My Best Partner

My Best Partner
Bab 131


__ADS_3

" Terimakasih banyak Pak Rian, berkat anda Lora bisa tersenyum bahagia," ucap Zaskia.


" Sama-sama," ucap Papi Rian.


" Pi, sebenarnya ini ada apa?" tanya Nala penasaran dengan apa yang sebenarnya sudah terjadi.


" Kita tunggu suamimu keluar dulu," jawab Papi Rian.


Setelah memperbaiki selimut Lora, Lean segera keluar dari ruangan itu untuk menemui mertua, dan juga istrinya yang berada di luar.


" Kalau begitu, kita duduk di sana, ya. Biar lebih enak ngobrolnya, " ajak Papi Rian setelah melihat Lean keluar dari ruangan Lora.


Mereka berempat berjalan menuju kursi panjang yang tidak jauh dari ruangan Lora. Setelah semuanya duduk, Papi Rian memulai pembicaraannya.


" Sebelumnya, Papi minta maaf jika sudah membuat kalian khawatir."


"Tentu saja," potong Nala yang segera mendapat teguran dari suaminya.


" Jangan memotong pembicaraan Papi, tidak sopan."Nasehat Lean yang di jawab anggukan kepala oleh Nala.


" Sebenarnya, Papi memang mengalami kecelakaan, em ... Lebih tepatnya menyerempet bu Zaskia ini, " ucap Papi Rian sambil menunjuk ke arah wanita berusia 30 tahunan itu.

__ADS_1


Nala melihat ke arah wanita itu, dan memang ada beberapa luka perban di tangan, kaki dan kepalanya.


Setelah itu, Papi Rian menceritakan bagaimana kronologis kejadian yang sebenarnya.


Flashback kejadian beberapa jam yang lalu.


Saat pulang dari meeting bersama klien, tanpa sengaja mobil yang Papi Rian dan Mami Senja kendarai menyerempet seorang wanita.


Saat itu, Zaskia sempat pingsan sehingga membuat Papi Rian membawanya ke rumah sakit. Ketika sadar, wanita itu teringat akan putrinya yang sendirian di rumah sakit. Jadi, dia segera bergegas untuk pergi.


" Kamu sudah sadar?" tanya Mami Senja saat melihat Zaskia keluar daru ruangan UGD.


" Saya adalah orang yang sudah menyerempet kamu," jawab Papi Rian. Sebenarnya bukan Papi Rian yang menyerempet, melainkan supirnya.


" Oh ..."


" Kami minta maaf, ya. Apakah masih ada keluhan? Kalau ada biar___"


" Tidak perlu Bu, saya sudah baik-baik saja," Dusta Zaskia karena dia memang tidak mau memperpanjang masalah ini. Toh, dia hanya luka ringan saja.


"Kamu yakin?" tanya Papi Rian memastikan.

__ADS_1


Zaskia mengangguk. " Kalau begitu saya pamit pergi dulu." Baru dua langkah, Zaskia sudah hampir jatuh karena kakinya terasa sakit, serta kepalanya juga terasa pusing.


" Sepertinya, kamu belum masih butuh istirahat, " ujar Mami Senja.


" Tidak perlu, Bu. Terimakasih, saya harus segera pergi, " tolak Zaskia. Saat ini, dalam pikirannya adalah Lora sedang sendirian sehingga dia harus segera pergi.


Mami Senja menatap ke arah Papi Rian guna menanyakan harus berbuat apa. Tanpa berpikir panjang, Papi Rian segera mengambilkan sebuah kursi roda yang tidak jauh dari tempatnya berada.


" Duduklah," pinta Papi Rian agar Zaskia duduk di kursi roda yang sudah dia bawa.


Zaskia mengerutkan keningnya. " Tidak perlu, Pak," tolak Zaskia. Dia merasa aneh di perlakukan seperti ini.


" Sudah, duduklah. Tidak usah takut, Kami bukan orang jahat, hanya ingin mengantarmu saja," ujar Mami Senja yang terus meyakinkan Zaskia agar tidak menolak niat baiknya.


" Baiklah." Akhirnya, Zaskia menuruti saja permintaan kedua orang asing itu. Daripada dia hanya terus berdebat di sini.


Ketika menyadari bahwa dia berada di rumah sakit yang sama. Zaskia mengatakan bahwa mereka tidak perlu mengantarnya, karena dia sudah berada di tempat tujuan.


Saat itu, Mami Senja bingung dan tidak mengerti dengan maksud Zaskia, kenapa dia mengatakan sudah berada di tempat tujuan? Padahal, mereka belum pergi dari rumah sakit itu. Karena penasaran, Mami Senja memutuskan untuk mengikuti Zaskia.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2