
Selama ujian, setiap malam Lean akan menyempatkan waktu untuk mengajari Nala karena apa yang di ajarkan oleh Lean benar-benar sangat membantu.
Akhirnya, ujian akhir telah usai, tinggal menunggu kelulusan. Di karenakan ada waktu, Lean menyempatkan untuk menjemput istrinya.
Saat melihat mobil suaminya yang datang menjemput, membuat Nala tersenyum bahagia. Dia segera berlari menuju di mana mobil Lean berada.
Nala segera masuk ke dalam mobil yang pintunya tidak di kunci itu.
" Kok tumben, Kakak bisa jemput?" tanya Nala ketika sudah memasuki mobil.
" Masuk mobil itu salam, cium tangan suami dulu, baru bertanya!" ujar Lean yang membuat Nala nyengir kuda memperlihatkan deretan giginya.
Bukan hanya cium tangan, tapi Nala justru mencium sekilas bibir suaminya. Hal itu sontak membuat Lean terkejut tatkala melihat istrinya yang sudah berani menggoda.
" Sudah, ka__n"
Akibat di pancing, membuat Lean menarik tengkuk Nala dan ******* bibir mungil itu. Tak ada lagi Nala yang polos saat mendapatkan ciuman mendadak dari suaminya, karena kini dia sudah mengalungkan tangannya ke leher kokoh sang suami dan terus membalas ciuman itu.
__ADS_1
Akhirnya, mereka melepaskan ciuman panas itu saat nafas keduanya hampir habis.
" Nal, kamu benar-benar sudah membangunkan si elang yang tertidur," ucap Lean dengan mencoba menetralkan gairahnya. Karena saat ini mereka masih berada di depan sekolah Nala.
Sedangkan Nala tertawa saat melihat ada sesuatu yang mengembang di balik celana sang suami.
" Kakak aja yang omes! Masak cuman ciuman aja udah bangun tuh si elang," ledek Nala.
" Itu tandanya Kakak normal!" pungkas Lean yang segera mengemudikan mobilnya melaju ke jalanan.
" Kita mau ke mana, Kak?" tanya Nala saat Lean mengemudikan mobilnya ke arah berbeda. Bukan pulang ke rumah Papi Rian, ataupun ke rumah sakit.
Saat melihat mereka masuk ke kawasan apartemen, membuat Nala semakin bingung.
Ngapain Kak Lean bawa aku ke apartemen? Kalaupun nggak tahan pengen begituan kan bisa ke hotel, bukan apartemen! Gumam Nala dalam hati.
Astagfirullah, Kenapa otakku jadi omes juga, sih! Gerutunya saat menyadari bahwa otaknya sekarang juga mudah traveling jika melihat si buyung elang suaminya bangun.
__ADS_1
" Ayo turun," ucap Lean yang sudah membukakan Nala pintu. Akibat melamun, membuat Nala sampai tidak sadar bahwa suaminya kini sudah berdiri di sampingnya dan telah membukakan pintu mobil.
" Kok malah diem? Apa perlu Kakak gendong?" goda Lean yang segera membuat Nala turun dari mobil.
Mana mau Nala di gendong di tempat umum seperti ini, bisa - bisa jadi pusat perhatian dia.
" Kak, kita mau ngapain ke sini?" tanya Nala yang sudah penasaran.
" Udah, ikut aja! " ucap Lean yang terus menggandeng tangan Nala berjalan memasuki lift apartemen.
Sebelumnya, Lean memang belum pernah mengajak Nala datang ke sini sehingga dia tidak tahu jika mereka akan pergi ke apartemen yang akan di tinggalinya nanti. Nala memang hanya tahu bahwa mereka akan tinggal di apartemen ketika dia sudah lulus, namun tidak tahu di mana apartemen itu berada.
Tiba-tiba langkah Lean terhenti tepat berada di depan pintu apartemen. Lalu, segera membuka pintu apartemen itu.
" Ayo masuk," ajak Lean pada Nala yang masih diam berdiri di depan pintu apartemen.
Apakah ini tempat tinggal kita yang baru? Tebak Nala dalam hati saat melihat Lean bisa membuka pintu apartemen itu.
__ADS_1
...****************...