My Best Partner

My Best Partner
Bab 119


__ADS_3

Melihat Nala yang mengerucutkan bibirnya, membuat Lean merasa gemas.


Cup


Sebuah kecupan singkat dari Lean, membuat Nala membulatkan matanya dan refleks menutup bibirnya dengan tangan.


Hal itu, justru membuat Lean semakin gemas. Mempunyai istri kecil yang masih polos dan belum tersentuh dengan pria memang menggemaskan.


" Kakak kenapa tiba-tiba mencium Nala?" protesnya dengan mulut yang masih tertutup.


Lean mendekatkan wajahnya, sontak membuat Nala memundurkan kepalanya.


" Apakah mencium istri sendiri tidak boleh?" goda Lean dengan menahan tawa.


Nala terdiam, akibat gugup sampai membuat dia lupa kalau mereka sudah menjadi suami istri yang halal melakukan apapun.


Melihat Nala yang hanya diam saja, membuat Lean langsung menggendong tubuh kecil itu ke atas ranjang.


" Sudah malam, tidur! Besok kamu sekolah, kan?" ucap Lean sembari menutup tubuh Nala dengan selimut. Kemudian, mengganti cahaya lampu menjadi redup agar tidur mereka menjadi lebih nyenyak.


Setelah itu, Lean membaringkan tubuhnya di samping Nala dengan posisi telentang.


Menyadari bahwa Nala masih belum tertidur, membuat Lean memiringkan tubuhnya menghadap sang istri.


" Kenapa belum tidur?" tanyanya.


" Em___" Nala bingung harus berkata apa.


" Kenapa? Mau tidur sambil di peluk?" tawar Lean.


Nala masih terdiam sambil mencengkeram erat kain selimut. Dia malu mau bilang iya, jujur Nala memang suka tidur di peluk. Bahkan, beberapa hari yang lalu, dia datang ke kamar orangtuanya minta tidur di tengah sambil memeluk sang Mami. Nala memang tipe anak perempuan yang terkadang masih manja, oleh karena itu Mami Senja berat untuk melepaskan dia menikah.

__ADS_1


" Nal ... Kamu mikirin apa?" tanya Lean yang bingung melihat sang istri diam terus.


Apakah dia takut? Atau tidak nyaman tidur bersama pria?


" Iya," lirih Nala yang masih terdengar oleh Lean.


" Apa kamu tidak nyaman tidur sama Kakak? Kalau tidak nyaman, biar ___"


" Nala tidak apa-apa kok," sela Nala.


" Terus kenapa belum tidur?"


" Nala ... boleh, peluk?" lirihnya malu-malu.


Lean tersenyum, lalu segera membawa tubuh Nala ke dalam dekapannya.


" Sudah tidur, nggak usah mikirin yang aneh-aneh! " goda Lean, membuat Nala memukul dada bidang itu pelan.


" Apakah sakit?" tanya Nala panik yang hanya di balas senyuman oleh Lean.


" Kakak!!!" kesal Nala saat melihat Lean hanya menggodanya.


" Sudah, tidur! Kakak ngantuk," ujarnya.


" Selamat tidur, suamiku," ucap Nala yang membuat hati Lean berdesir saat mendengar Nala menyebutnya suamiku.


Aroma tubuh Lean yang menenangkan, membuat Nala semakin berani memeluk tubuh kekar itu. Sedangkan Lean, mengusap puncak kepala Nala lembut agar dia segera tertidur. Tak butuh waktu lama, terdengar nafas Nala sudah teratur, menandakan bahwa gadis itu sudah tertidur.


Lean mengecup puncak kepala istrinya sebentar, sebelum dia ikut mengarungi alam mimpi.


Malam pertama mereka menjadi suami isteri tak ada yang terjadi layaknya pengantin baru pada umumnya. Lean sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melakukan semuanya secara perlahan. Dia sadar bahwa Nala masih di bawah umur sehingga harus memperhatikan semuanya dengan baik.

__ADS_1


Bisa tidur berpelukan dengan wanita yang dicintainya seperti ini tanpa takut dosa lagi, itu sudah lebih dari cukup.


...☘️☘️☘️...


Di sebuah ruangan dengan cahaya remang-remang, terlihat seorang wanita cantik yang tidak bisa tidur. Tubuhnya terus miring ke kanan dan kiri dengan tangan yang terus memegang perutnya. Entah kenapa perutnya terasa sangat sakit sekali sampai tembus ke pinggangnya.


Ketika sudah tak kuat lagi, Dinda mencoba membangunkan suaminya yang sudah tidur terlelap.


" Bang ...," lirih Dinda sambil menggoyang tubuh Kean.


Seper detik kemudian, Kean mulai mengerjapkan matanya. " Ada apa, Nda?" tanya Kean.


" Perutku sakit sekali," lirih Dinda.


Mendengar kata sakit sekali, membuat Kean segera terduduk dari tidurnya dan menyalakan lampu.


" Mana yang sakit?" tanya Kean panik.


" Sebentar, Abang panggilkan Lean dulu," ucapnya yang sudah beranjak turun dari kasur.


" Bang, " panggil Dinda.


" Iya Nda, kenapa?"


" Lean kan ada di rumah mertuanya."


Kean menepuk jidatnya, gara-gara panik dan sudah terbiasa selalu memanggil Lean jika dalam keadaan darurat seperti ini. Membuat Kean lupa kalau sang adik sudah menikah dan tinggal di rumah mertuanya.


...****************...


Oh ya reader kesayangan author, Mungkin novel ini akan ganti judul menjadi. Twins Genius mencari Partner terbaik. Dan ini covernya gimana?

__ADS_1



__ADS_2