe dirumah oke" pinta reyna kepada arya
"yaudah ini ya bang 20rb kan?" tanya arya kepada tukang bakso sambil menyodorkan uang 20ribuan
"iya mas, makasih ya, jangan lupa besok besok ajak pacarnya mampir lagi ya hehe" ucap tukang bakso dan dibalas senyum ramah oleh reyna, mereka lalu pergi keluar dari taman
Mereka berjalan agak berjarak karena sedikit malu dengan kejadian ditaman tadi, reyna terus terbayang mata arya ketika memandang ia begitu dalam sedangkan arya juga masih terbayang tangan reyna yang mulus dan wajahnya yang mulus tampak tanpa pori pori itu ditambah bibirnya yang merah merona sangat manis
__ADS_1
Setelah sampai diparkiran taman mereka memakai helm dan segera naik ke motor arya
"udah siap rey?" tumben, arya bertanya sangat lembut kepada reyna, ada apa ini? mengapa arya tiba tiba selembut ini
"udah" jawab reyna singkat
"yaudah pegangan nanti jatuh!" ucap arya
"iyah" jawab reyna singkat dan langsung melingkarkan tangannya diperut arya
entah kenapa reyna langsung mau ketika disuruh pegangan kepada arya, namun disepanjang jalan, reyna dan arya hanya saling diam tanpa percakapan sepatah kata pun.
mereka masih merasa agak canggung dengan kejadian tadi
tak beberapa lama mereka telah sampai dirumah reyna, terlihat ada rafi abang reyna didepan gerbang sepertinya dia akan keluar.
"makasi ya" ucap reyna kepada arya
"iya sama sama, mari bang!" ucap arya sambil mengangguk kepada rafi kakak reyna
Rafi terus memperhatikan reyna dari ujung kaki sampai ujung kepala membuat reyna heran apa ada yang salah dari dia? setelah sampai didepan rafi, rafi lalu memegang dua pundak reyna dan memutar badan reyna
"bang rafi apaan sihh!" ucap reyna mulai kesal dengan kelakuan abangnya yang tidak jelas ini
"lu gapapa kan rey? lu masih utuh kan? aman kan? ga di apa apain sama tu cowo?" reyna dicecar beberapa pertanyaan oleh abangnya itu dan reyna pun tertawa karena abangnya ini terlalu berlebihan menurutnya
"hahaha abang apasii aku masih utuh lah, ga di apa apain sama arya, tenang aja deh, sebenarnya dia itu baik bang cuma ya gitu agak rese!" jelas reyna kepada kakaknya yang super posesif itu dengan tawa renyah sembari melepaskan tangan kakaknya dari pundak
"kamu beneran?" tanya rafi meyakinkan reyna
"ih abang apaansih, kan aku udah ngejelasin kok tetep ga percaya sii!" ucap reyna mulai kesal sambil memanyunkan bibirnya
"abis biasanya kamu tu paling anti kalo temenan sama cowo, kok kamu bisa deket banget gitu sama tu anak jangan jangan kamu suka ya sama dia" ucap rafi dengan tatapan tajam ke arah reyna
"engga lah bang, ngaco ah" jawab reyna salah tingkah
__ADS_1
"ya gapapa sih kamu berteman sama siapa aja, yang penting jaga diri!" lanjut rafi lalu beranjak meninggalkan reyna
"abang mau kemana?" tanya reyna
"kencan lah hehehe" jawab rafi sambil senyam senyum
"diihh mentang mentang mau nikah yaa kencan mulu kerjaannya" ucap reyna sambil memanyunkan bibir
"biarin, iri yaaa, iri bilang boss" ucap rafi mengece ke arah reyna sambil menjulurkan lidahnya
"dihh dasar abang gada akhlak ya, awas luu!" teriak reyna mengancam rafi
"ih ini ada apa kok ribut ribut sih!" ucap martina yang tiba tiba muncul dari dalam rumah nya
"tuh buk liat anak kesayangan ibuk, kencan mulu kerjaannya tu buk!" ucap reyna mengadu ke ibu nya seperti anak kecil
"loh ya kan gapapa abang kamu kan sebentar mau nikah jadi wajar lah kalo mereka sering keluar bareng, iya kan bang?" ucap martina menjelaskan
"kamu kalo mau kencan sama arya juga gapapa, boleh kok hehe" sambung martina dengan menggoda reyna
"lah kok jadi si arya sih" ucap reyna mengelak
"ibuk kok kayaknya suka banget dah sama tu anak, emang spesial nya tu anak apasi buk? biasanya ibuk paling gak suka loh kalo reyna berteman dengan cowo" ucap rafi yang heran kenapa ibunya juga begitu welcome dengan arya
"hehe arya itu anaknya baik loh, dia juga humble, buktinya arya mau tu nebengin reyna berangkat dan pulang sekolah, dia ga keberatan juga berarti dia anak baik dong" ucap martina
"buk tapi kan baik tidak nya orang tidak bisa dilihat dari kelakuan nya yang mau disuruh suruh, bisa aja dia cuma memanfaatkan reyna untuk hal yang kurang baik gitu" ujar rafi
"husttt kamu gaboleh ngomong gitu, gabaik tau!" ucap martina membela arya
"yaudah aku mau masuk kamar dulu" ucap reyna lalu meninggalkan mereka
"yaudah buk aku juga mau berangkat, udah ditungguin sama calon mantu ibuk hehe" rafi berpamitan sambil mencium tangan ibunya
"iya hatihati yaa, jangan ngebut dijalan" ucap martina
__ADS_1
"oke buk" rafi segera naik ke motornya dan melaju kerumah calon istri nya