My Best Partner

My Best Partner
Bab 144


__ADS_3

Selesai acara, para murid berfoto bersama dengan teman sekelas dan juga para guru. Sedangkan Lean segera memesan buket kembali karena buket bunga yang dia bawa sudah rusak.


Tak lama kemudian, terlihat Nala berlari menghampiri keluarganya yang sudah menunggu sejak tadi.


Mami Senja segera mencium, memeluk, dan memberikan selamat pada putrinya, begitupun dengan Papi Rian. Selepas itu, Nala baru menyadari bahwa suaminya tidak ada.


" Loh, Pi, Mi. Kak Lean mana?" tanyanya tatkala tidak melihat suaminya bersama dengan kedua orang tuanya.


" Itu, sahut Papi Rian dengan memberikan kode ke arah belakang Nala.


Nala segera membalikkan badannya. tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang, terlihat Lean yang merentangkan tangannya agar Nala menghampirinya dan memeluknya. Tanpa berlama-lama, Nala segera berlari ke arah Lean dan menghambur memeluk sang suami.


Melihat Nala dan Lean berpelukan seperti orang yang saling merindukan, membuat Papi Rian tersenyum sembari melingkarkan tangannya ke pundak sang istri.


Nala mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah sang suami. " Kakak dari mana?" tanyanya.


"Ambil bunga buat kamu, soalnya bunga yang tadi rusak!" jelas Lean seraya mengurai pelukannya. Lalu memberikan sebuket bunga pada sang istri.


" Selamat atas kelulusannya istri kecilku," ucap Lean dengan mengulas senyum.


" Terimakasih," ucap Nala yang kembali memeluk suaminya.


Padahal, hanya tidak mendapatkan kabar semalaman saja sudah membuat Nala khawatir dan sangat rindu.


" Sudah-sudah, pelukannya di lanjut di rumah aja nanti. Malu di lihatin orang!" nasehat Papi Rian saat melihat anak mantunya ini terus berpelukan di tempat umum.

__ADS_1


" Iya, kalian ini sudah seperti tidak bertemu setahun saja!" sindir Mami Senja. Sedangkan yang di sindir hanya bisa tersenyum malu.


Mami sama Papi kayak nggak pernah muda aja! Gerutu Nala dalam hati.


Setelah itu, mereka berfoto bersama. Saat ini, hanya Nathan yang tidak hadir di karenakan dia sedang ada kegiatan di luar sekolah. Nathan dan Nala memang kembar tapi soal sekolah Nala selalu lebih cepat dan unggul. Sedangkan Nathan sesuai kondisi normal yang masih akan naik kelas dua SMA.


Ketika memasuki mobil, tiba-tiba Lean mengambil sebuah kotak persegi di dalam laci dashboard.


" Apa itu Kak?" tanya Nala.


Lean membuka kotak persegi itu, memperlihatkan sebuah kalung dengan inisial huruf N dan L.


"Cantik sekali," pujinya dengan tersenyum.


" Kamu suka?" tanya Lean yang di angguki oleh Nala.


" Terimakasih," ucap Nala dengan wajah bersinar. Menandakan bahwa dia sangat bahagia.


" Kakak, masih ada satu kejutan lagi buat kamu."


" Ada lagi? "ulang Nala dengan wajah terkejut. Nala benar-benar tidak habis pikir dengan suaminya ini yang penuh dengan kejutan.


" Iya, tapi yang ini tidak gratis, " goda Lean dengan menunjuk pipinya.


Nala yang paham dengan kode dari suaminya, segera mendekatkan wajahnya untuk memberikan ciuman di pipi. Tapi, bukan Lean namanya jika tidak memanfaatkan kesempatan yang ada. Selepas Nala mencium pipinya, Lean segera menekan tengkuk istrinya lalu ******* bibir mungil itu.

__ADS_1


Bagi Lean, ini adalah mood booster sekaligus vitamin yang enak di kala merasa lelah. Lean baru melepaskan pagutannya ketika menyadari sang istri mulai kehabisan nafas.


Nala memukul dada bidang suaminya.


" Kebiasaan!" gerutu Nala dengan bibir yang manyun. Sedangkan tersangka tersenyum puas tanpa merasa bersalah sedikitpun.


Kenapa merasa bersalah, toh mencium istri sendiri, bukan istri orang lain!


Setelah itu, Lean menyodorkan sebuah amplop putih pada Nala.


" Ini apaan?" tanya Nala.


" Buka aja," titah Lean yang di ikuti oleh Nala.


Sepasang bola mata Nala membulat sempurna saat melihat sebuah tiket pesawat dengan tujuan penerbangan ke Belanda.


" Kita akan ke Belanda?" tanya Nala terkejut.


" Iya, kita akan mengunjungi Oma beberapa hari, setelah itu lanjut ke tempat honeymoon selanjutnya," ungkap Lean.


Nala segera memeluk suaminya. Dia tidak menyangka bahwa akan mendapatkan hadiah honeymoon. Pasalnya sejak menikah, yang Nala tahu bahwa jadwal suaminya cukup padat. Sehingga membuat Nala tidak pernah berpikiran bahwa mereka bisa pergi honeymoon ke luar Negeri.


"Makasih banyak ya Kak, I love you," ucap Nala.


" Sama-sama, I love you too bee."

__ADS_1


...****************...


Ah... Detik-detik tamat yah guys


__ADS_2