My Best Partner

My Best Partner
Pria Menyebalkan


__ADS_3

Jam pelajaran berakhir, Reyna masih duduk lesu dikursi nya sambil melepas kan penat di kepala nya


"rey pulang yuk?" ajak Siska


"e iya lu duluan aja gue bentar lagi aja, palingan jam segini gue juga belum di jemput" jawab Reyna lesu


"oh yaudah gue duluan ya, byeee" ucap Siska lalu meninggalkan Reyna sendirian di kelas


"iya atiati ya lu Sis!" jawab Reyna.


Reyna masih duduk di kelas nya sambil membuka buku matematika matriks nya dan mencoba mengerjakan beberapa soal yang di beri kan Bu Karmila untuk nya akan tetapi nol dia tetep tidak bisa mengerjakan soal tersebut, ia sama sekali tidak paham dengan soal soal yang di hadapan nya. dengan napas gusar Reyna menutup buku nya dan meletakkan kepala nya dimeja sambil memejam kan mata hingga tak terasa ia pun ketiduran dengan buku yang masih berserakan di meja nya


Arya yang jam pelajaran nya juga sudah selesai segera bergegas keluar kelas dan melewati kelas Reyna tak sengaja ia melihat ada Reyna yang masih di kelas sendirian. ia langsung masuk ke ruang kelas Reyna tanpa permisi dan melihat reyna yang sedang ketiduran, Arya memandangi Reyna dalam dalam


"dia memang cantik, namun sangat sulit untuk mendekati nya" gumam Arya sambil memperhatikan Reyna dari ujung kaki sampai ujung kepala, di tambah ekspresi tidur nya yang menambah karisma kecantikan Reyna meningkat


"Ah berfikir apa sih gue, gue udah punya Fia" batin Arya membubarkan lamunan nya


Arya lalu membuka buku yang ada dimeja Reyna dan kelihatan nya Reyna sedang mengerjakan soal matematika matriks tapi belum ada jawaban nya. Arya yang kebetulan pandai matematika lalu mengerjakan soal soal yang Reyna kerjakan tadi. Arya memang pandai di bidang matematika dia pernah ikut olimpiade matematika di sekolah nya dan menang sebagai juara 2.


Soal seperti ini menurut Arya sangat gampang, sambil merem pun juga bisa hehe


Setelah selesai mengerjakan soal tersebut, Arya lalu mengembalikan buku Reyna dengan rapi seperti sedia kala. setelah itu Arya segera membangun kan Reyna karena ini sudah waktu nya pulang


"woi bangun lu, lu mau jadi penjaga sekolah?" teriak Arya membangun kan Reyna dengan tangan bersedakap berdiri di hadapan Reyna


Reyna lalu terbangun kaget mendengar suara itu dengan mata yang masih susah melek dan nyawa belum terkumpul Reyna berusaha beranjak dari duduk nya


"hehh lu ngapain disini!?" ketus Reyna dengan mata yang masih susah melek


"lu mau macem² sama gue?" sambung Reyna sambil menyilang kan tangan di dada nya


"sama sekali gue ga minat sama elu, jangan sok kecakepan deh jadi orang, gue tu kasian liat lu tidur kek gelandangan, takut nya nanti lu di temenin sama mbak kunti tidur disini!" ucap Arya sambil beranjak keluar kelas meninggalkan Reyna sendirian

__ADS_1


"woiii tungguin lah lu jangan nakut nakutin gue!!" teriak Reyna sambil memberes kan buku di meja nya dan segera berlari mengejar Arya keluar kelas dan disambut tawa ledek oleh Arya


"hahahahah ternyata lu masih butuh gue yaa!" ucap Arya puas sambil tertawa


"TERPAKSA" ucap Reyna ketus


Mereka berjalan berdua menyusuri lobi sekolah yang sepi karena memang murid murid sudah pulang sejak tadi, hanya tinggal mereka berdua dan beberapa guru serta satpam dan penjaga sekolah saja, tidak ada kegiatan ekskul juga hari ini oleh karena itu sekolah jadi sepi


"ehmm kalian ngapain berdua masih disekolah berduaan?" suara tersebut mengagetkan Reyna dan juga Arya


"ah bapak bikin kaget aja!" ucap Arya kepada salah satu guru yang mempergoki mereka tengah jalan berdua di lobi


"tadi temen saya ini ketiduran di kelas pak, trus saya bangunin, mangka nya jadi berduaan gini" jelas Arya singkat


"beneran?" tanya si guru dengan tatapan curiga


"beneran pak, tadi saya ketiduran di kelas, trus dia yang bangunin saya, bapak jangan mikir aneh aneh" jelas Reyna memelas


"Yaudah kalo begitu kalian cepat pulang" ucap guru lalu meninggalkan mereka berdua


"ya daripada gue gak bangunin elu, elu mau tidur ditemenin kunti?" jawab Arya sambil berjalan mengejar Reyna


"bodoamat, jauh jauh deh lu dari gue, perasaan gue sial mulu di deket elu!" ucap Reyna


"halah ga usah gaya deh lu, elu tu sebenarnya nyaman kan di dekat gue, ngaku lu" goda Arya


Reyna mulai males mendengar ucapan tak berguna dari Arya sehingga ia memilih untuk tidak menjawab pernyataan Arya.


Setelah sampai di persimpangan gerbang dan parkiran akhir nya mereka terpisah.


Arya beranjak pergi ke parkiran untuk mengambil motornya. Ketika sampai digerbang, arya melihat reyna yang sedang berdiri di depan gerbang, arya pun berhenti didepan gerbang


"lu nungguin siapa? belum dijemput lu?" tanya arya yang masih berada diatas motor.

__ADS_1


"belum gue masih nunggu abang gue!" jawab reyna yang masih tetap ketus kepada arya


"bareng gue aja lu daripada disini nanti ditemeni sama poci hihihi" goda arya


"paansi lo, siang bolong kek gini mana ada poci lagian gue mau telfon abang gue dulu!" reyna merogoh hp dari saku nya


"oh shitt,batre gue habis lagi!" gumam reyna yang lirih namun terdengar oleh arya


"yaudah ayok sama gue aja! lu arah utara kan?" tawar arya kepada reyna dan reyna hanya mengangguk pasrah sambil sinis


"nah gitu dong, gausah jual mahal lu hihi!" ledek arya yang membuat reyna menggeplak punggung arya


"woii lah sakit tau" teriak arya


reyna mulai naik ke atas motor arya


"udah belom?" tanya arya


"udah, jangan ngebut lu, awas aja kalo ngebut!" ucap reyna kepada arya


"siap tuan putri!" jawaban arya lagi lagi membuat reyna geli sendiri.


Reyna pun menjaga jarak dengan arya, namun arya naik motor ngebut banget.


"pegangan lu! kalo ga pegangan nanti lu jatuh!" teriak arya sambil meraih tangan reyna untuk diikatkan ke pinggang nya


"dihh cari kesempatan banget sih lu!" teriak reyna sambil senyum senyum salah tingkah


"hahahha gapapa lah sekali kali" balas arya dan hanya dibales cubitan diperut arya membuat arya teriak kesakitan


"sakiitttt"


sedangkan reyna hanya tersenyum ketika dilirik arya dari spion motornya.

__ADS_1


Sepertinya hari ini adalah hari apes bagi reyna tapi juga penuh pengalaman karena baru pertama kali reyna dibonceng lelaki lain selain ayah dan abangnya. sekaligus hari yang menyenangkan bagi arya karena dia bisa dekat dengan reyna seharian ini.


__ADS_2