My Best Partner

My Best Partner
Partner Terbaik ~ Bab 111


__ADS_3

Di sebuah mall, terlihat dua orang gadis muda tengah berbelanja bersama, tiba-tiba Anne memilihkan sebuah gaun cantik untu di pakai oleh Nala.


" Nal, coba deh kamu pakai," Ujar Anne.


" Buat apa Anne?" tanya Nala yang sedikit bingung, kenapa tiba-tiba sahabatnya ini menyuruhnya mencoba sebuah gaun. Padahal, tidak sedang ada acar penting yang ingin mereka kunjungi.


" Sudah, coba aja sana ...," Anne terus mencoba untuk memaksa. Sebenarnya, dia mempunyai misi untuk mengajak Nala jalan-jalan, dan membelikan baju. Itu semua di suruh oleh Lean, karena malam ini dia akan membuat sebuah kejutan untuk Nala.


" Anne, gimana? "tanya Nala yang sudah keluar dari fiting room.


Anne tersenyum," Benar-benar cantik! "puji Anne. Lalu, dia mengatakan pada seorang pramuniaga di sana untuk membeli baju itu.


" Anne, kenapa kamu membelinya? "tanya Nala bingung saat melihat Anne langsung membayar baju yang dia pakai.


" Sudah, diam saja! Dan jangan di copot! " titah Anne yang membuat Nala semakin bingung.


Tidak boleh di copot? Ada apa ini sebenarnya?


Saat melihat masih ada yang kurang, membuat Anne segera menarik Nala ke sebuah toko heels.dengan cepat, dia memilihkan sepasang heels untuk Nala. Awalnya, Nala menolak untuk mencoba heels yang di pilihkan Anne. Tapi, Anne langsung memasang wajah marah jadi mau tidak mau, Nala memakainya.


" Anne, sebenarnya kamu kena angin apa? Membelikan baju dan heels buat aku?" tanya Nala.


" Sudah, Nanti kamu juga akan tahu sendiri."

__ADS_1


Karena merasa sudah cukup, Anne segera membawa Nala ke tempat tujuan yang sebenarnya.


...☘️☘️☘️...


Setelah kondisinya pulih, Lean segera menyiapkan acara lamarannya pada Nala karena pria tampan itu sudah tak mau menunda-nundanya lagi.


Setelah semua persiapan selesai, kini tinggal menunggu kehadiran Nala. Rasa gugup sudah menghampiri Lean sejak semalam.


Tiba-tiba sebuah pesan dari Anne masuk.


Anne : Bagaimana persiapannya, Kak? Aku sudah hampir sampai di restoran.


Lean : Aman, sudah siap semua.


" Anne, sebenarnya kita mau makan di mana sih?" tanya Nala.


" Di tempat yang makanannya sangat enak, dan tempatnya juga keren," pungkas Anne.


" Oh."


Tak lama kemudian, mereka sampai juga di tempat tujuan. Saat hampir memasuki restoran , Anne tiba-tiba pamit untuk ke toilet sebentar. Awalnya, Nala juga ingin ikut ke toilet saja agar mereka masuk restoran bersama. Namun, Anne menyuruhnya untuk masuk saja.


Ketika memasuki pintu restoran, Nala sudah di kejutkan dengan beberapa pelayan yang memberinya setangkai bunga mawar, dan menyuruhnya terus berjalan ke depan.

__ADS_1


Ini kenapa restorannya terlihat aneh? Apakah aku balik saja ya? Batin Nala.


Saat Nala ingin berbalik arah, seorang pelayan sudah menyuruhnya untuk melihat ke layar monitor yang ada di depan. Karena penasaran, Nala membalikkan tubuhnya.


Sepasang bola matanya yang indah membulat sempurna saat melihat tulisan di layar monitor itu.


Kamu, adalah cahaya yang datang di kala hati ini sedang gundah.


Kehadiranmu, memperlihatkan padaku bahwa Tuhan itu akan memberikan seseorang yang tepat di waktu yang tepat pula.


Dulu, aku tak pernah mengira bahwa akan jatuh cinta pada seorang gadis yang sudah ku anggap seperti adik sendiri.


Tapi, begitulah cinta ... Dia selalu datang tanpa permisi dan tidak mengenal pada siapa dia berlabuh. Tua, muda, miskin, kaya. Semua orang akan memiliki cintanya sendiri.


Awalnya aku benar-benar tidak pernah menyangka bahwa kamu adalah wanita yang muncul di sholat istikharahku sampai aku mencoba terus mengulanginya, dan ternyata kamu tetap jawaban itu.


Dan ... Berjalannya waktu, cinta ini terus tumbuh sampai sangat dalam. Bahkan, saat kita berpisah kemarin. Aku sangat merindukanmu sampai hampir gila. Padahal, aku tahu bahwa tidak boleh terlalu mencintai seseorang yang belum menjadi muhrim, tapi aku tak bisa mengontrol hal itu.


Kamu tahu, Nal? Saat tidak mendapatkan kabar darimu, aku cukup tersiksa. Ingin menyusul, tak bisa karena terhalang tugas yang sangat besar. Ingin menelpon, tak tahu harus menelpon ke siapa, karena wanita itu sedang menghindar dariku.


" Nala Avrelia prayoga, maukah kamu menjadi kekasih yang halal bagiku? Menjadi tulang rusukku, dan teman untuk menuliskan cerita hidup yang penuh cinta dan bahagia?"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2