
Papa Ken segera membawa Dinda masuk ke dalam mobil, dia berharap menantu dan calon cucunya baik-baik saja.
" Kalian bertahan ya, Opa akan membawa kalian ke rumah sakit!" ucap Papa Ken sebelum menginjak pedal gas untuk pergi meninggalkan area kantor PT Fabio grup.
Jika sampai terjadi apa-apa dengan menantu dan calon cucunya, papa Ken tidak akan memaafkan wanita itu. Entah kenapa wanita paruh baya itu bisa mengatakan bahwa Dinda adalah seorang pelakor, setahu Papa Ken, menantunya itu adalah wanita baik-baik. Jadi, tidak mungkin dia seperti itu.
Apakah Dinda punya musuh? Atau___. Pikiran Papa Ken menjadi gusar. Panik, cemas, bingung, semua menjadi satu.
Untung saja, ada rumah sakit yang tak jauh dari kantor PT Fabio grup sehingga tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di rumah sakit.
Papa ken segera memarkirkan mobilnya, lalu kembali menggendong Dinda masuk ke rumah sakit. Untungnya Papa Ken adalah pria yang rajin olahraga, sehingga kekuatannya masih power full jika hanya menggendong tubuh kecil dinda.
" Sus, tolong menantu saya, dia mengalami pendarahan!" ujar Papa Ken kepada seorang perawat di rumah sakit itu.
Mereka segera mengarahkan Papa ken untuk membawa Dinda masuk ke ruangan UGD. Sesampainya di ruangan UGD, Papa ken meletakkan tubuh Dinda dengan hati-hati.
" Dia kenapa? "tanya seorang Dokter wanita.
" Pendarahan. "
" Kalau begitu, silahkan anda keluar dulu ya, Pak," pinta seorang Dokter wanita itu.
" Tapi, tolong selamatkan menantu dan calon cucu saya."
Dokter itu menganggukkan kepala, dan menyuruh agar Papa Ken keluar terlebih dahulu.
...☘️☘️☘️...
Di kantor PT Fabio grup, bisikan para karyawan kembali terdengar ketika mengetahui bahwa Dinda adalah istri dari Kean. Bahkan seorang presdir mereka yang juga terkenal tidak mau menyentuh seorang wanita, mau menggendong Dinda.
" Eh, coba cubit pipi gue!" ucap seorang wanita kepada temannya.
Dan temannya itu beneran mencubit pipi wanita itu.
Auu ...
Jerit wanita itu, ketika cubitan dari temannya terasa sakit, berarti dia sedang tidak bermimpi.
" Apa kalian tadi juga dengar, kalau Pak Nino mengatakan bahwa Dinda adalah istri Pak Kean?" tanya wanita itu untuk memastikan kembali bahwa dia tidak berhalusinasi.
Para temannya mengangguk, membuat wanita itu semakin shock. Dia tidak pernah menyangka bahwa pria idamannya ternyata sudah menikah. Tapi, kenapa tidak ada berita sedikitpun?
...☘️☘️☘️...
Di sudut lobi, terlihat tiga wanita yang sejak tadi merekam, ikut terdiam.
__ADS_1
" Sya, gue nggak salah dengar, kan? Dinda sudah menikah? Lalu siapa Kean itu?" tanya Cika kepada Stasya. Namun, Stasya masih diam saja, tidak menjawab pertanyaan dari Cika. Nama itu sedikit tidak asing bagi Stasya, bahkan pria paruh baya yang menggendong Dinda tadi seperti ia pernah melihatnya, tapi di mana?
" Sya ..., " Cika menyenggol lengan Stasya yang masih diam saja.
" Eh, Iya ada apa?"
" Kok Lu malah melamun sih? Gue kan lagi tanya," gerutu Cika.
" Nggak usah berisik Cik, Stasya juga mungkin tidak tahu siapa pria itu," sahut Deby.
Melihat ada petugas kebersihan yang berjalan melewati mereka, membuat Deby menghentikannya.
" Eh, mau tanya, kalau boleh tahu pak Kean itu siapa? " tanya Deby agar segera menemukan jawaban.
" Oh, Pak Kean itu Direktur utama sekaligus putra sulung dari pemilik perusahaan ini," jelas petugas kebersihan itu.
Bola mata Cika dan Deby membulat sempurna, untung saja tidak copot dari tempatnya, sedangkan Stasya hanya diam tanpa ekspresi.
" Deb, gue nggak salah dengar, kan?" tanya Cika yang masih belum percaya dengan apa yang dia dengar.
Debby menggeleng, dia sama terkejutnya seperti Cika. Tak pernah terlintas di pikiran mereka bahwa Dinda bisa menjadi menantu orang yang sangat kaya raya.
" Sepertinya kita pergi saja deh, karena firasatku jadi tidak enak," ajak Deby yang takut ketahuan kalau mereka adalah dalang di balik kejadian ini.
...☘️☘️☘️...
" Ada apa? "tanya pria tampan itu kepada seseorang di ujung telepon.
" Itu pak, Dinda__ eh maksudnya istri Bapak mengalami pendarahan! " ucap resepsionis itu dengan nada bergetar. Dia benar-benar takut sekaligus masih syok.
" Apa!?" Kean seketika berdiri dari tempat duduknya. Tanpa mendengarkan ucapan selanjutnya, Kean sudah berlari keluar dari ruangannya.
" Aksa, di mana Dinda? "tanya Kean dengan wajah panik ketika melihat Dinda tidak ada di meja kerjanya.
" Katanya tadi ke lobi bawah ___"
Kean sudah berlari terlebih dahulu sebelum Aksa menyelesaikan ucapannya. Saat melihat wajah Kean yang terlihat begitu panik, membuat Aksa bingung sendiri.
Bukankah Dinda hanya berada di lobi bawah, kenapa Pak Kean bisa sepanik itu? Gumamnya yang tidak tahu jika Dinda sedang terluka.
Kean segera memencet pintu lift menuju lobi bawah, dadanya bergemuruh, pikirannya tidak tenang sekali, bahkan dia terus marah karena lift belum sampai-sampai juga di lantai bawah. Ketika pintu lift terbuka, Kean segera berlari mencari di mana keberadaan Dinda.
Di lobi, Nino sudah ingin membawa mereka ke tempat khusus. Saat melihat ketiga wanita yang sudah membayarnya ingin kabur begitu saja, membuat wanita paruh baya itu berteriak memanggilnya.
" Hei, kalian mau kemana?" teriak wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Siapa dia?" tanya Nino dingin.
" Dia yang sudah membayarku!" ungkap wanita itu.
Mengetahui bahwa posisi mereka juga sedang terancam, membuat Nino segera menyuruh untuk mereka bertiga.
" Eh, kalian mau ngapain? Jangan menyentuh saya kalau tidak___" Cika yang cerewet terus memberontak.
" Kalian mau saya penggal?" ancam Stasya dengan sikap tenang.
" Kalian mau memenggal saya, kalian dulu mungkin yang akan di penggal gara-gara menyakiti istri bos!" ancam balik pria itu.
Debby dan Cika saling pandang, dia benar-benar takut kalau sampai di penggal.
" Apakah kalian tidak tahu siapa saya?" bentak Stasya yang mulai geram. Hanya dia saja yang tidak takut sama sekali dengan ancaman pria itu, karena Stasya juga merupakan anak dari seorang konglomerat kejam di dunia bisnis.
Dari kejauhan, terlihat Kean berlari menghampiri Nino.
" Di mana Istriku?" tanya Kean dengan wajah yang terlihat sangat panik.
Melihat pemuda yang begitu tampan berdiri di depannya, membuat wanita paruh baya itu terpesona, bahkan dia sampai tak berkedip sedikitpun.
" Sudah di bawa Pak Ken ke rumah sakit, Pak," jawab Nino cepat.
" Rumah sakit?" Saat Kean ingin pergi, ada sesuatu yang membuatnya merasa janggal. Lalu, membalikkan badannya kembali.
" Siapa mereka?" tanya Kean yang penasaran kenapa ada beberapa wanita yang di jaga oleh orang-orang Kantor PT Fabio grup.
" Mereka yang sudah mencelakai istri anda, Pak!" ungkap Nino.
Kean terbelalak mendengar jawaban dari Nino, sebelumnya Kean memang tidak tahu kenapa istrinya bisa pendarahan.
Wajah dingin Kean, sekarang sudah berubah menjadi wajah yang sangat menyeramkan.
" Apa kamu bilang tadi? Jadi istri saya di celakai mereka, begitu?" tanya Kean dengan tatapan menghunus dengan tangan yang mengepal menahan amarah.
" Benar, Pak. Tapi, lebih baik anda pergi ke rumah sakit terlebih dahulu. Soal mereka biar saya yang urus! "
" Jangan lepaskan mereka sebelum saya kembali! "titah Kean sebelum pergi meninggalkan Nino.
Nino mengangguk, dia sudah tahu betul apa yang harus di lakukan. Keluarga Fabio adalah orang-orang yang tenang dan damai. Namun, akan menjadi orang yang sangat menakutkan jika ada yang berani mecelakai keluarga mereka.
...****************...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya.
__ADS_1
Wah, beginilah orang yang belum mengenal betul seperti apa keluarga Fabio . Tunggu saja, keluarga Fabio beraksi