My Best Partner

My Best Partner
Partner Terbaik ~ Bab 104


__ADS_3

" Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu, Ken?" bukannya menjawab, Papi Rian justru bertanya balik.


" Em___" Papa Ken jadi bingung harus memulai berbicara dari mana.


Melihat Papa Ken yang justru gugup dan bingung, membuat Papi Rian tak bisa lagi menahan tawanya.


" Bilang saja kalau kamu sudah tahu maksudku, kan? " ketus Papa Ken ketika menyadari gerak-gerik mencurigakan dari sahabatnya itu.


Papi Rian justru semakin tertawa terbahak-bahak, bagaimana tidak tertawa jika melihat seorang pria paruh baya merasa gugup dan bingung saat ingin berunding tentang pernikahan anak mereka.


Papi Rian memang sedikit tahu soal permasalahan Lean dan juga Nala. Jadi, saat Papa Ken bertanya seperti itu, dia langsung paham ke arah mana pembicaraan mereka ini.


" Kenapa? Bukankah kapan lalu kamu menolak menjodohkan mereka?" Papi Rian justru mengingatkan kembali bagaimana penolakan Papa Ken saat itu.


" Ya, aku waktu itu bukan menolak___" Papa Ken bingung bagaimana cara menjelaskannya.


" Pokoknya aku hanya tidak ingin menjodohkan anak-anakku saja, tapi sekarang kasusnya beda," jelasnya.


" Beda kenapa?" goda Papi Rian.


" Tidak usah bertele-tele, sebenarnya kamu sudah paham kan maksudku?"


Papi Rian menggeleng.


Papa Ken hanya bisa menghela nafas beratnya." Baiklah, aku akan katakan yang sebenarnya. "


Papi Rian mempersilahkan.


" Begini, aku juga baru tahu soal ini tadi pagi kalau Lean itu___ menyukai putrimu."


Papi Rian kembali tersenyum saat mendengar bahwa ternyata Lean sudah menyukai Nala.

__ADS_1


" Lalu, kenapa dia tidak bicara langsung padaku? "


" Memangnya kalau dia bicara langsung padamu, sebelum bilang pada Nala. Apakah kamu akan menerimanya?"


" Tentu saja!" jawab Papi Rian singkat, namun mempunyai arti besar.


Papi Ken menyipitkan matanya, dia tidak habis pikir sahabatnya ini begitu cepat menjawab tanpa berpikir.


" Ri, kamu serius? Kamu tidak____"


" Seharusnya kamu sudah bisa menebak jawabanku dari awal Ken, bukankah aku sudah berniatan ingin menjodohkan mereka? Itu berarti aku sudah memikirkannya secara matang, bahwa Lean adalah pria yang pantas menjadi suami putriku kelak! Tapi___ soal menikah muda, aku akan tetap menyerahkan semuanya pada Nala. "


"Karena yang akan menjalankan kehidupan pernikahan itu dia, bukan aku. Aku tahu, kamu pasti berpikir bahwa putriku itu masih terlalu muda, bahkan dia masih di bawah umur. Tapi, pemikiran dia jauh lebih dewasa dari usianya. Apa kamu tahu program kerja terbaru dari perusahaanku? "


Papa Ken mengangguk.


" Itu ide Nala, dan dia juga adalah penanggung jawabnya. "


" Kenapa, kamu terkejut? Aku pun terkejut pada awalnya, dia sungguh di luar ekspetasi."


" Kamu tidak sedang berbohong, kan?" tanya Papa Ken untuk mencoba memastikan karena sahabatnya ini suka bercanda.


Papi Rian menggeleng. " Tentu saja tidak!"


"Lalu, kenapa kamu ingin menjodohkan Nala dengan putraku itu. Di saat dia___"


" Meskipun hebat, Nala itu tetaplah gadis yang polos dan lugu. Dia belum bisa membaca karakter orang, aku hanya tidak ingin sampai ada pria yang mendekatinya hanya karena ada maksud lain. Kamu paham, kan?" potong Papi Rian.


Papa Ken mengangguk. Dia yang sudah berkecimpung di dunia bisnis, tentu sangat paham soal hal seperti ini. Karena ujung-ujungnya pasti akan ada pernikahan bisnis agar perusahaan menjadi lebih kuat, atau akan banyak pria mendekati Nala karena tahu dia adalah permata baru di dunia bisnis.


Kenapa bisa di katakan permata baru? Karena dia baru lahir di dunia bisnis, dan sudah berhasil membuat proyek yang ia kerjakan berkembang cukup baik.

__ADS_1


Begitulah seorang ayah yang lebih mementingkan kebaikan dan kebahagiaan anaknya, daripada bisnis.


" Jadi, kamu ingin menjodohkan Lean karena__"


" Karena aku sudah tahu karakter Lean dari kecil. Dia adalah pria baik, penyayang terhadap keluarganya, dan bukan dari orang bisnis."


" Siapa dulu___"


" Tidak usah narsis!" sela Papa Rian.


Papa Ken semakin merasa kesal dengan Papi Rian yang selalu memotong ucapannya yang belum selesai.


" Aku jadi semakin yakin lagi, setelah Lean menyelamatkan Nala beberapa waktu yang lalu. Entah kenapa aku seperti merasa tenang jika Lean yang menjadi suami putriku," ucap Papa Rian dengan wajah serius.


" Tenang saja, kamu tidak akan kecewa jika menikahkan putrimu dengan keturunan keluarga Fabio," ujar Papa Ken dengan menaikkan satu alisnya.


" Dia adalah anak Dira. "


" Kamu___ jika bukan aku yang____"


" Apa?" tantang Rian.


"Jika bukan aku yang menyumbangkan benih super unggul juga tidak akan jadi mereka bedua!" lirih Papa Ken.


Haha... Benih super unggul, sekali langsung jadi dua ya...


Papi Rian hanya geleng-geleng kepala melihat sahabatnya ini yang sudah tua masih saja suka bergeming sendiri.


...****************...


Si mantan saingan yang jadi sahabat dan sebentar lagi____ kalau berdebat, emang ... Bikin ketawa🤣🤣😂

__ADS_1


__ADS_2