
Kini, tubuh mereka sudah sama-sama polos dalam satu selimut yang sama. Di karenakan sama-sama belum berpengalaman, mereka melakukannya sesuai insting masing-masing.
" Bee ... Kalau sakit bilang ya," ucap Lean.
"Apakah melakukan itu akan terasa sakit?"
"Katanya sih iya, tapi hanya sebentar. Setelah itu hanya ada rasa nikmat yang tiada tara," jelas Lean.
Lean berbicara seperti itu karena sering mendengar ucapan rekan kerjanya yang sudah menikah.
Mendengar kata sakit, membuat Nala sedikit takut dan gugup. Tapi, tidak mungkin 'kan dia berhenti di saat sudah seperti ini. Kasihan suaminya yang sudah sangat menginginkannya. Bukankah semua wanita yang sudah menikah melakukannya, dan mereka juga baik-baik saja.
Saat merasa sudah cukup melakukan foreplay, Lean perlahan mulai melakukan penyatuannya.
Awalnya, Nala merintih kesakitan sampai membuatnya meneteskan air mata. Namun, setelah itu dia merasakan sesuatu yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Malam dengan suasana yang begitu romantis, menjadi saksi bisu penyatuan cinta mereka. Kini, mereka berdua sudah menjadi suami istri sepenuhnya baik lahir maupun batin.
...☘️☘️☘️...
Waktu terus berputar tanpa henti, kesunyian malam yang penuh cerita mulai hilang. Adzan subuh mulai berkumandang di masjid dan surau- surau. Tubuh Lean seakan mempunyai alarm yang akan selalu terbangun di waktu subuh.
__ADS_1
Sepasang mata dengan bola mata abu itu, perlahan mulai terbuka. Saat melihat istrinya masih tidur terlelap dalam pelukannya membuat Lean tersenyum. Lalu, mencium kening istrinya sekilas.
Terima kasih karena sudah hadir dalam hidup Kakak, Nal. Kamu bagaikan sebuah hadiah yang di berikan Tuhan untuk melengkapi hidup Kakak. Semoga pernikahan kita bisa langgeng sampai maut memisahkan. I love you istri kecilku, batin Lean sembari mengusap lembut pipi istrinya.
Perlahan, Lean menurunkan kepala Nala dari tangannya karena dia ingin membersihkan diri terlebih dahulu.
Baru turun dari ranjang, Nala sudah ikut terbangun.
" Kakak udah bangun?" tanyanya dengan nada serak khas bangun tidur.
" Iya, mau mandi bareng?" tawar Lean yang sudah bersiap mau mandi.
" Ha?" pipi Nala seketika memerah saat mendengar Lean mengajaknya mandi bareng.
Nala menggeleng, dia masih malu jika harus mandi bareng bersama Lean.
"Kenapa?"
"Gapapa, Kakak duluan saja."
" Yaudah kalau gitu." Lean segera berjalan menuju kamar mandi untuk mandi besar.
__ADS_1
Selesai mandi, Lean segera menyuruh Nala untuk mandi agar mereka tidak kesiangan sholat subuh nya. Namun, saat mau berjalan, Nala merasakan bahwa inti kewanitaannya terasa perih dan sakit.
" Apakah masih sakit?" tanya Lean yang di angguki oleh Nala.
Tanpa berpikir lama, Lean segera menggendong tubuh Nala masuk ke dalam kamar mandi. Dia mendudukkan Nala di atas closet, lalu mengisikan air hangat ke dalam bathub untuk di pakai berendam.
Melihat Lean yang begitu perhatian, membuat Nala merasa tersentuh. Selama menikah, Nala banyak mengetahui sisi lain dari seorang Leanne. Meskipun terkadang masih jahil, tenyata dia juga pria yang sangat tegas, perhatian , romantis, dan memperlakukan pasangannya dengan sangat baik. Lean benar-benar memperlakukan Nala bagaikan seorang ratu.
"Terimakasih suamiku," ucap Nala sambil memeluk tubuh Lean.
"Sama-sama, berendamlah sebentar biar lebih rileks!" ucap Lean yang mengambil air wudhu kembali sebelum keluar dari kamar mandi.
*
*
" Kak ... lapar," ucap Nala manja saat mereka selesai sholat subuh.
" Coba kakak pesankan makanan dulu, ya." Lean segera mengambil ponselnya, lalu membuka aplikasi pesan antar makanan. Dia segera memesankan makanan untuk istri kecilnya yang sudah kelaparan. Andai sedang di rumah, mungkin Lean akan memasak.
...****************...
__ADS_1
Sudah ya... Jangan minta yang terlalu hareudang. Mau tidur dulu, lanjut besok lagi... Bye..
Jangan lupa like, komen, dan hadiahnya yang banyak untuk mantan perjaka dan perawan kita.